Polda Sumsel Gelar Tes Kesamaptaan Jasmani untuk Calon Bintara Kompetensi Khusus Polri 2025
Palembang, bidiksumsel.com – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan menggelar Ujian Kesamaptaan Jasmani (UKJ) bagi calon siswa Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) Polri Tahun Anggaran 2025. Kegiatan ini berlangsung di lapangan Kompleks Pakri, Jalan Bambang Utoyo, Palembang. Pelaksanaan tes ini merupakan salah satu tahap penting dalam rekrutmen calon anggota Polri yang dipersiapkan untuk mengisi posisi khusus sesuai kebutuhan organisasi kepolisian.
Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Sumsel, Kombes Sudrajad Hariwibowo, S.I.K., M.Si., melalui Kepala Bagian Pengendalian Personel (Kabag Watpers) AKBP Fachrudin Jaya, S.I.K., menegaskan bahwa penerimaan Bintara Bakomsus adalah bagian dari implementasi Program Asta Cita Polri. Program ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi sumber daya manusia Polri, memastikan personel yang direkrut tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kemampuan fisik dan mental yang tangguh.
“UKJ ini adalah bukti komitmen Polri untuk menghadirkan personel berkualitas yang siap menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Kesiapan fisik dan mental menjadi syarat utama dalam mendukung implementasi Program Asta Cita Polri,” ujar AKBP Fachrudin.
Dalam tes kesamaptaan jasmani, para peserta diuji melalui berbagai kegiatan fisik untuk mengukur tingkat kebugaran mereka. Rangkaian tes meliputi :
- Lari 12 menit
- Push-up, sit-up, dan pull-up
- Shuttle run
- Tes renang sejauh 25 meter
Tes ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap peserta memiliki fisik yang prima sebagai prasyarat mendukung tugas dan tanggung jawab yang akan diemban sebagai anggota Polri.
Selain ketahanan fisik, para peserta juga menjalani tes antropometrik yang bertujuan untuk mengukur proporsi tubuh dan kesesuaian dengan standar fisik Polri.
Proses seleksi ini diawasi langsung oleh Dirpolairud Polda Sumsel Brigjen Pol Drs. Andreas Kusmaedi, M.M., yang bertindak sebagai Koordinator Kesamaptaan Jasmani. Selain itu, kegiatan ini turut diawasi oleh Was Internal dan Was Eksternal, serta personel panitia pelaksana yang telah ditunjuk secara resmi.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Sunarto, melalui Kasubbid PID AKBP Suparlan, S.H., M.Si., menekankan bahwa seleksi dilakukan secara transparan, objektif, dan profesional. Hal ini bertujuan untuk memastikan setiap peserta memiliki peluang yang adil sesuai dengan kemampuan masing-masing.
“Rekrutmen ini dirancang untuk menjaring talenta terbaik yang akan ditempatkan pada posisi khusus sesuai kebutuhan organisasi. Proses seleksi dilakukan dengan standar tinggi untuk menjaga integritas dan kualitas personel yang akan bergabung dengan Polri,” jelas Suparlan.
Sebanyak 51 peserta mengikuti tahapan tes ini, terdiri dari 40 pria dan 11 wanita. Mereka merupakan calon Bintara Kompetensi Khusus yang memiliki latar belakang pendidikan di berbagai bidang, termasuk:
- Gizi
- Pertanian
- Peternakan
- Perikanan
- Kesehatan Masyarakat
Bidang-bidang tersebut dipilih sesuai kebutuhan operasional Polri dalam mendukung tugas-tugas khusus yang memerlukan keahlian tertentu.
AKBP Fachrudin Jaya menyatakan bahwa penguatan fisik dan mental melalui tes kesamaptaan jasmani adalah langkah strategis untuk mencetak personel Polri yang andal dan siap menghadapi berbagai tantangan.
“Dengan adanya tes ini, kami memastikan bahwa calon anggota Polri tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga memiliki kesiapan fisik dan mental yang diperlukan dalam menjalankan tugas-tugas operasional di lapangan,” tambah Fachrudin.
Kegiatan ini juga merupakan wujud nyata dari komitmen Polri dalam meningkatkan profesionalisme dan pelayanan kepada masyarakat. Dengan personel yang terlatih dan berkualitas, Polri dapat memberikan kontribusi yang lebih baik dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Indonesia.
Polri berharap rekrutmen Bintara Bakomsus Polri Tahun 2025 dapat melahirkan talenta-talenta terbaik yang tidak hanya unggul secara akademis dan fisik, tetapi juga memiliki dedikasi tinggi untuk mengabdi kepada bangsa dan negara.
Seleksi yang transparan dan profesional diharapkan dapat memberikan kepercayaan kepada masyarakat bahwa Polri berkomitmen dalam mencetak personel yang berkualitas dan berintegritas.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh proses rekrutmen berjalan dengan baik, sehingga hasil akhirnya adalah personel yang benar-benar siap menjalankan tugas kepolisian secara profesional,” pungkas Suparlan. (dkd)












