Setahun Pimpin Palembang, Ratu Dewa Bongkar Arah Pembangunan 2027 : Inklusif, Berkelanjutan, dan Kompetitif!

ist

Palembang, bidiksumsel.com – Memasuki satu tahun kepemimpinan bersama Wakil Wali Kota Prima Salam (RDPS), Wali Kota Palembang Ratu Dewa menegaskan bahwa arah pembangunan Kota Palembang ke depan akan difokuskan pada prinsip inklusivitas, keberlanjutan, serta penguatan daya saing daerah.

Penegasan tersebut disampaikan Ratu Dewa usai membuka Forum Konsultasi Publik Penyusunan Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Palembang Tahun 2027, yang berlangsung di Ruang Rapat Parameswara, Kamis (19/02/2026).

Forum strategis ini turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Kota Palembang, Wakil Ketua DPRD Palembang Zainal Abidin, Anggota Komisi II DPRD Ilyas Hasbullah, serta sejumlah narasumber nasional yang mengikuti kegiatan secara virtual, termasuk Direktur Perencanaan, Evaluasi, dan Informasi Pembangunan Daerah (PEIPD) Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri.

Dalam sambutannya, Ratu Dewa menegaskan bahwa RKPD bukan sekadar dokumen administratif tahunan, melainkan instrumen strategis yang menjembatani visi RPJMD dengan kebijakan fiskal daerah melalui KUA-PPAS dan APBD.

“RKPD 2027 adalah momentum konsolidasi arah pembangunan. Kita ingin memastikan proses perencanaan berlangsung partisipatif, transparan, akuntabel, dan responsif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat,” ujar Dewa.

Menurutnya, forum konsultasi publik ini menjadi ruang penting untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah, memperkuat sinkronisasi antar-perangkat daerah, sekaligus membuka ruang aspirasi masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.

Sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Selatan, Palembang memiliki posisi strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi regional, simpul perdagangan dan jasa, serta penggerak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Ratu Dewa menilai, peran strategis tersebut harus didukung oleh perencanaan pembangunan yang tepat, terutama dalam menghadapi dinamika ekonomi yang semakin kompleks dan kompetitif.

Dalam paparannya, Ratu Dewa menyebut sejumlah indikator makro Palembang menunjukkan tren positif.

Pertumbuhan ekonomi Palembang konsisten berada di atas 5 persen sepanjang 2022–2024. Bahkan hingga Triwulan III 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,82 persen, menandakan penguatan aktivitas ekonomi domestik dan konsumsi masyarakat.

Selain itu, angka kemiskinan juga mengalami penurunan dari 9,77 persen (2024) menjadi 9,04 persen (2025), dengan penurunan absolut sebesar 11,28 ribu jiwa.

Sementara itu, inflasi year on year 2025 terkendali di angka 2,92 persen, masih berada dalam rentang target nasional. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Palembang juga meningkat menjadi 83,27 dan masuk kategori sangat tinggi.

Di sisi ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 6,81 persen, yang menunjukkan tren perbaikan pasar kerja.

Namun capaian yang paling disorot Ratu Dewa adalah keberhasilan Palembang menekan prevalensi stunting secara signifikan, dari 18,90 persen pada 2023 menjadi 10,60 persen pada 2024.

“Penurunan stunting hampir 8 persen dalam satu tahun bukan kerja biasa. Ini hasil kolaborasi serius antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, hingga peran keluarga,” tegasnya.

Menurut Dewa, capaian tersebut mencerminkan efektivitas kebijakan intervensi sosial, penguatan UMKM, stabilisasi harga bahan pokok, serta sinergi lintas sektor dalam pelayanan dasar.

Meski capaian makro dinilai menguat, Ratu Dewa mengingatkan bahwa tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks.

Dinamika global, tekanan ekonomi, perubahan iklim, hingga transformasi digital menuntut respons kebijakan yang adaptif, terukur, dan berbasis data.

Beberapa isu strategis yang menjadi perhatian dalam RKPD 2027 antara lain :

  • Penguatan ekonomi daerah berbasis hilirisasi dan UMKM
  • Pengendalian inflasi dan stabilitas harga pangan
  • Penurunan kemiskinan ekstrem dan pengurangan ketimpangan
  • Peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan
  • Penguatan infrastruktur dasar dan konektivitas kawasan
  • Ketahanan lingkungan serta mitigasi risiko bencana

“Ke depan kita tidak hanya berbicara pertumbuhan, tetapi juga pemerataan dan keberlanjutan. Pembangunan harus menyentuh masyarakat bawah dan memperkuat kelas menengah,” ujar Dewa.

Pemerintah Kota Palembang, lanjut Ratu Dewa, terus menjalankan lima program unggulan utama, yaitu :

Palembang Sehat
Palembang Cerdas
Palembang Peduli
Palembang Gercep
Palembang Belagak

Kelima program tersebut dijabarkan dalam 38 kegiatan prioritas, mencakup peningkatan layanan kesehatan, penguatan pendidikan berbasis mutu, digitalisasi pelayanan publik, penataan kota, hingga pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat.

Ratu Dewa menekankan, reformasi birokrasi dan percepatan pelayanan menjadi kunci keberhasilan implementasi program tersebut.

“Kecepatan pelayanan dan ketepatan sasaran adalah indikator keberhasilan kita. Birokrasi harus adaptif, bukan administratif semata,” tegasnya.

Melalui Forum Konsultasi Publik RKPD 2027, Ratu Dewa berharap lahir rumusan prioritas pembangunan yang realistis, terukur, dan benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat Palembang.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara eksekutif, legislatif, dunia usaha, akademisi, serta masyarakat untuk mewujudkan visi Palembang Berdaya dan Palembang Sejahtera yang berkelanjutan.

“Pembangunan bukan kerja satu pihak. Ini kerja kolektif. Kita ingin memastikan satu tahun pertama ini menjadi fondasi kokoh menuju Palembang 2027 yang lebih maju, inklusif, dan kompetitif,” pungkas Dewa. (rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *