Muba  

Warga Bumi Ayu Muba Geram! Listrik PLN “Spaning” Tak Kunjung Stabil, Kades Desak Perbaikan

ist

Muba, bidiksumsel.com – Sejumlah pelanggan PLN di Desa Bumi Ayu, Kecamatan Lawang Wetan, Kabupaten Musi Banyuasin, mengeluhkan kondisi tegangan listrik PLN yang tak kunjung stabil. Aliran listrik yang naik-turun atau kerap disebut masyarakat sebagai “spaning” dinilai sangat merugikan warga dan berpotensi menimbulkan dampak serius jika dibiarkan terus berlangsung.

Keluhan tersebut disampaikan langsung oleh masyarakat melalui Kepala Desa Bumi Ayu, Amrullah Mahmud, SH, yang mendesak PLN agar segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kualitas layanan di wilayahnya.

Menurut Amrullah, kondisi tegangan listrik yang tidak stabil sudah terjadi cukup lama. Namun hingga saat ini belum terlihat adanya respons atau tindak lanjut yang jelas dari pihak PLN, khususnya unit yang menangani wilayah Sekayu.

“Listrik yang spaning seperti ini apabila terus terjadi akan merusak segala alat elektronik di rumah warga. Selain itu jika dibiarkan bisa jadi listrik di desa padam total,” kata Amrullah, Senin (16/2/2026).

Masalah tegangan listrik yang tidak stabil bukan sekadar gangguan ringan. Bagi masyarakat, kondisi tersebut bisa berdampak langsung terhadap aktivitas sehari-hari, mulai dari penerangan rumah, kebutuhan memasak, hingga penggunaan peralatan elektronik seperti televisi, kulkas, pompa air, hingga perangkat komunikasi.

Dalam banyak kasus, tegangan listrik yang naik-turun secara terus menerus dapat memperpendek usia alat elektronik, bahkan menyebabkan kerusakan permanen.

Kondisi ini pun menimbulkan kekhawatiran besar di tengah warga, terutama menjelang bulan Ramadan, ketika kebutuhan listrik rumah tangga cenderung meningkat karena aktivitas masyarakat juga bertambah.

Amrullah menilai pihak PLN Sekayu terkesan kurang tanggap terhadap keluhan masyarakat. Ia menyebut, ketidakjelasan respons dari PLN membuat warga merasa diabaikan, padahal listrik merupakan layanan vital yang menyangkut kebutuhan dasar.

“Tidak ada respon dari pihak PLN Sekayu ini membuat jengkel masyarakat. Kami harap segera ada perbaikan dan diatasi agar pelayanan kembali normal,” tukasnya.

Ia menegaskan, masyarakat tidak menuntut hal yang berlebihan. Warga hanya meminta PLN menjalankan tugasnya secara profesional dengan memastikan tegangan listrik normal dan stabil, sebagaimana standar pelayanan yang seharusnya diterima pelanggan.

Kepala Desa Bumi Ayu juga mengingatkan bahwa persoalan tegangan listrik yang tidak stabil bisa menjadi pintu masuk masalah yang lebih besar. Selain merusak perangkat elektronik, kondisi ini berisiko menimbulkan gangguan jaringan yang lebih luas.

Jika sistem distribusi terus dibiarkan bermasalah, bukan tidak mungkin terjadi pemadaman total, baik di satu desa maupun wilayah sekitarnya.

Karena itu, Amrullah meminta PLN segera melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk evaluasi jaringan, trafo distribusi, beban listrik, serta kondisi instalasi di jalur penyaluran yang menuju Desa Bumi Ayu.

Masyarakat berharap PLN tidak hanya menerima laporan, tetapi benar-benar turun ke lapangan untuk melihat kondisi yang terjadi. Apalagi, keluhan semacam ini seringkali membutuhkan tindakan teknis seperti penambahan kapasitas trafo, perbaikan jaringan, atau penyeimbangan beban listrik.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga Desa Bumi Ayu tersebut.

Namun masyarakat berharap, PLN segera merespons cepat demi menghindari kerugian yang lebih besar, sekaligus mengembalikan kepercayaan publik terhadap pelayanan listrik di Kabupaten Musi Banyuasin. (ari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *