Akses Jalan Ditutup Sepihak! Puluhan Sopir Kelaparan dan Tak Bisa Buka Puasa

fhoto : ist

Puluhan Sopir Terjebak, Akses Jalan ke PT Hijau Lestari Ditutup Sepihak! Pabrik Terancam Lumpuh

Banyuasin, bidiksumsel.com – Puluhan sopir truk pengangkut bahan baku PT Hijau Lestari terjebak selama berhari-hari akibat penutupan akses jalan secara sepihak oleh sekelompok orang yang diduga preman.

Penutupan jalan ini terjadi di Jalan Sabar Jaya, Desa Pematang Palas, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, Sumsel, sejak Rabu (12/3/2025) dan hingga Jumat (14/3/2025) belum ada penyelesaian.

Di lokasi, tampak spanduk pemberitahuan yang bertuliskan bahwa tanah seluas 168.300 m² (16,83 hektare) sedang dalam pengawasan advokat, dan melarang aktivitas di area tersebut hingga ada keputusan hukum tetap atau kesepakatan dengan PT Hijau Lestari.

Puluhan Sopir Truk Kelaparan di Jalan

Dampak dari blokade ini sangat dirasakan oleh para sopir truk yang kini terjebak di lokasi tanpa kepastian. Salah seorang sopir berinisial A mengungkapkan bahwa mereka sulit mendapatkan makanan dan bahkan kesulitan mencari tempat berbuka puasa.

“Benar Pak, penutupan ini belum jelas masalahnya apa. Kami sudah berhari-hari di sini, susah makan dan tidak bisa bekerja,” ujar A.

Ia berharap kepolisian segera turun tangan untuk membubarkan aksi ini dan membuka kembali akses jalan bagi kendaraan yang membawa bahan baku pabrik.

“Kami hanya ingin bekerja, kami berharap pihak berwenang segera bertindak,” tambahnya.

Pabrik Terancam Lumpuh, Ribuan Karyawan Dirumahkan?

Humas PT Hijau Lestari, Heri Wahyudi, membenarkan bahwa akses jalan menuju pabrik telah ditutup oleh kelompok tertentu.

“Benar, ada penutupan akses jalan ke pabrik. Masalahnya terkait akses tanah yang belum jelas. Para sopir ini terjebak, tidak bisa maju atau mundur,” ujar Heri.

Heri menegaskan bahwa blokade ini berpotensi melumpuhkan produksi pabrik, karena tanpa pasokan bahan baku, aktivitas operasional terhenti. Akibatnya, ribuan karyawan terancam dirumahkan.

“Kalau jalan terus ditutup, produksi bisa berhenti. Kasihan karyawan kami, bagaimana mereka bisa bekerja?” jelasnya.

Aparat Diminta Bertindak, Kapolsek Masih Bungkam

Hingga berita ini diturunkan, Kapolsek Maryana, AKP Ahmad Iqbal, belum memberikan respons terkait situasi ini.

Sementara itu, pihak perusahaan dan para sopir truk mendesak kepolisian serta pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan agar blokade ini tidak berlarut-larut dan tidak semakin merugikan banyak pihak.

Dengan kondisi yang semakin genting, masyarakat kini menanti langkah cepat dari aparat penegak hukum untuk membuka akses jalan dan mengembalikan situasi ke jalur normal, agar pabrik bisa kembali beroperasi dan ribuan pekerja tidak kehilangan mata pencaharian. (Bd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *