Reses Dapil IV DPRD OI Memanas! Infrastruktur, PDAM hingga Sinyal Jadi Sorotan Tajam

ist

Ogan Ilir, bidiksumsel.com – Kegiatan Reses Tahap II Masa Sidang II Tahun Anggaran 2026 yang digelar Anggota DPRD Kabupaten Ogan Ilir dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV menjadi ruang dialog terbuka antara wakil rakyat dan masyarakat. Bertempat di Kelurahan Muara Kuang, tepatnya Lingkungan 3 RT 06, Kamis (12/02/2026), pertemuan tersebut berlangsung hangat namun sarat dengan berbagai persoalan krusial yang mendesak untuk ditindaklanjuti.

Tiga legislator lintas fraksi hadir langsung menyerap aspirasi warga, yakni Hipni dari Fraksi PDI-Perjuangan, Hernawan dari Partai Gerindra, serta Sayuti, SH dari Fraksi PKS. Kehadiran mereka disambut pihak kelurahan beserta staf dan puluhan warga yang tampak antusias menyampaikan berbagai keluhan terkait pembangunan di wilayah Muara Kuang dan sekitarnya.

Reses ini bukan sekadar agenda rutin legislatif, melainkan momentum penting bagi masyarakat Kecamatan Muara Kuang, Rambang Kuang, dan Lubuk Keliat untuk menyampaikan langsung persoalan yang selama ini mereka hadapi. Mulai dari infrastruktur jalan yang rusak, persoalan drainase, hingga kebutuhan dasar seperti akses air bersih dan penguatan sinyal komunikasi menjadi topik utama dalam pertemuan tersebut.

Dalam sambutannya, Sayuti, SH memberikan penekanan moral yang cukup kuat. Ia mengingatkan bahwa jabatan yang diembannya bukan sekadar posisi politik, melainkan amanah yang disertai sumpah di atas Al-Qur’an.

“Saya disumpah di atas Al-Qur’an ketika dilantik. Itu artinya tanggung jawab ini bukan hanya kepada masyarakat, tetapi juga kepada Allah SWT. Jadi apa yang menjadi keluhan warga harus kami perjuangkan dengan sungguh-sungguh,” tegasnya di hadapan warga.

Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat yang berharap komitmen itu benar-benar diwujudkan dalam bentuk realisasi anggaran dan pembangunan nyata.

Sayuti memaparkan sejumlah persoalan mendesak yang menjadi prioritas pembahasan dalam reses kali ini. Salah satu yang paling banyak disoroti adalah usulan pengerukan kanal guna mengantisipasi genangan dan potensi banjir saat musim hujan. Selain itu, perbaikan infrastruktur jalan dinilai sudah tidak bisa ditunda lagi karena menghambat mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.

Tak hanya itu, aspirasi terkait penguatan sinyal komunikasi juga mencuat. Warga mengeluhkan lemahnya jaringan yang berdampak pada aktivitas pendidikan dan usaha, terutama di era digital saat ini. Persoalan PDAM pun menjadi perhatian, mengingat kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus terpenuhi secara layak.

“Kami mencatat semua aspirasi ini. Ini bukan sekadar wacana atau imajinasi. Ini adalah suara nyata rakyat yang harus kami perjuangkan,” ujar Sayuti.

Ia menegaskan bahwa sebagian besar usulan tersebut sebelumnya telah ia sampaikan secara resmi dalam forum Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Ogan Ilir. Artinya, aspirasi warga Muara Kuang sudah masuk dalam pembahasan tingkat legislatif dan tinggal dikawal dalam proses penganggaran.

Selain persoalan infrastruktur utama, warga juga mengusulkan kegiatan tebas bayang di bahu jalan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan serta menjaga kebersihan lingkungan. Hal-hal seperti ini, meski terkesan sederhana, dinilai sangat penting bagi kenyamanan masyarakat sehari-hari.

Reses pun ditutup dengan sesi diskusi interaktif. Warga secara bergantian menyampaikan keluhan sekaligus harapan mereka kepada para legislator. Suasana dialog berjalan dinamis, menunjukkan adanya keterbukaan komunikasi antara rakyat dan wakilnya.

Ketiga anggota DPRD yang hadir sepakat bahwa hasil reses ini akan dikawal hingga masuk dalam dokumen rencana kerja pembangunan daerah tahun mendatang. Mereka berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar aspirasi yang disampaikan tidak berhenti di meja diskusi.

Bagi warga Muara Kuang, pertemuan ini menjadi harapan baru. Mereka menunggu realisasi nyata dari janji yang telah disampaikan. Sementara bagi para anggota dewan, reses ini menjadi pengingat bahwa mandat rakyat harus diwujudkan dalam bentuk kerja konkret.

Di tengah berbagai tantangan pembangunan daerah, sinergi antara DPRD, pemerintah kelurahan, dan masyarakat menjadi kunci utama. Reses bukan sekadar agenda formal tahunan, melainkan jembatan aspirasi yang menentukan arah pembangunan Ogan Ilir ke depan. (rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *