Empat Lawang, bidiksumsel.com — Tahapan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Empat Lawang 2025 resmi memasuki babak penting. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Empat Lawang menggelar Deklarasi PSU Damai, Rabu (16/04/2025), yang dihadiri oleh tokoh-tokoh penting dari tingkat pusat hingga daerah.
Bertempat di Gedung Serbaguna (GSG) Pemerintah Kabupaten Empat Lawang, acara tersebut dihadiri oleh Inspektur Utama Bawaslu RI Rini Wartini, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, Ketua DPRD Sumsel Andi Dinaldi, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, Kapolda Sumsel Irjen Pol Andi Rian R. Djajadi, Wakil Ketua Kejati Sumsel Pipuk Firman Priyadi, Danrem Brigjen TNI Andri Koesdyanto, serta jajaran pimpinan Bawaslu, KPU, Forkopimda, dan dua pasangan calon kepala daerah.
Deklarasi ini digelar menyusul putusan Mahkamah Konstitusi yang memerintahkan pelaksanaan PSU di Kabupaten Empat Lawang, dan bertujuan untuk menjaga kondusivitas wilayah serta mendorong pelaksanaan pemilu yang damai dan demokratis.
Kapolda Sumsel Tekankan Netralitas dan Waspada Hoaks
Sebelum menghadiri deklarasi, Kapolda Sumsel Irjen Pol Andi Rian R. Djajadi memberikan arahan kepada personel Polres Empat Lawang, melakukan peninjauan ke Kantor KPU dan Bawaslu, serta menyampaikan sejumlah pesan strategis untuk menghadapi PSU.
“Peran masyarakat sangat penting dalam mewujudkan Pilkada yang damai dan berintegritas. Jangan mudah terprovokasi oleh berita bohong atau isu SARA,” tegas Kapolda dalam arahannya saat Gelar Operasional TW I/2025 yang digelar sehari sebelumnya di Hotel Grand Zuri, Lubuk Linggau.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menolak praktik politik uang, karena akan mencederai proses demokrasi.
“Hindari menjadi bagian dari lingkaran money politics. Mari kita jaga pemilu yang bersih dan bermartabat,” ujarnya.
Kapolda memastikan bahwa seluruh jajaran Polda Sumsel akan bersikap netral dalam pengamanan PSU dan telah menyiapkan langkah mitigasi, termasuk pengamanan di TPS, antisipasi cuaca ekstrem, serta skenario bila terjadi gangguan kamtibmas.
Senada dengan itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya melalui Kasubbid PID AKBP Suparlan menyampaikan imbauan agar masyarakat menjaga stabilitas dan keamanan selama PSU.
“Demokrasi yang sehat lahir dari pemilu yang damai dan partisipatif. Mari jaga Pilkada Empat Lawang tetap aman dan sejuk.”
Ia mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif, saling menghormati pilihan politik, tidak menyebarkan hoaks atau ujaran kebencian, serta segera melapor bila ada potensi gangguan keamanan atau pelanggaran hukum.
Gubernur Sumsel Minta ASN Netral, KPU Transparan
Dalam pidatonya, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru memberikan penekanan khusus kepada aparatur sipil negara (ASN) untuk menjaga netralitas dalam PSU ini.
“Saya atensi sekali kepada PNS di Sumsel, terutama di Empat Lawang. Netralitas itu harga mati dalam menyambut PSU yang damai dan aman,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan kepada jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar bekerja secara transparan dan sesuai aturan. Menurutnya, jika proses dapat diselesaikan di tahap awal, maka tidak perlu sampai ke meja gugatan yang menguras anggaran.
“Pilkada ini membutuhkan biaya besar. Kalau bisa diselesaikan di tingkat awal, jangan biarkan jadi masalah hukum yang berulang. Uangnya lebih baik untuk pembangunan Empat Lawang,” jelasnya kepada awak media.
PSU Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Empat Lawang dijadwalkan berlangsung pada 19 April 2025, dan menjadi momentum penting dalam demokrasi lokal pasca putusan MK. Deklarasi damai ini menjadi fondasi moral dan sosial yang diharapkan dapat menghindarkan wilayah dari konflik serta menciptakan Pilkada yang aman, adil, dan bermartabat.
Melalui sinergi antara TNI-Polri, Pemda, penyelenggara pemilu, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga Empat Lawang sendiri, semangat untuk menjaga persatuan dan menjauh dari provokasi kini digaungkan lebih luas. (dkd)













