Ratu Dewa Targetkan Zakat Rp2 Miliar di Ramadan 2026, ASN Jadi Kunci

ist

Palembang, bidiksumsel.com – Wali Kota Palembang Ratu Dewa bersama Wakil Wali Kota dan Sekretaris Daerah menghadiri kegiatan Bukti Setor Pembayaran Zakat Maal yang digelar Badan Amil Zakat Nasional Kota Palembang dalam rangkaian program Gerakan Ramadan Berkah Menguatkan Indonesia, Rabu (4/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Ratu Dewa menegaskan bahwa zakat bukan hanya kewajiban individual umat Islam, tetapi juga instrumen sosial-ekonomi yang memiliki daya ungkit besar dalam menekan ketimpangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah.

“Zakat memiliki fungsi strategis. Jika dikelola secara profesional dan tepat sasaran, ia mampu menjadi solusi konkret pengentasan kemiskinan,” ujarnya.

Ratu Dewa menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar target penghimpunan zakat dapat tercapai dan didistribusikan kepada kelompok mustahik, terutama masyarakat marginal dan grassroot.

Menurutnya, program yang dirancang bersama Baznas difokuskan pada pendekatan pemberdayaan, bukan sekadar bantuan konsumtif. Artinya, zakat diarahkan untuk memperkuat kapasitas ekonomi penerima manfaat agar mampu bertransformasi dari mustahik menjadi muzakki di masa depan.

“Kami menjamin pengelolaan zakat melalui Baznas dilakukan secara amanah, profesional, dan transparan untuk meningkatkan taraf hidup warga yang membutuhkan,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat Palembang untuk menyalurkan zakat mal, infak, maupun sedekah melalui Baznas sebagai lembaga resmi negara dengan sistem akuntabilitas yang jelas.

Salah satu fokus utama Pemkot adalah optimalisasi zakat profesi di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Meski surat edaran telah diterbitkan, Ratu Dewa mengakui masih ada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang perlu meningkatkan partisipasi.

Sebagai ilustrasi, ia mencontohkan Dinas Pendidikan yang memiliki sekitar 14.000 guru. Jika seluruh ASN dan PPPK konsisten menunaikan zakat profesi melalui Baznas, akumulasi dana yang terhimpun akan sangat signifikan.

“Bayangkan jika seluruh ASN berpartisipasi. Dampaknya akan terasa luas dalam memperkuat program pemberdayaan umat,” ujarnya.

Secara regulatif, nisab zakat profesi ditetapkan setara 85 gram emas per tahun. Dengan asumsi harga emas saat ini, ASN dengan total penghasilan di atas Rp6 juta per bulan dikenakan zakat 2,5 persen. Bagi yang belum mencapai nisab, dianjurkan untuk berinfak atau bersedekah secara sukarela.

Ketua Baznas Kota Palembang, Kgs M Ridwan Nawawi, menyampaikan optimisme terhadap capaian tahun ini. Selama Ramadan 2026, Baznas menargetkan penghimpunan zakat mal sebesar Rp2 miliar hanya dalam satu bulan.

Optimisme itu bukan tanpa dasar. Pada 2025, Baznas Palembang berhasil melampaui target tahunan Rp10 miliar dengan realisasi lebih dari Rp11 miliar. Tahun 2026, target tahunan dinaikkan menjadi Rp14 miliar sebagai bentuk akselerasi peran zakat dalam pembangunan sosial.

“Baru hari ini saja sudah masuk Rp300 juta lebih. Kami perkirakan dalam satu minggu target Rp2 miliar untuk Ramadan bisa tercapai,” ujar Ridwan.

Sejak awal program berjalan, Baznas Palembang mencatat hampir 50.000 penerima manfaat telah terbantu melalui berbagai program, mulai dari bantuan konsumtif, biaya pendidikan, bantuan kesehatan, hingga pemberdayaan usaha mikro.

Khusus tahun ini saja, sekitar 1.000 orang telah menerima manfaat melalui bantuan sosial yang disalurkan setiap hari.

Meski demikian, tantangan tetap ada, terutama dalam meningkatkan kesadaran zakat di sektor pendidikan, khususnya di kalangan guru. Sosialisasi dan edukasi akan terus diperkuat agar zakat dipahami bukan hanya sebagai kewajiban syar’i, tetapi juga solusi sosial.

Gerakan Ramadan Berkah bukan sekadar program musiman, melainkan bagian dari strategi nasional memperkuat ketahanan sosial-ekonomi umat berbasis zakat.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, ASN, dan masyarakat, Palembang berupaya menjadikan zakat sebagai pilar pembangunan inklusif membangun kesejahteraan dari bawah, memperkuat solidaritas sosial, serta menghadirkan keberkahan yang berkelanjutan.

Target Rp2 miliar di bulan Ramadan bukan sekadar angka, tetapi simbol komitmen kolektif dalam memperkuat ekonomi umat dan mengentaskan kemiskinan secara lebih sistematis di Kota Palembang. (rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *