Disorot Netizen, Kontraktor Jelaskan Kondisi Proyek Drainase Jalan M Yamin Prabumulih
Prabumulih, bidiksumsel.com – Pihak kontraktor pelaksana pembangunan parit atau drainase di Jalan M. Yamin, tepatnya di kawasan belakang Pasar Prabumulih, akhirnya memberikan penjelasan terkait keluhan warganet yang ramai diperbincangkan di media sosial. Keluhan tersebut menyoroti adanya bagian dinding bangunan drainase yang tampak terkelupas dan dinilai menurunkan kualitas pekerjaan.
Menanggapi hal itu, Ardi, selaku pengawas lapangan dari CV Karya Mungga, kontraktor pelaksana proyek, menegaskan bahwa kondisi yang dipermasalahkan publik tidak terlepas dari berbagai kendala teknis yang dihadapi selama proses pengerjaan di lapangan.
Menurut Ardi, lokasi proyek yang berada di kawasan padat aktivitas perdagangan menjadi tantangan tersendiri bagi tim pelaksana. Jalan M. Yamin dikenal sebagai salah satu jalur utama dengan lalu lintas kendaraan yang tinggi, terlebih berada di belakang pasar yang setiap hari dipadati pedagang dan pembeli.
“Yang pertama tentu faktor cuaca. Saat ini intensitas hujan cukup tinggi. Selain itu, aktivitas jual beli pedagang dan padatnya arus kendaraan di Jalan M. Yamin membuat pekerjaan tidak bisa dilakukan secara optimal pada siang hari,” ujar Ardi kepada wartawan, Rabu (31/12/2025).
Ia menjelaskan, demi menghindari gangguan terhadap aktivitas masyarakat dan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan, sebagian besar pekerjaan terpaksa dilakukan pada malam hari. Kondisi tersebut, lanjut Ardi, turut memengaruhi efektivitas pekerjaan konstruksi, terutama pada proses pengecoran dan finishing dinding drainase.
“Karena siang hari jalan sering macet dan ramai, kami banyak mengerjakan pekerjaan di malam hari. Ini tentu membutuhkan penyesuaian teknis, apalagi saat hujan turun secara tiba-tiba,” jelasnya.
Terkait munculnya lapisan dinding drainase yang terkelupas sebagaimana viral di media sosial, Ardi memastikan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti temuan tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh pekerjaan tetap mengacu pada spesifikasi teknis dan arahan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
“Kami sudah melaksanakan tindakan perbaikan sesuai instruksi dari pihak Dinas PUPR. Apa yang menjadi catatan dan arahan sudah kami tindaklanjuti,” katanya singkat.
Ardi juga menekankan bahwa dalam setiap pekerjaan konstruksi, terdapat tahapan evaluasi dan penyempurnaan, termasuk pada masa pemeliharaan. Menurutnya, kondisi cuaca ekstrem dan lingkungan kerja yang padat aktivitas memang dapat memengaruhi hasil sementara pekerjaan, namun bukan berarti kualitas akhir akan diabaikan.
“Kami tetap bertanggung jawab penuh terhadap hasil pekerjaan. Jika ada bagian yang perlu disempurnakan, tentu akan diperbaiki sesuai mekanisme yang berlaku,” tegasnya.
Sementara itu, sorotan publik terhadap proyek drainase tersebut dinilai sebagai bentuk kontrol sosial yang wajar. Proyek infrastruktur yang bersumber dari anggaran pemerintah memang dituntut untuk dikerjakan secara transparan dan berkualitas, mengingat fungsinya yang vital bagi masyarakat, khususnya dalam mengatasi genangan air dan memperlancar sistem drainase kota.
Sejumlah warga yang melintas di kawasan tersebut berharap pekerjaan dapat segera diselesaikan dengan hasil maksimal. Mereka menginginkan drainase yang dibangun benar-benar kuat dan tahan lama, mengingat kawasan belakang pasar kerap menjadi titik rawan genangan saat hujan deras.
Dengan adanya penjelasan dari pihak kontraktor, diharapkan masyarakat mendapatkan gambaran yang lebih utuh terkait kondisi proyek drainase Jalan M. Yamin. Pihak pelaksana pun menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai ketentuan dan arahan teknis, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat Kota Prabumulih. (tono)













