Polda Sumsel Tangkap 4 Perampok Bersenjata di Muba, Jaringan Antarprovinsi Terbongkar
Muba, bidiksumsel.com – Tim Opsnal Unit 4 Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumatera Selatan berhasil meringkus empat dari delapan pelaku perampokan bersenjata api yang mengguncang warga Desa Keban 1, Kecamatan Sanga Desa, Musi Banyuasin (Muba).
Aksi perampokan yang terjadi pada Jumat, 7 Februari 2025, ini menargetkan seorang tauke minyak bernama Maspar. Para pelaku merampas uang tunai Rp400 juta serta emas 50 suku, dengan total kerugian korban mencapai Rp800 juta.
Keempat pelaku yang ditangkap adalah Budi Santoso alias Budi Handuk (37) warga Jambi, Edi Purwanto alias Pur (47), Komar alias Latif (50), dan Sumari (44), yang ketiganya berasal dari Musi Rawas, Sumatera Selatan. Polisi masih memburu empat pelaku lainnya yang kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Modus Perampokan : Menyamar Jadi Pembeli, Todongkan Senjata Api
Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol M Anwar Reksowidjojo, para pelaku merancang aksi mereka dengan matang.
“Mereka datang dengan empat sepeda motor, berpura-pura sebagai pembeli, lalu saat situasi dirasa aman, mereka merangsek masuk, menodongkan senjata api ke istri dan anak korban, kemudian menguras uang serta emas yang disimpan dalam brankas,” ujar Kombes Anwar dalam konferensi pers di Mapolda Sumsel, Selasa (25/2/2025).
Korban utama, Maspar, tidak berada di rumah saat kejadian karena tengah menghadiri acara sedekah ruwahan di kampungnya. Keadaan ini dimanfaatkan oleh para pelaku untuk melancarkan aksinya tanpa hambatan berarti.
Jaringan Perampokan Antarprovinsi, Polisi Sita Senjata Api Rakitan
Setelah menangkap para tersangka, polisi mengungkap bahwa kelompok ini merupakan jaringan perampok lintas provinsi yang telah beraksi sejak 2018 di berbagai wilayah, termasuk Sumsel, Jambi, dan Sumatera Barat.
Dari tangan para tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya :
– Tiga pucuk senjata api rakitan
– Satu bilah senjata tajam
– Beberapa unit sepeda motor yang digunakan dalam aksi
– Sejumlah ponsel yang dipakai untuk komunikasi saat perampokan
“Kelompok ini sangat terorganisir. Mereka memiliki peran masing-masing, mulai dari pengintai, eksekutor, hingga penjual barang curian,” jelas Kombes Anwar.
Polisi juga mendapati bahwa dalam pembagian hasil rampokan, setiap pelaku mendapat bagian sekitar Rp30 juta. Namun, saat penangkapan, hanya Rp1,465 juta yang berhasil disita karena sebagian besar uang telah digunakan para tersangka.
Penyedia Senjata Terungkap, DPO Diancam Tindakan Tegas
Selain menangkap para eksekutor lapangan, polisi juga berhasil mengungkap sosok Malik, seorang pria yang diduga sebagai penyedia senjata api bagi kelompok perampok ini.
“Malik bukan eksekutor utama, tetapi ia memiliki peran penting dalam memasok senjata ke komplotan ini. Ini menjadi pintu masuk bagi kami untuk mengungkap jaringan lebih luas,” tegas Kombes Anwar.
Polda Sumsel memastikan bahwa pengejaran terhadap empat pelaku yang masih buron akan terus dilakukan.
“Kami sudah mengantongi identitas para DPO. Mereka diketahui melarikan diri ke beberapa daerah, termasuk Jambi dan Jawa Tengah. Jika mereka tidak menyerahkan diri, kami akan mengambil tindakan tegas,” ancam Kombes Anwar.
Warga Berharap Keamanan Kembali Pulih
Warga Desa Keban 1 yang sebelumnya dilanda ketakutan kini mulai merasa lega setelah penangkapan para pelaku. Namun, mereka tetap berharap agar seluruh anggota jaringan ini dapat segera ditangkap agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami bersyukur polisi berhasil menangkap pelaku, tapi kami ingin semua pelaku ditangkap supaya kami bisa benar-benar merasa aman,” ujar salah satu warga setempat.
Polda Sumsel berkomitmen untuk memberantas jaringan kriminal ini hingga tuntas. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan segera melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka. (dkd)












