Laga Terakhir Penuh Drama, SSB PSS U12 Tutup Liga Arena Palembang 2025 Tanpa Gol

Squad Sekolah Sepak Bola (SSB) Palembang Soccer Skill (PSS) U12/ist

Palembang, bidiksumsel.com – Sekolah Sepak Bola (SSB) Palembang Soccer Skill (PSS) U12 menutup perjalanan mereka di ajang Liga Arena Palembang 2025 dengan hasil imbang. Pada pertandingan terakhir yang digelar di Stadion Kamboja Palembang, Kamis (25/12/2025) pagi, tim berjuluk Laskar Menyala harus puas berbagi poin setelah bermain tanpa gol melawan SSB SAS.

Meski tak ada gol tercipta hingga peluit panjang dibunyikan wasit, laga berlangsung menarik dan penuh tensi. Kedua tim tampil disiplin dan saling jual beli serangan, menjadikan pertandingan pamungkas ini sarat pelajaran berharga bagi para pemain muda.

Pelatih SSB PSS U12, Deny Saputra, menurunkan komposisi pemain terbaiknya sejak menit awal. Di posisi penjaga gawang, Fadil dipercaya mengawal mistar dengan cukup tenang dan sigap membaca pergerakan lawan.

Lini pertahanan diperkuat duet Tommy dan Andra yang tampil solid menjaga area sentral. Sementara sektor bek sayap diisi Dabith di sisi kiri dan Nathan di sisi kanan, yang aktif membantu serangan sekaligus disiplin dalam bertahan.

Di lini tengah, trio Fadil P, Rafif, dan Dhio menjadi motor permainan. Ketiganya berperan mengatur tempo, menjaga keseimbangan tim, serta menghubungkan lini belakang dan depan. Sementara di sektor serang, Fabian diplot sebagai penyerang utama, didukung dua winger lincah Zaki Fairus (Oleng) dan Munzir yang kerap merepotkan pertahanan lawan lewat kecepatan dan pergerakan tanpa bola.

Memasuki babak kedua, tim pelatih melakukan sejumlah rotasi guna menjaga intensitas dan memberi kesempatan bermain kepada pemain lain. Abizar masuk menggantikan Nathan, sementara Afif menggantikan Fabian di lini depan. Di bawah mistar gawang, Dhaffa masuk menggantikan Fadil.

Rotasi berlanjut di pertengahan babak kedua dengan masuknya Arif menggantikan Rafif, serta Adtya yang menggantikan Zaki Fairus. Pergantian ini membuat permainan SSB PSS tetap segar dan agresif, meski menghadapi tekanan ketat dari SSB SAS.

SSB PSS sejatinya memiliki peluang emas untuk memastikan kemenangan. Kesempatan tersebut datang dari Afif, striker muda kelahiran 2014 atau kategori U11, yang tampil impresif meski bermain di level usia lebih tinggi.

Mendapat bola matang di depan gawang lawan, Afif berdiri bebas dan melepaskan sepakan. Sayangnya, bola masih melenceng tipis dari sasaran. Peluang tersebut menjadi momen paling krusial di pertandingan, sebelum akhirnya skor 0-0 bertahan hingga laga usai.

Pelatih Deny Saputra mengaku tetap bersyukur atas hasil yang diraih anak asuhnya. Menurutnya, fokus utama bukan semata hasil, melainkan proses, disiplin, dan keberanian anak-anak dalam bermain.

“Alhamdulillah, apa pun hasilnya tetap kita syukuri. Anak-anak bermain enjoy, tanpa beban, disiplin, dan mampu menerapkan instruksi pelatih dengan baik. Ini modal penting untuk pembinaan ke depan,” ujar Deny.

Ia menilai Liga Arena Palembang menjadi ajang yang sangat bermanfaat dalam menambah jam terbang, mental bertanding, serta pengalaman kompetitif bagi pemain usia dini.

Wakil Ketua SSB PSS, Gus Munir, S.T, turut memberikan apresiasi atas perjuangan tim sepanjang kompetisi. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Askot PSSI Palembang yang telah menghidupkan kembali kompetisi usia dini melalui Liga Arena Palembang.

Menurutnya, kompetisi seperti ini sangat krusial dalam mencetak pesepakbola masa depan Sumatera Selatan.

“Liga Arena Palembang sangat penting untuk menambah jam terbang anak-anak. Kompetisi rutin seperti ini menjadi fondasi pembinaan sepak bola yang sehat dan berkelanjutan,” ujar General Manager OKU Ekspres tersebut.

Meski menutup Liga Arena Palembang 2025 tanpa kemenangan di laga terakhir, SSB PSS U12 tetap menunjukkan perkembangan positif. Disiplin permainan, keberanian membangun serangan, serta mental bertanding menjadi bekal penting untuk menghadapi kompetisi berikutnya.

Dengan pembinaan yang konsisten dan dukungan kompetisi usia dini yang berkelanjutan, SSB PSS optimistis dapat melahirkan talenta-talenta muda yang kelak mampu bersaing di level lebih tinggi, sekaligus mengharumkan nama Palembang dan Sumatera Selatan di kancah sepak bola nasional. (et)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *