Orado Sumsel Resmi Deklarasi dan Lantik Pengurus 17 Kabupaten/Kota, Domino Siap Naik Kelas Jadi Olahraga Prestasi
Palembang, bidiksumsel.com – Organisasi Domino (Orado) Sumatera Selatan resmi memasuki babak baru dalam sejarah perkembangannya. Tonggak penting itu ditandai dengan deklarasi dan pelantikan pengurus cabang Orado dari 17 kabupaten/kota se-Sumatera Selatan masa bakti 2026–2030, yang digelar di Gedung Provinsi Sumatera Selatan, Sabtu malam (24/1/2026).
Agenda tersebut bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan menjadi penanda transformasi domino dari permainan tradisional yang akrab di tengah masyarakat menjadi cabang olahraga prestasi yang terstruktur, profesional, dan siap bersaing di level nasional hingga internasional.
Suasana pelantikan berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Ratusan pengurus serta anggota Orado dari berbagai daerah di Sumatera Selatan hadir memadati lokasi acara. Bahkan, sejumlah peserta diketahui menempuh perjalanan hingga sembilan jam demi mengikuti agenda yang disebut sebagai momentum bersejarah bagi komunitas domino di Sumsel.
Pelantikan dihadiri oleh Gubernur Sumatera Selatan yang diwakili Asisten I Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Apriadi, Pembina Orado Brigjen TNI Adri Koesdyanto, Ketua Orado Provinsi Sumatera Selatan M. Reza Farisyi, Ketua Umum Orado A. Yudi Gautama, Sekretaris Umum Johannes Firano dan Yuliandik, SE, Bendahara Umum Syahril, serta seluruh jajaran pengurus Orado dari kabupaten/kota se-Sumsel.
Dalam sambutannya, Apriadi menyampaikan apresiasi atas soliditas Orado yang dinilainya mampu menyatukan berbagai elemen pengurus dari seluruh kabupaten/kota di Sumatera Selatan dalam satu visi besar.
“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus Orado tingkat provinsi dan kabupaten/kota yang baru dilantik. Amanah ini harus dijalankan dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab,” ujar Apriadi.
Ia menilai domino memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai cabang olahraga prestasi. Selain mudah dimainkan, domino juga digemari lintas generasi serta tidak membutuhkan biaya besar dalam penyelenggaraan turnamen.
“Orado diharapkan mampu menjadi motor utama pengembangan domino sebagai olahraga prestasi, sekaligus membawa nama kabupaten/kota di Sumatera Selatan ke tingkat nasional hingga internasional,” tandasnya.
Menurutnya, jika dikelola secara profesional dengan sistem pembinaan yang terencana, domino dapat menjadi salah satu cabang olahraga unggulan daerah yang tidak kalah dengan cabang olahraga populer lainnya.
Di tempat yang sama, Ketua Orado Kota Palembang yang baru dilantik, A. Yudi Gautama, menegaskan bahwa pelantikan ini menjadi tonggak awal transformasi Orado Palembang menuju organisasi yang lebih profesional, terstruktur, dan kompetitif.
“Pelantikan ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah titik awal untuk membangun sistem pembinaan atlet domino yang lebih terarah dan berkelanjutan,” katanya.
Ia menegaskan Orado Palembang tidak ingin hanya menjadi organisasi seremonial semata. Fokus utama diarahkan pada pembinaan atlet sejak usia dini, pencetakan pemain berprestasi, serta menjadikan Palembang sebagai pusat kekuatan domino di Sumatera Selatan.
“Kami akan memperkuat manajemen organisasi, melatih wasit, dan memperbanyak turnamen resmi guna menjaring bibit unggul,” jelasnya.
Menurut A. Yudi, domino bukan sekadar permainan hiburan pengisi waktu luang, tetapi olahraga yang menuntut konsentrasi, strategi, sportivitas, dan mental bertanding.
“Domino adalah olahraga. Kami siap mengangkatnya ke level yang lebih profesional dan bermartabat,” tegasnya.
Ia juga menyatakan kesiapan penuh Orado Kota Palembang untuk mendukung rencana pelaksanaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Domino yang dijadwalkan berlangsung pada April–Mei 2026 di Palembang.
“Jika Palembang dipercaya menjadi tuan rumah Kejurnas, kami siap menjadi garda terdepan demi menyukseskan event nasional dan mengharumkan nama kota ini,” ujarnya optimistis.
Sementara itu, Ketua Orado Provinsi Sumatera Selatan M. Reza Farisyi menegaskan bahwa domino kini telah bertransformasi dari permainan tradisional menjadi cabang olahraga prestasi yang siap “naik kelas”.
“Biasanya kita main domino di bawah pohon rindang, di warung kopi, atau di teras rumah. Hari ini kita bawa masuk ke Gedung Provinsi. Ini bukti Orado Sumsel siap naik kelas,” katanya disambut tepuk tangan para peserta.
Ia berkomitmen menjadikan Orado Sumsel sebagai wadah pembinaan atlet sejak usia dini, mempersiapkan kejuaraan daerah hingga nasional, serta mendorong Sumatera Selatan menjadi tuan rumah Kejurnas dengan memanfaatkan fasilitas olahraga di kawasan Jakabaring Sport City, Palembang.
“Sumsel punya infrastruktur, punya SDM, dan punya komunitas domino yang besar. Ini modal kuat untuk bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.
Dengan dilantiknya pengurus Orado dari 17 kabupaten/kota se-Sumatera Selatan, domino kini resmi melangkah ke era baru. Bukan lagi sekadar permainan tradisional pengisi waktu senggang, tetapi cabang olahraga prestasi yang memiliki sistem organisasi, agenda pembinaan, serta target pencapaian yang jelas.
Transformasi ini diharapkan tidak hanya melahirkan atlet-atlet domino berprestasi, tetapi juga memperkuat identitas Sumatera Selatan sebagai salah satu pusat perkembangan olahraga domino di Indonesia.
Ke depan, Orado Sumsel menargetkan lahirnya kompetisi rutin, pembinaan berjenjang, hingga keterlibatan aktif dalam agenda nasional. Langkah ini sekaligus membuka peluang domino menjadi cabang olahraga yang diperhitungkan dalam berbagai ajang resmi, sejajar dengan cabang olahraga lain yang telah lebih dulu mapan.
Dengan semangat baru, struktur organisasi yang solid, serta dukungan pemerintah daerah, Orado Sumsel optimistis domino akan benar-benar “naik kelas” dan mampu mengharumkan nama daerah di pentas nasional, bahkan internasional. (dkd)













