Andie Dinialdie Hadiri Pemakaman Alex Noerdin, Momen Haru Lepas Sang Mantan Gubernur Sumsel

ist

Palembang, bidiksumsel.com – Suasana duka menyelimuti Sumatera Selatan, Kamis (26/2/2026). Ratusan pelayat dari berbagai kalangan hadir dalam upacara pelepasan dan pemakaman Gubernur Sumatera Selatan periode 2008–2018, Alex Noerdin. Kepergian tokoh yang pernah memimpin Sumsel selama dua periode itu meninggalkan kesedihan mendalam bagi masyarakat dan jajaran pemerintahan daerah.

Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Andie Dinialdie, turut hadir dalam upacara pelepasan jenazah almarhum. Kehadirannya menjadi simbol penghormatan lembaga legislatif terhadap sosok yang pernah memimpin roda pemerintahan daerah selama satu dekade.

Upacara berlangsung dengan penuh khidmat. Prosesi diawali dengan doa bersama, dilanjutkan penghormatan terakhir sebelum jenazah diberangkatkan ke tempat peristirahatan terakhirnya. Isak haru keluarga, kerabat, serta para tokoh masyarakat yang hadir menambah suasana emosional pada momen tersebut.

Bagi Andie Dinialdie, almarhum bukan sekadar mantan kepala daerah, melainkan tokoh yang telah memberikan kontribusi besar dalam perjalanan pembangunan Sumatera Selatan. Dalam keterangannya, ia menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Alex Noerdin.

“Kita kehilangan sosok pemimpin yang telah memberikan warna dalam pembangunan Sumsel. Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Andie dengan wajah penuh empati.

Selama masa kepemimpinannya, Alex Noerdin dikenal sebagai figur yang aktif mendorong pembangunan infrastruktur dan mengangkat citra Sumatera Selatan di tingkat nasional maupun internasional. Sejumlah agenda besar yang digelar di Sumsel pada masanya menjadi bagian dari jejak sejarah kepemimpinan yang masih dikenang hingga kini.

Kehadiran Ketua DPRD dalam prosesi tersebut juga mencerminkan hubungan kelembagaan yang saling menghormati antara eksekutif dan legislatif, termasuk kepada para pemimpin terdahulu. Dalam tradisi pemerintahan daerah, penghormatan terakhir kepada mantan kepala daerah menjadi bagian dari nilai etika dan penghargaan atas pengabdian mereka.

Upacara pemakaman dihadiri berbagai unsur Forkopimda, pejabat pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga warga yang datang secara sukarela untuk memberikan doa dan penghormatan terakhir. Karangan bunga dari berbagai instansi dan organisasi terlihat berjajar sebagai tanda duka cita.

Momentum ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan adalah amanah yang pada akhirnya akan dikenang melalui karya dan kontribusi nyata. Bagi DPRD Sumsel, kepergian seorang tokoh seperti Alex Noerdin juga menjadi refleksi atas kesinambungan pembangunan daerah yang harus terus dijaga.

Andie Dinialdie menegaskan bahwa DPRD Sumsel akan terus melanjutkan peran pengawasan dan dukungan terhadap program pembangunan daerah, sebagai bagian dari estafet kepemimpinan yang berkelanjutan. Menurutnya, setiap pemimpin memiliki jejak dan kontribusi yang menjadi bagian dari perjalanan panjang Sumatera Selatan.

Di tengah suasana duka, doa-doa dipanjatkan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Sementara itu, masyarakat Sumatera Selatan mengenang kembali perjalanan panjang seorang pemimpin yang pernah menakhodai provinsi ini selama dua periode.

Kepergian Alex Noerdin menjadi babak akhir dari perjalanan hidup seorang tokoh daerah, namun pengabdiannya akan tetap tercatat dalam sejarah Sumatera Selatan. Dan pada hari itu, di bawah langit yang teduh, Sumsel melepas salah satu putra terbaiknya dengan doa dan penghormatan. (rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *