BI Sumsel Susur Sungai Musi, Rp5,3 Miliar Uang Baru Dibawa ke Desa Pesisir

ist

Palembang, bidiksumsel.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan secara resmi melepas kegiatan Susur Sungai Musi (SSM) sebagai bagian dari rangkaian Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026, Senin (2/3/2026).

Kegiatan ini menjadi wujud komitmen BI dalam memastikan ketersediaan uang Rupiah yang cukup, layak edar, serta menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Momentum Ramadan dan Idulfitri dinilai sebagai periode krusial karena lonjakan kebutuhan uang tunai kerap terjadi seiring meningkatnya aktivitas ekonomi.

Seremonial pelepasan dipimpin oleh Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, bersama perwakilan Pemerintah Kota Palembang, Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Komandan Pangkalan TNI AL Palembang Kolonel Laut (P) Arry Hendrawan, Kepala BIN Daerah Sumsel, serta Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan.

Dalam sambutannya, Bambang Pramono menyampaikan bahwa kebutuhan uang di Sumatera Selatan selama Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah diproyeksikan meningkat hingga 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut mencerminkan menguatnya konsumsi rumah tangga dan aktivitas perdagangan ritel menjelang Hari Raya.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, BI Sumsel menyiapkan berbagai langkah strategis guna menjaga kelancaran transaksi dan stabilitas sistem pembayaran. Melalui SERAMBI 2026 yang mengusung tema “Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah”, dibuka 462 titik layanan penukaran uang di seluruh Sumatera Selatan dengan total kuota mencapai 57.000 penukar.

Hingga awal Maret 2026, realisasi penukaran telah mencapai Rp121,4 miliar dengan 23.800 penukar atau sekitar 40 persen dari total kuota. Untuk memenuhi kebutuhan Uang Pecahan Kecil (UPK), BI menyiapkan lebih dari Rp1,6 triliun dalam pecahan Rp1.000 hingga Rp20.000.

Kegiatan Susur Sungai Musi dilaksanakan pada 2–6 Maret 2026 dengan menyasar enam desa pesisir di sepanjang Sungai Musi, yakni Desa Upang, Muara Talang, Makarti, Sungsang, Bunga Karang, dan Pulau Borang. Wilayah ini sebagian besar berada di kawasan perairan Kabupaten Banyuasin yang akses perbankannya masih terbatas.

Dalam kegiatan tersebut, dibawa modal kas sebesar Rp5,3 miliar dalam pecahan Rp1.000 hingga Rp50.000, seluruhnya dalam kondisi baru dan layak edar. Langkah ini memastikan masyarakat pesisir tetap memiliki akses terhadap layanan kas resmi tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota.

Komandan Lanal Palembang menyampaikan apresiasi atas konsistensi BI menghadirkan layanan inovatif bagi masyarakat. Ia menegaskan dukungan penuh TNI AL dalam memastikan kelancaran dan keamanan pelaksanaan SSM di jalur perairan Sungai Musi.

Pemerintah Kota Palembang dan Pemerintah Kabupaten Banyuasin juga menyatakan dukungan terhadap program tersebut sebagai bagian dari penguatan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir, khususnya di delapan kecamatan wilayah perairan Banyuasin.

Tak hanya layanan penukaran uang, kegiatan ini turut diisi dengan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Sosialisasi pembayaran non-tunai juga digencarkan guna mendorong peningkatan literasi serta inklusi keuangan masyarakat pesisir.

Seluruh layanan penukaran dilakukan melalui pendaftaran digital pada aplikasi PINTAR (pintar.bi.go.id), sebagai bagian dari upaya transparansi dan efisiensi layanan publik.

Melalui SERAMBI 2026 dan Susur Sungai Musi, BI Provinsi Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. Rupiah bukan sekadar alat transaksi, melainkan simbol kedaulatan yang harus dijaga kualitas dan distribusinya secara merata.

Dengan menjangkau wilayah pesisir dan 3T, BI memastikan bahwa semarak Ramadan dan Idulfitri dapat dirasakan seluruh masyarakat Sumatera Selatan tanpa terkendala akses terhadap uang layak edar. (dkd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *