Polda Sumsel Gelar Lat Pra Ops Pekat Musi 2026, Premanisme hingga Miras Jadi Sasaran
Palembang, bidiksumsel.com – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) menggelar Latihan Pra Operasi (Lat Pra Ops) Pekat Musi 2026 sebagai langkah strategis dalam memperkuat kesiapan personel sebelum terjun ke lapangan. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., di Auditorium Lantai 7 Mapolda Sumsel, Rabu (11/02/2026).
Latihan ini menjadi bagian penting dalam upaya menjaga stabilitas keamanan, sekaligus menegaskan keseriusan Polda Sumsel dalam menanggulangi berbagai bentuk penyakit masyarakat yang berpotensi mengganggu ketertiban umum di wilayah hukum Sumatera Selatan.
Dalam pembukaan Lat Pra Ops tersebut, Brigjen Pol Rony Samtana tampak didampingi oleh Plh Irwasda Polda Sumsel Kombes Pol Fijar. Kegiatan ini juga dihadiri jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Sumsel, sebagai bentuk dukungan struktural terhadap pelaksanaan Operasi Pekat Musi 2026.
Tak hanya itu, pelatihan ini juga diikuti oleh para Kasatgas yang tergabung dalam struktur Operasi Pekat Musi 2026. Kehadiran seluruh unsur yang terlibat dinilai penting untuk menyamakan pola tindak di lapangan agar operasi berjalan terukur, efektif, dan sesuai ketentuan.
Operasi Pekat Musi 2026 merupakan operasi kepolisian yang difokuskan pada penanggulangan berbagai penyakit masyarakat (pekat) yang selama ini kerap menjadi pemicu gangguan kamtibmas.
Sasaran utama operasi ini meliputi :
- Premanisme dan aksi-aksi pemalakan
- Perjudian dalam berbagai bentuk
- Peredaran minuman keras (miras)
- Berbagai gangguan kamtibmas lain yang meresahkan masyarakat
Polda Sumsel menilai, penyakit masyarakat yang dibiarkan tumbuh akan berpotensi melahirkan tindak pidana lain yang lebih besar. Karena itu, operasi ini dirancang untuk mencegah sekaligus menekan angka kriminalitas, terutama yang berawal dari praktik-praktik ilegal di tengah masyarakat.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., memberikan keterangan resmi terkait arahan pimpinan dalam kegiatan tersebut.
Ia menyampaikan bahwa kehadiran Wakapolda Sumsel dalam pembukaan Lat Pra Ops Pekat Musi 2026 menegaskan komitmen institusi untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat melalui langkah-langkah penegakan hukum yang terukur.
Menurutnya, Wakapolda Sumsel menekankan agar seluruh personel yang terlibat benar-benar memahami target operasi secara rinci, mulai dari sasaran, prosedur penindakan, hingga mekanisme koordinasi antar satuan.
Selain itu, personel juga diminta untuk tetap mengedepankan prinsip profesionalisme, termasuk memperhatikan aspek hak asasi manusia (HAM) dalam setiap tindakan.
“Pimpinan menekankan agar seluruh personel memahami target operasi secara detail dan tetap mengedepankan hak asasi manusia,” terang Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.
Melalui Operasi Pekat Musi 2026, Polda Sumsel berharap potensi tindak pidana dapat ditekan secara signifikan. Keberhasilan operasi ini diyakini akan berdampak langsung pada terciptanya iklim sosial yang lebih kondusif dan produktif.
Apalagi, stabilitas keamanan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung aktivitas masyarakat, roda perekonomian, hingga kelancaran pembangunan di wilayah Sumatera Selatan.
Lat Pra Ops ini juga menjadi ruang untuk mematangkan strategi, memperkuat pemahaman personel, serta memastikan seluruh anggota yang terlibat siap menjalankan tugas di lapangan secara terkoordinasi.
Latihan pra operasi ini dimulai sejak pukul 09.00 WIB dan berlangsung dalam suasana aman, tertib, serta lancar.
Dengan dimulainya Lat Pra Ops tersebut, jajaran Polda Sumsel menyatakan siap melaksanakan Operasi Pekat Musi 2026 sebagai bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Langkah ini sekaligus menjadi bentuk kehadiran negara dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, dan menciptakan rasa nyaman bagi warga di Bumi Sriwijaya. (dkd)













