Ogan Ilir, bidiksumsel.com – Pelaksanaan Reses II Anggota DPRD Kabupaten Ogan Ilir Masa Sidang II Tahun 2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) III Kecamatan Rantau Panjang berlangsung aman, tertib, dan penuh suasana kekeluargaan. Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Desa Sungai Rotan pada Kamis (12/02/2026) itu menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Reses yang dimulai pukul 11.00 WIB hingga 13.15 WIB tersebut dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Ogan Ilir dari Fraksi PKS, Eco Santria Asnan, SE, bersama Dewi Rosalina, SH dari Fraksi Partai Hanura. Turut hadir Kepala Desa Sungai Rotan R.A. Amrina Rosada, S.Si., Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga setempat yang tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan.
Dalam sambutannya, Eco Santria Asnan menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formal anggota legislatif, melainkan wadah silaturahmi sekaligus sarana menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
“Alhamdulillah hari ini kami hadir di Desa Sungai Rotan sebagai bentuk anjangsana dan silaturahmi. Reses ini kami manfaatkan untuk bertutur sapa dan mendengar langsung aspirasi masyarakat, khususnya yang ada di Dapil III, termasuk Desa Sungai Rotan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa di Dapil III terdapat 10 anggota DPRD yang mewakili berbagai komisi. Dalam pelaksanaan reses, para anggota dibagi menjadi beberapa kelompok agar seluruh wilayah dapat terjangkau secara maksimal.
Namun dalam dialog yang berlangsung terbuka, sejumlah persoalan mencuat. Salah satu yang menjadi perhatian serius adalah rendahnya tunjangan perangkat desa dan guru PAUD yang terdampak kebijakan efisiensi anggaran. Eco mengaku baru mengetahui bahwa ada perangkat desa yang menerima tunjangan hanya sekitar Rp100 ribu per bulan.
“Itu masalah perut. Kami baru tahu kondisi seperti ini, dan tentu ini menjadi perhatian serius. Dampak efisiensi anggaran bukan hanya dirasakan di desa, tapi juga sektor pendidikan dan perangkat desa. Kami siap memperjuangkan aspirasi ini sebagai perpanjangan tangan masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, untuk tahun berjalan kemungkinan ruang gerak masih terbatas karena kebijakan anggaran telah ditetapkan. Namun ia memastikan akan membawa persoalan tersebut dalam pembahasan anggaran berikutnya agar dapat diperjuangkan di tahun mendatang.
Selain isu tunjangan, sejumlah aspirasi lain turut disampaikan warga. Pengurus Masjid Nurul Yaqin secara langsung menyerahkan proposal permohonan bantuan rehabilitasi masjid. Infrastruktur desa juga menjadi sorotan, terutama permintaan pembangunan jalan setapak, pemasangan lampu jalan, bantuan rumah tidak layak huni (RTLH), serta dukungan operasional bagi BPD, perangkat desa, dan kebutuhan anak sekolah.
Eco juga memperkenalkan struktur dan tugas komisi di DPRD Kabupaten Ogan Ilir. Ia menyebutkan bahwa Fraksi PKS memiliki empat anggota yang tersebar di berbagai komisi, mulai dari Komisi I hingga Komisi IV, sehingga diharapkan mampu mengawal berbagai aspirasi sesuai bidang masing-masing.
“Kami di Fraksi PKS ada empat orang. Saya di Komisi II, kemudian ada H. Asmawi di Komisi I, Muhammad Ilham di Komisi III, dan Muhammad Sayuti, SH di Komisi IV. Dengan pembagian ini, kami berharap setiap aspirasi masyarakat bisa dikawal sesuai tupoksi komisi,” jelasnya.
Ia mengakui bahwa selama tiga kali pelaksanaan reses, masih ditemukan sejumlah persoalan yang sebelumnya belum terdata secara maksimal. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi bahan evaluasi sekaligus pengingat bahwa komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat harus terus diperkuat.
Meski demikian, Eco tetap optimistis bahwa kondisi fiskal daerah ke depan akan kembali stabil. Ia berharap kebijakan efisiensi anggaran yang berasal dari pusat tidak berlangsung berkepanjangan dan pembangunan daerah dapat berjalan normal seperti sebelumnya.
Secara keseluruhan, kegiatan reses di Desa Sungai Rotan berlangsung kondusif dengan partisipasi aktif warga. Dialog yang terjalin menunjukkan adanya kepercayaan masyarakat kepada wakilnya di legislatif untuk menyuarakan kebutuhan mereka.
Sinergi antara DPRD Kabupaten Ogan Ilir dan Pemerintah Desa Sungai Rotan pun diharapkan terus terjaga. Aspirasi yang telah disampaikan akan menjadi catatan penting dalam agenda pembahasan dan perencanaan pembangunan ke depan, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Rantau Panjang, khususnya di Dapil III.
Reses kali ini bukan hanya tentang menyerap aspirasi, tetapi juga menguatkan kembali hubungan emosional antara wakil rakyat dan konstituennya sebuah fondasi penting dalam membangun Ogan Ilir yang lebih responsif dan berkeadilan. (rd)













