OKU Selatan, bidiksumsel.com – Mengingat letak giografis dan faktor alam, denyut nadi perekonomian Kabupaten OKU Selatan sangat bergantung pada sektor pertanian dan perkebunan.
Serta untuk mendukung program pemerintah Kabupaten OKU Selatan dalam pembangunan dan perbaikan perekonomian secara menyeluruh dan berkesinambungan dengan terkonsep dan sinkron, Pemerintah Desa Pengandonan membangun infrastruktur jalan bagi warga. Kamis, (02/12/2021).
Kepala Desa Pengandonan, Jon Sarmanudin (57) menjelaskan, proyek pembangunan jalan desa pengandonan kecamatan kisam ilir sepanjang 794 meter dengan lebar 2 meter yang dikerjakan dengan sistem pekerjaan padat yang melibatkan warga sekitar.
“Tujuan dari kegiatan Padat Karya adalah untuk memberdayakan masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. Sehingga hasil pekerjaan rabat beton yang dilakukan oleh masyarakat cukup baik, karena kualitasnya sesuai dengan spesifikasi pekerjaan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, dalam pelaksanaan pembangunan jalan rabat beton akses jalan desa yang menghubungkan area perkebunan dan persawahan milik warga, tentu saja tetap memperhatikan kualitas yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.
“Spesifikasi dan kualitas tentu sangat kami perhatikan, ini untuk warga,” paparnya.

Salah satu masyarakat desa setempat menuturkan, dahulu jalan ini rusak dan berlumpur cukup dalam dikarenakan lokasi persawahan yang becek saat musim hujan.
“Alhamdulillah sekarang sudah ada pembangunan, dan pembangunannya juga dengan menggunakan Kontruksi rabat beton. Ini semua berkat dorongan Kepala Desa Pengandonan Jon Sarmanudin yang terus giat mendorong arah perbaikan dan pembangunan di seluruh sektor, baik bersifat fisik maupun pemberdayaan agar tepat guna dan sasaran,” tandasnya.
Sementara itu, salah satu tokoh pemuda desa setempat Edi Warmansyah alias Ujang menilai, Kepala Desa saat ini sudah cukup baik dengan terus bekerja sama dengan seluruh warga desa tanpa terkecuali agar bahu membahu untuk kemajuan desa.
“Kades saat ini selalu siap terbuka mendengar masukan dan kritik yang bersifat membangun serta harus mampu memberikan contoh dan solusi cemerlang dalam hal penyaluran bantuan pemberdayaan juga pembangunan desa,” pungkasnya. (bs)









