Prabumulih, bidiksumsel.com – Terkait viral dugaan seorang Lurah dianggap arogan terhadap masyarakat di Kota Prabumulih baru-baru ini menghebohkan masyarakat. Selasa, (30/05/2023).
Pasalnya, video berdurasi 1.08 menit tersebut terlihat Lurah bertengkar mulut dengan seseorang ibu yang merupakan warga di kelurahan yang dipimpin lurah tersebut.
Untuk memastikan kebenaran video tersebut, wartawan melakukan investigasi dan mewawancarai orang-orang yang ada di video yang sempat viral di medsos.
Saat dibincangi, Lurah Kelurahan Anak Petai Tohirin S.Pd, membenarkan kejadian tersebut, dan menceritakan kronologis kejadian.
Menurut Tohirin, hal itu dipicu saat dirinya bersama tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan pendataan salah satu rumah warga yang terkena dampak debu dari pekerjaan PT. GRACE TECHNIC.
Ketika DLH meminta konfirmasi ke PT Grace, tiba tiba kata beliau ibu tersebut datang padahal tidak di undang sehingga memecahkan konsentrasi rapat dengan pihak perusahaan.
“Saat kami sedang mendata warga yang terkena dampak dari operasional PT. Grace, tiba-tiba seorang ibu muncul dan ikut nimbrung dalam pertemuan itu,” kata Tohirin.
Atas kejadian itu Tohirin merasa menyesal dan menyampaikan ucapan maaf atas sikapnya yang kurang simpatik dan dianggap arogan.
“Saya merasa menyesal karena tidak bisa menahan emosi dan bersikap kurang sopan terhadap orang tua,” tuturnya.
Tohirin juga mengatakan, bahwa dirinya sudah mencoba mendatangi rumah ibu tersebut pagi ini tapi beliau tidak ada di rumah, untuk silaturahmi dan meminta maaf.
Ditempat terpisah, Ibu Siti Yayuk yang ada di video tersebut mengatakan, beliau datang ke lokasi tersebut hanya untuk menyampaikan aspirasinya kepada Lurah, tetapi malah mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan.
“Saya datang kesana untuk menyampaikan aspirasi saya kepada pak Lurah. Tetapi bukan diberikan solusi, malah sebaliknya saya dibentak dan dimarahin di hadapan orang ramai, malu saya ini pak, sudah tua dimarahi di depan orang banyak, sampai nangis saya pak,” ujar Ibu Siti menceritakan kejadian.
Siti juga mengatakan, seharusnya pak lurah dapat mengayomi dan menjadi pengayom bagi warganya, bukan arogan seperti ini.
Senada dengan Siti, Dartin wanita yang juga ada di video tersebut mengatakan, dirinya mengajak ibu siti ke lokasi tersebut hanya untuk menyampaikan bahwa dirinya merasa tidak terkena dampak dari operasional perusahaan PT. Grace.
“Aku ngajak bu Siti itu mau ngobrol dengan pak lurah bahwa kami tidak merasa ada dampak dari Perusahaan tersebut, karena Perusahaan tersebut sudah setahun lebih beroperasi disini kenapa baru sekarang dipermasalahkan masalah debu dan lain-lain, ada apa bingung juga saya,” ucap Dartin.
Masih kata Dartin bahwa dirinya tidak berpihak kemana-mana hanya menyampaikan keadaan yang sebenarnya.
“Aku juga tidak berpihak kemana mana, baik pemerintah maupun perusahaan, saya ngomong apa adanya,” katanya menegaskan.
Masih kata Dartin, dirinya menyayangkan kenapa setiap ada aksi selalu mengatasnamakan warga RT 03 RW 02.
“Yang kami sesalkan setiap ada aksi di tempat ini selalu mengatasnamakan warga RT.03 RW.02 Kelurahan Anak petai, tapi kami tidak pernah diundang dan tidak mengetahui juga hasilnya dari kegiatan aksi tersebut, padahal saya ini pemilik lahan juga di ring 1 perusahaan,” tandas Dartin.
Sementara itu, Camat Kecamatan Prabumulih Utara Jeri Saputra SE M.Si, saat dimintai keterangan masalah tersebut mengatakan, dirinya sudah mendatangi lurah anak petai untuk menanyakan perihal permasalahan video viral tersebut dan lurah sudah memberikan penjelasan.
“Mungkin dalam waktu dekat ini saya akan memanggil kedua belah pihak untuk diadakan mediasi agar masalah ini dapat selesai dengan baik,” singkat Camat didampingi Sekcam dan Kasi Trantib Kecamatan. (tinus)













