Palembang, bidiksumsel.com – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti pelaksanaan Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah di Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo, Jumat pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Ribuan jamaah dari berbagai penjuru Palembang memadati masjid kebanggaan masyarakat tersebut untuk melaksanakan ibadah salat Id secara berjamaah.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa turut hadir dan melaksanakan Salat Idulfitri bersama masyarakat. Kehadiran orang nomor satu di Kota Palembang itu menjadi simbol kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam menyambut hari kemenangan setelah menjalani ibadah Ramadan.
Bertindak sebagai imam dalam pelaksanaan salat Id adalah A Tarmizi Muhaimin, sementara khutbah Idulfitri disampaikan oleh HM Nurdin Mansur, yang menyampaikan pesan-pesan keagamaan tentang pentingnya menjaga nilai-nilai ketakwaan pasca-Ramadan.
Dalam sambutannya di hadapan ribuan jamaah, Wali Kota Ratu Dewa mengajak seluruh umat Muslim untuk senantiasa bersyukur atas nikmat kesehatan dan kesempatan yang diberikan Allah SWT, sehingga dapat merayakan Idulfitri dalam suasana penuh kebahagiaan.
“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahilhamd. Di hari yang fitri ini, mari kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya,” ujarnya dengan penuh khidmat.
Ia menegaskan bahwa Idulfitri bukan hanya menjadi momen perayaan semata, tetapi juga momentum refleksi diri setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh. Rasa syukur tersebut diharapkan mampu memperkuat keimanan dan meningkatkan kualitas kehidupan sosial masyarakat.
Lebih lanjut, Ratu Dewa menekankan bahwa nilai-nilai yang telah dibangun selama bulan Ramadan harus terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, semangat Ramadan harus menjadi energi positif dalam membangun Kota Palembang yang lebih maju dan sejahtera.
Bersama Wakil Wali Kota, dirinya menegaskan komitmen untuk menjalankan amanah masyarakat dalam mewujudkan Kota Palembang yang berdaya dan sejahtera.
Momentum Idulfitri, lanjutnya, juga menjadi saat yang tepat untuk mempererat silaturahmi serta membuka lembaran baru dengan hati yang bersih.
“Hilangkan rasa benci, iri, dan dengki. Mari kita ganti dengan kasih sayang dan persaudaraan. Dengan hati yang tulus, kita buka lembaran baru yang lebih baik,” pesannya kepada jamaah.
Dalam kesempatan tersebut, Ratu Dewa juga mengajak masyarakat untuk terus memakmurkan masjid dan musala dengan meningkatkan aktivitas ibadah berjamaah. Ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi dalam melaksanakan salat berjamaah, khususnya salat Subuh dan Jumat.
Menurutnya, kebersamaan dalam ibadah memiliki dampak besar dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis dan religius.
“Jika salat Subuh seramai salat Jumat, Insya Allah Palembang akan diberkahi dan dijauhkan dari segala bencana,” ungkapnya.
Ajakan tersebut menjadi refleksi penting bahwa keberkahan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kekuatan spiritual masyarakatnya.
Pelaksanaan Salat Idulfitri ini turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumatera Selatan dan Kota Palembang, jajaran Kementerian Agama, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan organisasi Islam, serta kepala perangkat daerah.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan kuatnya sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga kebersamaan serta keharmonisan di Kota Palembang.
Di akhir sambutannya, Wali Kota Ratu Dewa menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Salat Idulfitri tahun ini dengan tertib dan lancar.
“Dengan penuh kerendahan hati, kami mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin,” tutupnya.
Momentum Idulfitri di Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo tersebut tidak hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan kebersamaan masyarakat Palembang dalam menyongsong masa depan yang lebih harmonis, religius, dan sejahtera. (rd)













