Palembang, bidiksumsel.com – Guna menghindari segala kecurangan dalam setiap tahapan proses rekrutmen terpadu Polri T.A 2023 baik seleksi Taruna Akademi Kepolisian (Akpol), anggota Polri Bintara, dan Tamtama Polri.
Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) mengedepankan prinsip, Bersih, Transparan, Akuntabel, Humanis (BETAH) dengan berpedoman clear and clean dan tidak di pungut biaya apapun.
Hal tersebut diungkapkan Karo SDM Polda Sumsel Kombes Pol Sudrajad Hariwibowo S.I.K., M.SI saat ditemui di ruangan kerjanya. Kamis, (15/06/2023).
“Untuk para peserta, di dalam mengikuti seleksi jangan pernah percaya pihak manapun yang menjanjikan kelulusan, karena pelaksanaan nya sesuai dengan aturan dan diawasi secara ketat oleh pengawas Internal maupun eksternal,” katanya.
Kombes Pol Sudrajad mengatakan, sebelum mengikuti sejumlah tes dan tahapan, para pendaftar terlebih dahulu melakukan verifikasi secara offline yang dilakukan di Polres setempat dengan membawa hasil cetak formulir registrasi online.
“Untuk proses verifikasi tidak bisa diwakilkan, karena pendaftar akan melakukan face recognition atau perekaman wajah, sehingga tidak bisa memakai joki,” ulasnya.
Kemudian tambahnya, di periksa kelengkapan administrasi awal, lalu mengikuti pemeriksaan kesehatan tahap pertama yang meliputi tinggi dan berat badan, THT, tensi dan nadi, mata, gigi, fisik dalam yang akan dilakukan pendalaman oleh dokter yang telah di tunjuk.
“Hasil pemeriksaan kesehatan tahap pertama ini langsung diumumkan melalui media proyektor,” jelasnya.
Untuk selanjutnya, Pemeriksaan psikologi tahap pertama dengan menggunakan sistem Computer Assesment Test (CAT) sehingga para peserta bisa langsung memonitor nilai dengan sistem tersebut.
“Dalam tes psikologi tahap pertama ini ada tiga aspek utama yang dinilai, yakni kecerdasan, kepribadian dan kecermatan,” paparnya.
Kemudian, para peserta mengikuti tahapan berikutnya, yakni Tes Kompetensi Keahlian (TKK) dengan aspek pengetahuan menggunakan sistem CAT, lalu mengikuti Tes Kompetensi Keahlian (TKK) aspek keterampilan dan perilaku.
“Untuk pemeriksaan kesehatan tahap dua, yang di periksa yakni darah, urine, jantung, rontgen dan kesehatan jiwa,” terangnya.
Tahapan selanjutnya, yakni uji kesamaptaan jasmani yang terdiri dari channing/Pull Up, Sit Up, Push Up, dan Shuttle Run, Renang dan Uji Anthropometrik.
Kemudian mengikuti tes psikologi tahap II, yakni wawancara dan pendalaman PMK termasuk penelusuran rekam jejak media sosial, baru kemudian pemeriksaan administrasi akhir.
“Setelah mengikuti semua tahapan dan tes, lalu kemudian di adakan sidang terbuka untuk penetapan kelulusan akhir terpilih atau tidak terpilih,” imbuhnya.
Di akhir wawancara, Kombes Pol Sudrajad memberikan himbauan bagi yang ingin masuk Polri harus mempersiapkan diri dengan sebaik baiknya, yakin dan percaya dengan kemampuan diri sendiri.
“Sekali lagi saya tegaskan, bahwa masuk polisi itu gratis selama mereka siap, tidak perlu menyiapkan uang, yang mereka lakukan adalah berdoa, latihan dan belajar,” pungkasnya. (dkd)












