OKU, bidiksumsel.com – Terkait kelangkaan minyak goreng (Migor), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU bersama Polres OKU menemukan 4 ton lebih Migor dikediaman Aldi Alferi (36) di jalan rajawali II RT 06 RW 02 kelurahan sekarjaya Kecamatan Baturaja Timur kabupaten OKU dengan merk Sovia sebanyak 236 Dirigen berukuran 18 liter. Senin, (21/02/2022).
Saat Disidak, Aldi Alferi (36) mengaku minyak goreng itu di kirim dari Palembang lewat ekspedisi.
“Saya hanya Sales pak, barang ini dikirim dari Palembang untuk di jual ke pelanggan khususnya pabrik tahu, dan pabrik kerupuk,” ujarnya.
Ia menambahkan, minyak goreng itu di kirim sebanyak 236 dirigen dengan kapasitas 18 liter perderigen. Dan sudah terjual hampir 20 derigen, sisanya masih di simpan di dalam kamar dapur rumah.
“Barang ini baru sampai tadi pagi (21/02/2022) dan baru terjual sekitar hampir 20 dirigen, dan ini bukan penimbunan,” kilahnya.
Ia menjelaskan, harga 1 derigen yang dikirim dari Palembang adalah 338.000,-. Kemudian ia menjual kepada pelanggan seharga 343.000 hingga 345.000 per derigen.
“Saya mulai menjual sejak bulan November tahun 2021 dan ini sudah kiriman ke 4 kalinya yang sudah diterima,” lanjutnya.

Sementara, PLH Bupati OKU Drs H Edward Chandra yang memimpin langsung inspeksi mendadak (sidak) mengatakan, sidak ini menanggapi keluhan masyarakat terkait kelangkaan minyak goreng di kabupaten OKU.
“Kita ingin mengetahui dan menemukan di mana letak tersendatnya distribusi minyak goreng ke masyarakat sehingga terjadi kelangkaan,” ucap PLH Bupati.
Sementara itu, Kapolres OKU AKBP Danu Agus Purnomo,S.I.K mengungkapkan, temuan minyak goreng tersebut berdasarkan dari penyelidikan unit Intel Polres OKU yang di perkuat oleh informasi masyarakat.
“Kita mendapat informasi di salah satu rumah penduduk bahwa ada ratusan dirigen minyak goreng. Kalau kita lakukan penyelidikan terkait kebenaran informasi itu. Ternyata benar adanya. Di rumah warga ini kita temukan 210 dirigen minyak goreng Atua sekitar 4 ton lebih minyak goreng,” ungkap Kapolres.
Saat ini sambung Kapolres, pihaknya masih mengembangkan apakah penemuan minyak goreng tersebut sesuai peruntukannya atau tidak.
“Kita masih dalami, karena situasi saat ini sedang terjadi kelangkaan minyak goreng. Sesuai instruksi Kapolda di himbau untuk tidak menimbun bahan pokok yang terjadi kelangkaan. kita akan minta klarifikasi kepada pemilik minyak goreng ini,” pungkas Kapolres.
Dari pantauan, sebanyak 210 derigen minyak goreng yang di temukan di rumah warga tersebut di angkut menggunakan kendaraan truk milik Polres OKU dan langsung dibawa petugas ke Mapolres OKU untuk tahap penyelidikan. (budi utomo)







