Sentuh Jurnalis Siber, Eva Susanti Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI di Palembang

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) sekaligus Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI), Hj Eva Susanti S.E., M.M. memberikan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI kepada kalangan jurnalis media siber di Kota Palembang pada Sabtu (13/12/2025) siang/ist

Palembang, bidiksumsel.com – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) sekaligus Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI), Hj Eva Susanti S.E., M.M., menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang secara khusus menyasar kalangan jurnalis media siber di Kota Palembang. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Detiksumsel, Jalan Arivai, Palembang, pada Sabtu (13/12/2025) siang, dan berlangsung dalam suasana dialogis serta penuh antusiasme.

Puluhan jurnalis media online yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Provinsi Sumatera Selatan tampak hadir mengikuti kegiatan tersebut. Sosialisasi ini menjadi ruang penting untuk memperkuat pemahaman nilai-nilai kebangsaan di kalangan insan pers digital, yang saat ini memegang peran strategis dalam membentuk opini publik di tengah derasnya arus informasi.

Dalam sambutannya, Hj Eva Susanti menegaskan bahwa Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika, merupakan fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, wajib dipahami dan diinternalisasi oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk profesi jurnalis.

“Jurnalis memiliki peran yang sangat penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat luas. Oleh karena itu, pemahaman terhadap Empat Pilar MPR RI menjadi sangat relevan agar setiap produk jurnalistik tetap sejalan dengan nilai kebangsaan, persatuan, dan keutuhan NKRI,” ujar Senator asal Sumatera Selatan itu.

Eva Susanti menilai, di era digital saat ini, jurnalis media siber berada di garda terdepan dalam arus informasi yang cepat, masif, dan tanpa batas. Kondisi tersebut, kata dia, menuntut jurnalis tidak hanya profesional secara teknis, tetapi juga memiliki pijakan ideologis dan etika kebangsaan yang kuat.

“Kebebasan pers adalah pilar demokrasi, namun kebebasan itu harus berjalan seiring dengan tanggung jawab. Di sinilah pentingnya Empat Pilar sebagai landasan moral dan konstitusional,” tegasnya.

Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya. Edi Triono, S.T., selaku Ketua DPD PJS Provinsi Sumatera Selatan, tampil sebagai narasumber pertama. Sementara narasumber kedua adalah Dr. Hilmin, akademisi dan dosen di salah satu universitas di Sumatera Selatan.

Dalam paparannya, Edi Triono menekankan bahwa sosialisasi Empat Pilar MPR RI bagi jurnalis bukan sekadar agenda seremonial, melainkan kebutuhan mendesak di tengah tantangan dunia jurnalistik digital. Menurutnya, kecepatan informasi yang menjadi ciri khas media online harus diimbangi dengan akurasi, etika, dan perspektif kebangsaan.

“Jurnalis hari ini tidak hanya dituntut cepat, tetapi juga bertanggung jawab. Nilai-nilai Empat Pilar harus menjadi kompas moral agar pemberitaan tidak memecah belah, tidak memperkeruh suasana, tetapi justru mencerdaskan dan menyejukkan,” kata Edi.

Ia juga menambahkan bahwa PJS Sumsel berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kapasitas jurnalis, tidak hanya dari sisi teknis jurnalistik, tetapi juga dari sisi pemahaman ideologi kebangsaan dan etika profesi.

Sementara itu, Dr. Hilmin dalam pemaparannya menyoroti posisi strategis jurnalis sebagai agen literasi publik. Ia menjelaskan bahwa jurnalis memiliki kekuatan besar dalam membentuk cara pandang masyarakat terhadap isu-isu sosial, politik, dan kebangsaan.

“Dengan pemahaman yang baik terhadap Empat Pilar, jurnalis dapat menghadirkan narasi yang edukatif, moderat, dan memperkuat persatuan bangsa di tengah keberagaman. Ini sangat penting, terutama di tengah maraknya hoaks dan disinformasi,” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif, ditandai dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang hidup. Para jurnalis aktif menyampaikan pandangan, pengalaman, serta tantangan yang mereka hadapi dalam praktik jurnalistik sehari-hari, khususnya dalam menjaga independensi pers tanpa mengabaikan nilai-nilai kebangsaan.

Sejumlah peserta juga menyoroti tantangan media siber dalam menghadapi tekanan algoritma media sosial, tuntutan kecepatan, serta potensi polarisasi informasi. Dalam konteks tersebut, Empat Pilar dinilai menjadi pegangan penting agar jurnalis tetap berada pada jalur profesional dan beretika.

Melalui kegiatan ini, Hj Eva Susanti berharap insan pers di Sumatera Selatan, khususnya jurnalis media online, dapat terus berkontribusi positif dalam menjaga demokrasi dan keutuhan NKRI melalui karya jurnalistik yang berkualitas, berimbang, dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.

“Pers yang kuat adalah pers yang berintegritas. Dengan pemahaman Empat Pilar, saya yakin jurnalis Sumsel mampu menjadi pilar demokrasi yang sehat dan bertanggung jawab,” pungkasnya. (rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *