Kiyai Jamak Tebar Kepedulian di Iduladha 2026, Salurkan Sapi dan Kambing Kurban untuk Warga

bidiksumsel.com/dkd

Palembang, bidiksumsel.com – Momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah kembali dimanfaatkan Direktur Utama PT Pengamanan Anak Bangsa (PAB), H. Jamak Udin, SH untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat melalui ibadah kurban.

Tradisi tahunan tersebut rutin dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar, khususnya warga yang membutuhkan.

Pada perayaan Iduladha tahun 2026 ini, pria yang akrab disapa Kiyai Jamak itu menyalurkan hewan kurban berupa satu ekor sapi dan dua ekor kambing. Selain itu, panitia juga menyiapkan sebanyak 120 kupon pembagian daging kurban bagi masyarakat sekitar, anak yatim piatu, kaum dhuafa, serta anggota dan karyawan PT PAB.

Kegiatan penyembelihan hewan kurban dilaksanakan di kawasan Jalan Nila Kandi, Keramasan, Kecamatan Kertapati, Palembang, Rabu (27/5/2026).

Sejak pagi hari, suasana penuh kebersamaan tampak mewarnai lokasi pelaksanaan kurban. Warga sekitar terlihat ikut membantu proses penyembelihan hingga pembagian daging kurban kepada para penerima manfaat.

Bagi Kiyai Jamak, ibadah kurban bukan sekadar kegiatan menyembelih hewan, melainkan memiliki makna spiritual dan sosial yang sangat mendalam bagi umat Islam.

Ia menjelaskan, kurban merupakan bentuk keteladanan dari kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS tentang ketaatan dan kepasrahan total kepada Allah SWT.

Menurutnya, peristiwa pengorbanan Nabi Ibrahim menjadi simbol bahwa seorang hamba harus menempatkan cinta dan kepatuhan kepada Allah di atas segala-galanya.

“Kurban mengajarkan bahwa cinta dan ketundukan kepada Allah harus berada di atas segalanya. Kita belajar untuk ikhlas mengorbankan sesuatu yang kita cintai demi menjalankan perintah Allah,” ujar Kiyai Jamak.

Ia menuturkan, nilai utama dalam ibadah kurban bukan terletak pada besarnya hewan yang disembelih, melainkan pada ketakwaan dan keikhlasan orang yang menjalankannya.

Menurutnya, hewan kurban merupakan sesuatu yang bernilai bagi pemiliknya, sehingga proses berkurban menjadi latihan untuk mengikis sifat egois dan kecintaan berlebihan terhadap harta dunia.

“Yang dinilai Allah bukan hanya dagingnya, tetapi ketakwaan dan keikhlasan dari orang yang berkurban,” katanya.

Selain sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT, kurban juga memiliki nilai sosial yang besar karena menjadi sarana berbagi kebahagiaan dengan masyarakat, khususnya fakir miskin dan kaum dhuafa.

Melalui pembagian daging kurban, masyarakat yang membutuhkan dapat ikut merasakan kebahagiaan Hari Raya Iduladha bersama-sama.

“Kurban bukan hanya ritual ibadah, tetapi juga momentum berbagi dan memperkuat rasa persaudaraan antar sesama,” ungkapnya.

Kiyai Jamak juga menilai ibadah kurban menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk melakukan introspeksi diri dan membersihkan hati dari berbagai sifat buruk seperti keserakahan, iri hati, kesombongan, serta egoisme.

Menurutnya, Iduladha mengajarkan manusia untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih peduli terhadap sesama, dan lebih dekat kepada Allah SWT.

Ia menjelaskan, secara bahasa kata “kurban” berasal dari bahasa Arab qurban yang berarti mendekat. Karena itu, esensi utama ibadah kurban adalah mendekatkan diri kepada Sang Pencipta melalui ketaatan dan amal ibadah.

“Secara garis besar, Iduladha mengajarkan tiga hal utama, yaitu taat, ikhlas, dan berbagi,” jelasnya.

Pelaksanaan kurban yang rutin dilakukan setiap tahun tersebut juga menjadi bagian dari upaya PT Pengamanan Anak Bangsa dalam memperkuat hubungan sosial dengan masyarakat sekitar.

Kiyai Jamak berharap kegiatan tersebut dapat terus membawa keberkahan, kesehatan lahir dan batin, serta kelapangan rezeki sehingga jumlah hewan kurban dan penerima manfaat dapat terus meningkat setiap tahunnya.

“Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi kita semua, dan ke depan kami berharap bisa terus meningkatkan jumlah hewan kurban agar semakin banyak masyarakat yang menerima manfaat,” tutupnya.

Momentum Iduladha di kawasan Keramasan itu pun berlangsung penuh kehangatan. Selain menjadi ajang ibadah, kegiatan kurban tersebut juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antara perusahaan, masyarakat, dan seluruh pihak yang terlibat. (dkd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *