Mahasiswa FKM Unsri Edukasi Warga Desa Menten Cegah DBD Lewat Gerakan Zero Jentik

ist

Banyuasin, bidiksumsel.com – Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sriwijaya (Unsri) yang tengah melaksanakan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) di Desa Menten, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, menggelar program kerja bertajuk “Edukasi dan Demonstrasi Kesling: Misi Zero Jentik & Spray Anti Nyamuk” sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kegiatan yang berlangsung pada 24 Juni 2026 tersebut diikuti sekitar 30 peserta, terdiri atas ibu-ibu PKK dan masyarakat Desa Menten. Program ini menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui penerapan ilmu kesehatan masyarakat secara langsung di lapangan.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus, yakni menguras, menutup, mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta berbagai langkah pencegahan tambahan lainnya.

Selain penyampaian materi, peserta juga diperkenalkan dengan alternatif pengendalian nyamuk menggunakan spray anti nyamuk berbahan alami yang aman digunakan di lingkungan rumah tangga dan ramah terhadap lingkungan.

Salah satu mahasiswa peserta PBL, Cantika Ajeng Aulia, menjelaskan bahwa kegiatan tidak hanya berisi penyuluhan, tetapi juga demonstrasi praktik pembuatan spray anti nyamuk berbahan alami.

“Kami di sini menyampaikan materi mengenai penyebab, penularan, dan pencegahan DBD. Tidak hanya itu, kami juga memberikan demonstrasi secara langsung mengenai proses pembuatan spray anti nyamuk yang alami,” ujarnya.

Dalam sesi praktik, peserta tidak hanya menyaksikan proses pembuatan, tetapi juga dilibatkan secara langsung agar memahami setiap tahapan dan dapat menerapkannya secara mandiri di rumah masing-masing.

Keterlibatan aktif masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kesadaran sekaligus mendorong penerapan langkah-langkah pencegahan DBD secara berkelanjutan.

Untuk mengetahui efektivitas program, tim PBL FKM Universitas Sriwijaya melakukan evaluasi melalui pre-test dan post-test kepada seluruh peserta.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang cukup signifikan. Nilai rata-rata peserta meningkat dari 71,60 pada saat pre-test menjadi 93,77 setelah mengikuti kegiatan, atau mengalami kenaikan sebesar 22,17 poin.

“Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi yang kami berikan berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan DBD dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” tambah Cantika.

Mahasiswa berharap kegiatan tersebut mampu mendorong masyarakat Desa Menten untuk semakin aktif menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk, serta memanfaatkan bahan-bahan alami sebagai alternatif pengusir nyamuk yang lebih aman bagi keluarga dan lingkungan.

Sementara itu, Ketua TP PKK Desa Menten, Fatimah Nislawati, S.Pd., M.Si., mengapresiasi pelaksanaan program yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan implementasi dari Pengalaman Belajar Lapangan mahasiswa FKM Universitas Sriwijaya sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus penerapan ilmu kesehatan masyarakat secara langsung.

“Diharapkan kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Desa Menten,” tutupnya.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat, program ini diharapkan menjadi salah satu langkah preventif dalam menekan risiko penyebaran Demam Berdarah Dengue sekaligus membangun budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan masyarakat Desa Menten. (bd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *