Polda Sumsel Perkuat Sinergi dengan BP3MI untuk Perlindungan Pekerja Migran Indonesia
Palembang, bidiksumsel.com – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) mempertegas komitmennya dalam mendukung program prioritas nasional di bidang perlindungan pekerja migran melalui penguatan sinergi dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Selatan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya negara untuk memberikan perlindungan menyeluruh kepada para pekerja migran Indonesia yang selama ini berkontribusi sebagai pahlawan devisa bangsa, sekaligus mencegah berbagai bentuk kejahatan yang mengancam keselamatan dan hak-hak mereka.
Komitmen itu ditegaskan dalam audiensi strategis antara Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., dengan Kepala BP3MI Sumatera Selatan, Waydiansyah, beserta jajaran yang berlangsung di Ruang Delegasi Lantai II Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Selasa (2/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai langkah penguatan koordinasi lintas sektor, mulai dari pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), pengawasan proses penempatan pekerja migran, peningkatan edukasi kepada masyarakat, hingga penguatan perlindungan hukum bagi calon pekerja migran maupun pekerja migran Indonesia asal Sumatera Selatan.
BP3MI Sumatera Selatan dalam kesempatan itu memaparkan kondisi terkini penempatan pekerja migran asal Sumsel beserta sejumlah tantangan yang masih dihadapi. Beberapa di antaranya adalah keberangkatan nonprosedural, praktik perekrutan ilegal, hingga potensi eksploitasi yang dilakukan oleh jaringan tertentu terhadap calon pekerja migran.
Menanggapi hal tersebut, Polda Sumsel menyatakan kesiapan untuk memperkuat langkah pencegahan, edukasi, pengawasan, dan penegakan hukum guna meminimalkan berbagai risiko yang dapat merugikan masyarakat.
Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho menegaskan bahwa perlindungan terhadap pekerja migran merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilaksanakan secara serius dan berkelanjutan.
Menurutnya, pekerja migran Indonesia memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian nasional sehingga negara wajib memastikan mereka mendapatkan perlindungan yang maksimal sejak proses perekrutan hingga bekerja di luar negeri.
“Polri tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari negara yang wajib melindungi masyarakat. Pekerja migran Indonesia adalah pahlawan devisa yang harus mendapatkan perlindungan maksimal dari berbagai potensi ancaman, termasuk tindak pidana perdagangan orang, penempatan ilegal, maupun bentuk eksploitasi lainnya. Karena itu, sinergi dengan BP3MI menjadi langkah strategis yang harus terus diperkuat,” tegas Kapolda.
Ia menambahkan, kerja sama yang terjalin antara Polda Sumsel dan BP3MI diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengawasan sejak tahap awal perekrutan, pemberangkatan, hingga penempatan pekerja migran di negara tujuan.
Selain itu, kolaborasi tersebut juga menjadi sarana penting untuk memperkuat pertukaran informasi dan deteksi dini terhadap berbagai modus kejahatan yang menyasar calon pekerja migran.
Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa perlindungan pekerja migran merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
“Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat. Melalui sinergi dengan BP3MI, Polda Sumsel akan terus memperkuat upaya pencegahan, edukasi, serta penegakan hukum terhadap setiap pihak yang mencoba memanfaatkan atau mengeksploitasi pekerja migran Indonesia secara ilegal. Negara harus hadir sejak awal untuk memastikan masyarakat memperoleh perlindungan yang maksimal,” ujarnya.
Menurut Nandang, tantangan perlindungan pekerja migran saat ini tidak hanya berkaitan dengan aspek administratif, tetapi juga menyangkut ancaman kejahatan transnasional seperti perdagangan orang dan eksploitasi tenaga kerja yang membutuhkan penanganan lintas sektor secara terintegrasi.
Karena itu, sinergi antara aparat penegak hukum dan lembaga perlindungan pekerja migran menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem perlindungan yang lebih efektif, responsif, dan berkelanjutan.
Audiensi tersebut ditutup dengan penyerahan cendera mata serta komitmen bersama untuk terus memperkuat koordinasi dan kerja sama dalam meningkatkan perlindungan bagi pekerja migran Indonesia asal Sumatera Selatan.
Melalui langkah strategis ini, Polda Sumsel kembali menegaskan dukungannya terhadap program nasional perlindungan pekerja migran, implementasi Polri Presisi, serta upaya mewujudkan perlindungan maksimal bagi warga negara Indonesia dari berbagai bentuk kejahatan yang dapat mengancam keselamatan, hak, dan kesejahteraan mereka. (rd)












