317 Kenshi Sumsel dan Jambi Ikuti GASNASWIL II PERKEMI, Fokus Pemantapan Teknik dan Kualitas Pelatih
Palembang, bidiksumsel.com – Upaya meningkatkan kualitas teknik dan regenerasi atlet Shorinji Kempo terus diperkuat. Selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu (26–28/12/2025), sebanyak 317 kenshi dari Provinsi Sumatera Selatan dan Jambi mengikuti Gashuku Nasional Wilayah (GASNASWIL) II Pemantapan Teknik dan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Nasional Wilayah II ke-1 Tahun 2025, yang dirangkaikan dengan Pemantapan Teknik dan UKT Provinsi Sumatera Selatan ke-2 Tahun 2025.
Kegiatan ini menjadi salah satu agenda strategis Pengurus Besar (PB) Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (PERKEMI) dalam rangka pembinaan atlet berkelanjutan, khususnya bagi kenshi yang telah memasuki jenjang lanjutan hingga sabuk hitam.
GASNASWIL II secara resmi dibuka oleh Majelis Guru PB PERKEMI, yakni Sensei Marsudi VI DAN dan Sensei Sirojul Munir Sofyan V DAN. Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Sekretaris Umum KONI Sumatera Selatan, Tubagus Sulaiman, S.H., M.H., yang mewakili Ketua Umum KONI Sumsel.
Dalam sambutannya, Sensei Marsudi menegaskan bahwa GASNASWIL II bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan solusi konkret untuk menjawab kebutuhan peningkatan kualitas teknik kenshi, terutama pada level Yudansha (Sabuk Hitam).
Menurutnya, pelaksanaan UKT untuk DAN I dan DAN II memiliki peran krusial dalam menjaga standar teknik serta kualitas kenshi agar tetap sesuai dengan kurikulum dan nilai-nilai yang ditetapkan PERKEMI.
“GASNASWIL II ini diharapkan menjadi jalan keluar atas kebutuhan peningkatan teknik bagi kenshi tingkat DAN I dan DAN II, sehingga kemampuan yang dimiliki benar-benar sesuai dengan jenjang dan dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujar Sensei Marsudi.
Ia juga menyoroti pesatnya perkembangan Shorinji Kempo di berbagai daerah, yang ditandai dengan semakin banyaknya dojo baru serta meningkatnya intensitas kejuaraan. Kondisi tersebut, kata dia, harus diimbangi dengan ketersediaan pelatih berkualitas yang tidak hanya unggul secara teknik, tetapi juga memahami filosofi dan nilai organisasi Shorinji Kempo.
“Dengan berkembangnya dojo dan event kejuaraan, kebutuhan pelatih berkualitas menjadi sangat penting. GASNASWIL ini diharapkan mampu mencetak kenshi yang siap menjadi pelatih sekaligus aset organisasi ke depan,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Sumsel, Tubagus Sulaiman, menyampaikan apresiasi kepada PERKEMI atas konsistensinya dalam melakukan pembinaan atlet melalui kegiatan terstruktur seperti Gashuku dan UKT.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan kembali atlet-atlet Shorinji Kempo yang tangguh dan berprestasi, sehingga dapat mengharumkan nama Sumatera Selatan di tingkat nasional hingga internasional.
“Kami berharap dari kegiatan ini akan lahir atlet-atlet handal yang mampu membela Sumatera Selatan, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Tubagus juga mendorong PERKEMI Sumsel agar semakin aktif menggelar kejuaraan antar-dojo maupun antar-daerah, serta mendorong atlet untuk mengikuti kejuaraan di luar daerah guna meningkatkan jam terbang dan mental tanding.
“Dengan sering bertanding, mental juara akan terbentuk dan prestasi Shorinji Kempo Sumsel akan semakin meningkat,” katanya.
Ketua Umum PERKEMI Sumatera Selatan, Senpai Meidi Rafi Andi, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan kesempatan kepada para kenshi untuk naik tingkat sesuai dengan hasil latihan dan kurikulum yang telah ditetapkan organisasi.
Ia menekankan pentingnya kesungguhan dalam berlatih, mengingat para kenshi merupakan generasi penerus dan masa depan PERKEMI Sumsel.
“Giatlah berlatih, karena kalian adalah masa depan PERKEMI Sumsel. Apa yang kalian latih hari ini, hasilnya akan kalian petik minimal sepuluh tahun ke depan,” pesannya.
Dari total 317 kenshi yang mengikuti kegiatan ini, rinciannya meliputi 13 peserta menuju DAN II, 15 peserta menuju DAN I, 30 peserta menuju Kyu I, 48 peserta menuju Kyu II, 44 peserta menuju Kyu III, 52 peserta menuju Kyu IV, 64 peserta menuju Kyu V, 47 peserta menuju Kyu VI, serta peserta menuju Kyu VII.
Peserta GASNASWIL berasal dari Provinsi Sumatera Selatan dan Jambi, sementara peserta GASPROV berasal dari berbagai kabupaten/kota di Sumsel, seperti Palembang, Prabumulih, Muara Enim, Musi Banyuasin, Ogan Ilir, OKU, dan Lahat.
Melalui kegiatan ini, PERKEMI Sumsel berharap pembinaan atlet Shorinji Kempo dapat berjalan lebih terarah, berkesinambungan, serta menjadi fondasi kuat dalam mencetak kenshi berprestasi yang siap bersaing di berbagai level kejuaraan. (dkd)













