700 Karateka, dari 15 Kontingen, Ikuti Harukaze Open Vol. 2 Berebut Piala Bergilir Wali Kota Palembang

Palembang, bidiksumsel.com –

Ratusan karateka dari berbagai daerah mulai unjuk kemampuan di GOR Dempo, Jakabaring Sport City (JSC) Palembang.
Sebanyak 700 atlet dari 15 kontingen ambil bagian dalam Kejuaraan Karate Harukaze Open Volume 2, yang memperebutkan Piala Bergilir Wali Kota Palembang.

Kejuaraan yang digelar Goju Ryu Karate-do Shinbunkan Indonesia (Go Kasi) Provinsi Sumatera Selatan tersebut resmi dibuka, Sabtu (29/8/2026), dan berlangsung selama dua hari hingga Minggu (30/8/2026).

Pembukaan kejuaraan dilakukan oleh Staf Ahli Wali Kota Palembang, Edison, S.E., M.Si.

Kehadiran ratusan atlet membuat persaingan di arena pertandingan dipastikan berlangsung sengit. Para peserta tidak hanya datang dari berbagai daerah di Sumatera Selatan, tetapi juga terdapat kontingen dari Provinsi Bengkulu.

Ketua Umum Go Kasi Provinsi Sumatera Selatan, Drs. Gunantien Tp., M.Pd., didampingi Ketua Pelaksana Dedi Irawan, S.H., M.H., mengatakan jumlah peserta yang mencapai sekitar 700 atlet menjadi salah satu gambaran tingginya antusiasme terhadap kejuaraan tersebut.

Menariknya, para peserta memiliki rentang usia yang cukup beragam, yakni mulai 15 tahun hingga 45 tahun. Keberagaman usia itu menunjukkan karate tidak hanya diminati kalangan usia muda, tetapi juga menjadi ruang bagi atlet dari berbagai kelompok usia untuk terus mengasah kemampuan dan pengalaman bertanding.

Namun, ada misi yang lebih besar di balik perebutan Piala Bergilir Wali Kota Palembang. Dedi menegaskan, Harukaze Open Vol. 2 bukan sekadar kompetisi untuk menentukan siapa yang menjadi juara. Kejuaraan tersebut juga diarahkan menjadi wadah pencarian dan pembinaan bibit-bibit atlet karate potensial.

Para atlet yang memiliki kemampuan dan potensi diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga mampu bersaing di level nasional hingga internasional.

“Kami ingin menciptakan atlet-atlet berkelas internasional yang nantinya dapat mengharumkan nama Sumatera Selatan, khususnya Kota Palembang, di kancah yang lebih luas,” ujar Dedi.

Ia mengungkapkan, Harukaze Open Vol. 2 sebenarnya telah direncanakan untuk digelar pada April 2026. Namun, padatnya agenda kegiatan membuat penyelenggaraan harus ditunda hingga Agustus.

“Rencana awal kejuaraan Harukaze Open Volume 2 ini berlangsung pada April 2026 lalu. Namun, karena padatnya agenda kegiatan, pelaksanaan kejuaraan akhirnya ditunda hingga Agustus ini,” jelasnya.

Menurut Dedi, kesempatan bertanding dalam kejuaraan seperti ini sangat penting bagi perkembangan seorang atlet. Selain mengukur kemampuan, pertandingan juga dapat menjadi pengalaman untuk meningkatkan mental, teknik, serta kesiapan menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.

Karena itu, seluruh atlet diharapkan tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga mampu menunjukkan kemampuan terbaik dan menjunjung tinggi sportivitas.

“Kami berharap seluruh atlet yang bertanding dapat menunjukkan kemampuan terbaik, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjadikan kejuaraan tersebut sebagai pengalaman penting dalam perjalanan prestasi mereka,” katanya.

Dukungan penonton juga diharapkan dapat menambah semangat para atlet selama bertanding. Penyelenggara berharap masyarakat dan para suporter olahraga di Sumatera Selatan ikut memberikan dukungan penuh.

“Kami berharap pertandingan ini berlangsung dengan dukungan penuh para suporter Sumatera Selatan,” tambah Dedi.

Dengan jumlah peserta yang mencapai sekitar 700 atlet dari 15 kontingen, Harukaze Open Volume 2 menjadi salah satu momentum penting bagi perkembangan olahraga karate di Sumatera Selatan.

Bukan hanya soal siapa yang membawa pulang piala, arena pertandingan di GOR Dempo juga menjadi tempat untuk menguji kemampuan sekaligus membuka peluang lahirnya karateka-karateka baru yang kelak mampu membawa nama Palembang dan Sumatera Selatan bersinar di tingkat nasional maupun internasional. (dkd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *