Rumah Reyot di Lorok Pakjo Disulap Jadi Layak Huni, Jajaran Pemasyarakatan Sumsel Turun Langsung

ist

Palembang, bidiksumsel.com – Komitmen sosial jajaran Pemasyarakatan Sumatera Selatan kembali diwujudkan melalui program bedah rumah bagi masyarakat kurang mampu. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan, Erwedi Supriyatno, bersama jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan Kota Palembang melakukan peninjauan langsung terhadap progres renovasi rumah warga di kawasan Lorok Pakjo, Kota Palembang. Selasa, 12 Mei 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa kehadiran institusi pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan warga binaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan nyata.

Dalam peninjauan itu, Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas I Palembang, Muhammad Rolan, turut hadir bersama jajaran untuk memastikan proses pembangunan berjalan sesuai target dan memberikan manfaat maksimal bagi penerima bantuan.

Rombongan meninjau langsung kondisi rumah yang sedang direnovasi, berdialog dengan warga sekitar, serta mengecek progres pengerjaan di lapangan. Kehadiran para pejabat pemasyarakatan ini sekaligus memberikan semangat kepada masyarakat dan pihak pekerja agar proses pembangunan dapat segera diselesaikan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Lapas Kelas I Palembang, Kepala Lapas Perempuan Palembang, Kepala LPKA Palembang, Lurah Lorok Pakjo, Ketua RW setempat, serta Ketua RT 62. Sinergi lintas unsur tersebut menunjukkan kuatnya semangat gotong royong dalam membantu masyarakat mendapatkan hunian yang lebih layak.

Rumah yang menjadi sasaran program bedah rumah itu merupakan milik Ibu Sarwina, warga Lorok Pakjo, yang sebelumnya berada dalam kondisi memprihatinkan dan membutuhkan perbaikan agar aman serta nyaman untuk ditempati.

Melalui program ini, rumah tersebut kini tengah direnovasi secara bertahap agar dapat memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi penghuninya. Tidak hanya memperbaiki struktur bangunan, program ini juga menjadi simbol kepedulian sosial dan kehadiran negara di tengah masyarakat.

Kepala Rutan Kelas I Palembang, Muhammad Rolan, menegaskan bahwa jajaran pemasyarakatan memiliki tanggung jawab moral untuk terus hadir dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat serta menghadirkan hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi penerima manfaat,” ujar Muhammad Rolan.

Menurutnya, kegiatan sosial seperti ini penting untuk memperkuat hubungan harmonis antara institusi pemasyarakatan dan masyarakat. Pemasyarakatan, kata dia, tidak hanya identik dengan pembinaan di dalam lembaga, tetapi juga harus mampu menjadi bagian dari solusi sosial di tengah masyarakat.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan, Erwedi Supriyatno, menekankan pentingnya menjaga semangat gotong royong dan kepedulian sosial sebagai bagian dari budaya kerja jajaran pemasyarakatan.

Ia menilai program bedah rumah ini bukan hanya sekadar renovasi bangunan fisik, tetapi juga bentuk nyata kepedulian kemanusiaan yang dapat mempererat hubungan antara aparat pemerintah dan masyarakat.

Dengan adanya peninjauan langsung tersebut, diharapkan seluruh proses pembangunan berjalan optimal dan selesai tepat waktu sehingga rumah hasil renovasi segera dapat ditempati oleh penerima bantuan dalam kondisi yang lebih aman dan layak.

Program sosial seperti ini juga diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus memperkuat budaya kepedulian sosial, terutama terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan hunian layak di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan.

Di tengah berbagai tugas dan tanggung jawab institusi pemasyarakatan, langkah nyata seperti bedah rumah ini menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan tetap menjadi prioritas penting dalam pengabdian kepada masyarakat. (dkd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *