Palembang, bidiksumsel.com – Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Palembang, M. Rolan, meninjau langsung pelaksanaan pelatihan pembuatan kopi atau barista yang diikuti warga binaan pemasyarakatan di Area Pelatihan Kemandirian Rutan Kelas I Palembang, Jumat (19/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang secara berkelanjutan dilaksanakan oleh Rutan Kelas I Palembang sebagai upaya meningkatkan keterampilan, kompetensi, dan kesiapan warga binaan dalam menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana.
Dalam kunjungannya, M. Rolan tidak hanya melihat secara langsung proses pelatihan, tetapi juga berinteraksi dengan para peserta. Ia memberikan motivasi dan dorongan agar warga binaan mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan sungguh-sungguh sehingga keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal berharga di masa depan.
Menurutnya, program pembinaan kemandirian memiliki peran penting dalam mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan. Melalui pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan usaha saat ini, warga binaan diharapkan mampu memiliki kemampuan yang dapat digunakan untuk mencari pekerjaan maupun membuka usaha secara mandiri setelah kembali ke masyarakat.
“Pelatihan ini merupakan salah satu bentuk pembinaan yang kami berikan agar warga binaan memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat menjadi modal untuk membangun kehidupan yang lebih baik dan produktif,” ujar M. Rolan.
Pelatihan barista yang digelar tersebut menghadirkan berbagai materi dasar hingga praktik langsung. Para peserta diperkenalkan dengan berbagai jenis kopi, karakteristik biji kopi, teknik penyeduhan, penggunaan peralatan barista, hingga teknik penyajian minuman kopi yang baik sesuai standar industri.
Selain teori, peserta juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung proses pembuatan kopi. Mulai dari penggilingan biji kopi, pengaturan takaran, teknik ekstraksi, hingga penyajian minuman kepada konsumen dilakukan sebagai bagian dari simulasi kerja di dunia industri kopi.
Program ini dinilai relevan dengan perkembangan sektor usaha kopi yang terus mengalami pertumbuhan di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, bisnis kedai kopi berkembang pesat dan membuka banyak peluang kerja maupun usaha baru, terutama bagi generasi muda yang memiliki keterampilan di bidang tersebut.
Karena itu, keterampilan barista dipandang sebagai salah satu kompetensi yang memiliki nilai ekonomi dan prospek yang cukup menjanjikan. Warga binaan yang menguasai keterampilan tersebut diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan ataupun membuka usaha sendiri setelah kembali ke lingkungan masyarakat.
M. Rolan menegaskan bahwa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan dan pembentukan karakter, tetapi juga pada peningkatan kemampuan yang dapat mendukung kemandirian ekonomi warga binaan.
“Keterampilan sebagai barista saat ini memiliki peluang yang cukup besar. Oleh karena itu kami berharap peserta benar-benar memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki,” katanya.
Selama pelaksanaan kegiatan, petugas pembinaan turut melakukan pendampingan dan pengawasan guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Pendampingan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memastikan setiap peserta memperoleh pemahaman dan keterampilan secara maksimal.
Kepala Rutan memberikan apresiasi atas antusiasme yang ditunjukkan para warga binaan selama mengikuti pelatihan. Menurutnya, semangat belajar yang tinggi menjadi modal penting dalam mendukung keberhasilan program pembinaan yang dilaksanakan.
Ia berharap seluruh peserta dapat mempertahankan motivasi tersebut dan terus mengikuti berbagai program pembinaan lainnya yang diselenggarakan oleh Rutan Kelas I Palembang. Dengan demikian, warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kualitas diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Pelatihan barista ini menjadi salah satu bukti komitmen Rutan Kelas I Palembang dalam menghadirkan program pembinaan yang produktif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Program tersebut juga sejalan dengan upaya pemasyarakatan modern yang menempatkan pembinaan sebagai sarana membangun perubahan positif bagi warga binaan.
Melalui berbagai pelatihan keterampilan yang diberikan, Rutan Kelas I Palembang berharap warga binaan dapat kembali ke masyarakat dengan bekal kemampuan yang memadai, memiliki kepercayaan diri yang lebih baik, serta mampu berkontribusi secara positif dalam kehidupan sosial maupun ekonomi.
Seluruh rangkaian kegiatan peninjauan dan pelatihan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Ke depan, program pembinaan kemandirian seperti pelatihan barista diharapkan terus berkembang sehingga semakin banyak warga binaan yang memperoleh kesempatan meningkatkan kompetensi dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih mandiri setelah menyelesaikan masa pembinaan. (dkd)












