Polri Kerahkan 12.103 Personel, 159 Ton Bantuan Meluncur untuk Percepatan Penanganan Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Jakarta, bidiksumsel.com – Untuk mempercepat penanganan bencana yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengerahkan kekuatan besar secara terkoordinasi. Sebanyak 12.103 personel diturunkan ke lapangan sebagai bagian dari operasi kemanusiaan nasional yang terus diintensifkan sejak awal kejadian. Rabu, 10 Desember 2025.
Kekuatan personel ini diperkuat oleh pasukan Bantuan Kendali Operasi (BKO) yang diterjunkan langsung ke tiga provinsi terdampak. Tercatat, 301 personel tambahan ditempatkan di Aceh, 263 personel di Sumatera Utara, dan 704 personel di Sumatera Barat. Seluruhnya digerakkan untuk mempercepat proses evakuasi, distribusi bantuan, pengamanan, hingga pelayanan kemanusiaan di lokasi-lokasi pengungsian.
Tak hanya mengerahkan pasukan, Polri melalui Mabes Polri juga terus menyalurkan bantuan kemanusiaan dalam jumlah besar. Total 159,35 ton bantuan telah diberangkatkan, mencakup :
- Sembako
- Obat-obatan
- Perlengkapan sanitasi
- Kebutuhan bayi
- Pakaian layak
- Selimut dan alas tidur
- Hingga kantong jenazah untuk kondisi darurat
Sementara itu, Polda jajaran turut memberikan dukungan logistik tambahan yang tidak kalah besar. Bantuan yang dikumpulkan antara lain mencakup :
- Beras 158 ton
- Air mineral 9.611 dus
- Pakaian 60.226 pcs
- Tenda darurat
- Perlengkapan evakuasi
- Serta ribuan barang kebutuhan mendesak lainnya untuk pengungsi
Dengan besarnya volume bantuan ini, Polri memastikan bahwa kebutuhan dasar masyarakat di titik-titik terdampak dapat terpenuhi, terutama di hari-hari pertama pascabencana ketika akses masih terbatas dan kondisi warga sangat rentan.
Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri, Kombes Pol. Erdi A. Chaniago, menegaskan bahwa distribusi bantuan menjadi fokus utama. Menurutnya, dalam situasi bencana, keterlambatan bantuan dapat berdampak pada keselamatan dan kondisi psikologis warga.
“Seluruh bantuan kami gerakkan secara terkoordinasi agar tepat waktu dan tepat sasaran. Masyarakat tidak boleh menunggu terlalu lama dalam kondisi darurat seperti ini,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa seluruh jajaran Polri terus melakukan pemetaan kebutuhan di lapangan, berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, BNPB, dan para relawan untuk memastikan bantuan menjangkau wilayah yang paling sulit sekalipun.
91 Posko Bencana Dibuka, 20 Dapur Lapangan Bekerja Nonstop
Untuk menjamin pelayanan kemanusiaan berjalan optimal, Polri mendirikan 91 posko tanggap bencana yang tersebar di tiga provinsi terdampak. Posko-posko ini berfungsi sebagai :
- Titik layanan kesehatan darurat
- Pusat informasi dan pengaduan
- Lokasi distribusi bantuan
- Area perlindungan bagi kelompok rentan
Selain itu, 20 dapur lapangan didirikan untuk memastikan pengungsi mendapatkan makanan siap konsumsi setiap hari. Dapur ini dikelola oleh personel Polri bekerja sama dengan relawan dan masyarakat setempat.
Setiap dapur lapangan diperkirakan mampu menyajikan ratusan hingga ribuan porsi makanan per hari, bergantung pada jumlah pengungsi di wilayah masing-masing. Kehadiran dapur lapangan ini menjadi penyelamat bagi warga yang kehilangan akses terhadap kebutuhan pokok akibat kerusakan infrastruktur dan kondisi lingkungan yang tidak memungkinkan mereka memasak sendiri.
Operasi kemanusiaan besar ini menegaskan komitmen Polri sebagai garda terdepan dalam perlindungan dan pelayanan masyarakat pada situasi darurat. Dengan personel yang besar, bantuan logistik yang masif, serta fasilitas lapangan yang lengkap, Polri berharap percepatan pemulihan dapat segera dirasakan masyarakat di wilayah terdampak.
Langkah cepat dan terkoordinasi ini juga menjadi bukti nyata bahwa negara hadir di tengah masyarakat saat mereka menghadapi masa-masa tersulit. Melalui kerja sama lintas sektor, Polri memastikan penanganan bencana berlangsung responsif, manusiawi, dan berorientasi pada keselamatan warga. (dkd)













