Lahat, bidiksumsel.com – Pemerintah Kabupaten Lahat terus memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi daerah. Melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP), Pemkab Lahat melaksanakan kegiatan penanaman jagung hibrida di kawasan Yonif TP 894/Prayatna Bumi Rely, Kota Baru, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah melalui penguatan produksi pangan lokal.
Acara penanaman jagung hibrida itu turut dihadiri perwakilan Kodim 0405/Lahat, perwakilan Polres Lahat, Wakil Komandan Yonif TP 894/Prayatna Bumi Kapten Inf Suhendri Wiranata, Plt Kepala Dinas TPHP, Kepala Dinas Perkebunan, Plh Kadis Kominfo SP, serta jajaran TNI dan organisasi perangkat daerah terkait.
Plt Kepala Dinas TPHP Kabupaten Lahat, Indah Hermansyah mengatakan bahwa program penanaman jagung hibrida merupakan salah satu upaya konkret pemerintah daerah untuk menekan inflasi sekaligus memperkuat swasembada pangan di wilayah Kabupaten Lahat.
Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani.
“Program ini sejalan dengan visi dan misi Bupati Lahat dalam memperkuat perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Indah.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah terus mendorong pengembangan sektor pertanian melalui berbagai program pendukung. Upaya tersebut meliputi penyediaan sarana produksi pertanian, peningkatan kualitas sumber daya manusia petani, hingga penguatan kelembagaan kelompok tani agar semakin mandiri dan produktif.
Selain itu, penggunaan benih jagung hibrida dinilai mampu meningkatkan hasil produksi dibandingkan benih konvensional. Dengan produktivitas yang lebih tinggi, petani diharapkan dapat memperoleh hasil panen yang lebih optimal dan berdaya saing.
Sementara itu, Bupati Lahat yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Lahat, Izromaita menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lahat akan terus memberikan perhatian serius terhadap pengembangan sektor pertanian sebagai sektor unggulan daerah.
Ia menyebut, keberhasilan pembangunan pertanian tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor antara pemerintah, TNI, aparat keamanan, penyuluh pertanian, hingga masyarakat petani.
“Para petani dan kelompok tani diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya jagung yang baik, mulai dari penggunaan benih unggul, pengelolaan lahan, pemupukan berimbang hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman secara terpadu,” katanya.
Menurutnya, peningkatan kapasitas petani menjadi faktor penting agar sektor pertanian mampu berkembang secara modern dan berkelanjutan. Dengan penerapan teknik budidaya yang tepat, hasil produksi pertanian diharapkan semakin meningkat baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.
Kegiatan penanaman jagung hibrida tersebut juga mencerminkan kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Kehadiran unsur TNI dan kepolisian menjadi simbol sinergitas bersama dalam memperkuat sektor pertanian sebagai pondasi ekonomi masyarakat.
Pemkab Lahat berharap program tersebut tidak hanya mampu mendukung kebutuhan pangan daerah, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat, khususnya petani jagung di Kabupaten Lahat.
Selain sebagai komoditas pangan, jagung juga memiliki nilai strategis karena menjadi bahan baku penting bagi sektor peternakan dan industri. Karena itu, pengembangan budidaya jagung dinilai memiliki dampak ekonomi yang cukup luas bagi masyarakat.
Melalui program berkelanjutan seperti ini, Pemerintah Kabupaten Lahat optimistis sektor pertanian dapat terus tumbuh dan menjadi penggerak utama ekonomi daerah di tengah tantangan global dan fluktuasi harga pangan.
Dengan dukungan seluruh pihak, Kabupaten Lahat diharapkan mampu menjadi salah satu daerah penghasil jagung unggulan di Sumatera Selatan sekaligus berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan nasional. (agusman)













