JMSI Sumsel Siap Perangi Hoaks, Herman Deru Dorong Kolaborasi Edukasi Digital untuk Masyarakat
Palembang, bidiksumsel.com – Arus informasi yang semakin deras di era digital menghadirkan tantangan baru bagi masyarakat. Di satu sisi, teknologi memudahkan akses terhadap berbagai informasi, namun di sisi lain juga membuka ruang bagi penyebaran berita bohong, disinformasi, hingga berbagai modus penipuan berbasis digital yang semakin sulit dibedakan dari informasi yang benar.
Melihat kondisi tersebut, Pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Selatan menyatakan kesiapan untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam upaya meningkatkan literasi digital masyarakat sekaligus menangkal penyebaran hoaks di ruang publik.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua JMSI Sumsel, Firdaus Komar, saat melakukan audiensi dengan Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, terkait rencana pelantikan pengurus JMSI Sumsel dan penyelenggaraan kuliah umum yang akan digelar pada 22 Juli 2026 mendatang. Kamis, 11 Juni 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Firdaus Komar menjelaskan bahwa keberadaan perusahaan media siber yang terorganisasi memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas informasi di tengah masyarakat. Tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, media juga memiliki tanggung jawab untuk melakukan verifikasi, klarifikasi, dan edukasi publik agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital telah mengubah pola konsumsi informasi masyarakat secara signifikan. Saat ini, informasi dapat tersebar dalam hitungan detik melalui berbagai platform media sosial tanpa melalui proses verifikasi yang memadai.
“Kehadiran media yang profesional menjadi sangat penting. Selain berperan mengklarifikasi informasi yang beredar, media juga memiliki tanggung jawab untuk mengedukasi masyarakat dan membantu menangkal penyebaran hoaks,” ujar Firdaus Komar.
Ia menambahkan, JMSI Sumsel siap mengambil peran lebih besar dalam meningkatkan literasi digital masyarakat melalui berbagai program yang melibatkan pemangku kepentingan, komunitas, akademisi, pemerintah, hingga pelaku industri media.
Herman Deru Soroti Ancaman Hoaks dan Penipuan Digital
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menyambut baik komitmen yang disampaikan JMSI Sumsel. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi perusahaan media menjadi kebutuhan penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
Deru menilai masyarakat saat ini memang semakin mudah mendapatkan informasi dari berbagai sumber. Namun kemudahan tersebut tidak selalu diiringi kemampuan untuk memilah dan memverifikasi kebenaran informasi yang diterima.
Akibatnya, tidak sedikit masyarakat yang menjadi korban berita palsu, provokasi digital, hingga berbagai bentuk penipuan yang memanfaatkan teknologi komunikasi modern.
“Di tengah perkembangan teknologi saat ini, masyarakat sangat mudah memperoleh informasi, tetapi belum tentu semua informasi tersebut benar,” ujar Herman Deru.
Ia menegaskan bahwa persoalan hoaks tidak boleh dianggap sepele karena dapat memicu kesalahpahaman, keresahan sosial, hingga menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap berbagai institusi.
Selain itu, maraknya penipuan berbasis digital juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Berbagai modus penipuan melalui media sosial, aplikasi pesan instan, hingga platform digital lainnya terus berkembang dan menyasar berbagai kalangan masyarakat.
Karena itu, Herman Deru menilai diperlukan upaya edukasi yang berkelanjutan agar masyarakat semakin cerdas dalam menerima, menyaring, dan menyebarkan informasi.
“Diperlukan edukasi kepada masyarakat. Kami membutuhkan peran JMSI untuk membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat. Ke depan, kolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika bisa menjadi langkah yang sangat baik,” katanya.
JMSI Siapkan Program Literasi Digital
Menanggapi dukungan tersebut, Firdaus Komar menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kepada JMSI.
Ia menegaskan bahwa pihaknya siap menyusun berbagai program yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Program-program tersebut nantinya akan difokuskan pada peningkatan literasi digital, edukasi antihoaks, penguatan kemampuan masyarakat dalam memverifikasi informasi, serta peningkatan kesadaran terhadap ancaman kejahatan digital.
“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada JMSI. Kami siap berkolaborasi dan bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk mengedukasi masyarakat terkait hoaks dan informasi yang tidak benar. Ke depan kami akan menyiapkan program-program yang berdampak dan melibatkan berbagai stakeholder,” ujar Firdaus.
Menurutnya, keberhasilan melawan hoaks tidak bisa dilakukan oleh media atau pemerintah secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar ekosistem informasi yang sehat dapat terwujud.
Pelantikan JMSI Sumsel Hadirkan Menteri HAM
Selain membahas program kolaborasi, pertemuan tersebut juga menjadi ajang penyampaian rencana pelantikan pengurus JMSI Sumsel yang akan digelar pada 22 Juli 2026.
Firdaus Komar menjelaskan bahwa pelantikan pengurus tidak hanya menjadi momentum pengukuhan organisasi, tetapi juga akan diisi dengan kegiatan akademik berupa stadium general atau kuliah umum yang menghadirkan Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Natalius Pigai.
Kuliah umum tersebut direncanakan mengangkat tema mengenai penegakan hak asasi manusia, hukum, dan kemerdekaan pers dalam membangun ekosistem pers yang sehat dan berkualitas.
Sementara tema besar kegiatan pelantikan JMSI Sumsel adalah “Menguatkan Sinergi Media Siber untuk Pembangunan Sumatera Selatan”.
Firdaus berharap kehadiran Menteri HAM dapat memberikan perspektif yang lebih luas mengenai pentingnya kebebasan pers yang bertanggung jawab, perlindungan hak-hak masyarakat dalam memperoleh informasi, serta peran media dalam memperkuat demokrasi.
“Selain pelantikan yang akan dilakukan oleh Ketua Umum JMSI, kami juga merencanakan kuliah umum bersama Menteri HAM. Kami berharap Bapak Gubernur dapat berkenan hadir dalam kegiatan tersebut,” katanya.
Peran Media Kian Strategis
Di tengah transformasi digital yang berlangsung cepat, peran media siber dinilai semakin strategis dalam menjaga kualitas demokrasi dan ruang publik.
Media tidak hanya dituntut menghadirkan informasi yang cepat, tetapi juga harus memastikan setiap informasi yang dipublikasikan memiliki akurasi, keberimbangan, dan nilai edukasi bagi masyarakat.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi media seperti JMSI diharapkan mampu menciptakan ekosistem informasi yang lebih sehat, memperkuat literasi digital masyarakat, sekaligus menjadi benteng dalam menghadapi berbagai ancaman hoaks dan disinformasi yang semakin kompleks.
Dengan dukungan berbagai pihak, Sumatera Selatan diharapkan dapat menjadi salah satu daerah yang berhasil membangun masyarakat yang cerdas secara digital, kritis terhadap informasi, dan tidak mudah terpengaruh oleh berita palsu yang berpotensi merugikan kepentingan publik. (rd)












