Suporter Sriwijaya FC Geruduk Askot PSSI Palembang, Bela Muhammad David dari Isu Mundur
Palembang, bidiksumsel.com – Suasana di sekitar kantor Asosiasi Kota (Askot) PSSI Palembang mendadak ramai pada Minggu siang. Puluhan suporter Sriwijaya FC yang tergabung dalam Sriwijaya Mania, Ultras Palembang, dan Singa Mania kompak mendatangi lokasi tersebut. Namun kedatangan mereka bukan untuk protes atau kerusuhan melainkan bentuk dukungan moral bagi Muhammad David, Wakil Presiden Sriwijaya FC, yang belakangan diterpa isu akan mundur setelah munculnya video viral bernada kritik tajam terhadap manajemen tim.
Aksi damai ini menjadi sorotan publik sepak bola lokal, karena menunjukkan bagaimana loyalitas fans sejati masih kuat di tengah gempuran isu dan provokasi di media sosial.
Capotifoso Ultras Palembang Qusoi, salah satu koordinator aksi, menegaskan bahwa kedatangan mereka ke kantor Askot PSSI Palembang adalah untuk memberikan klarifikasi dan dukungan terhadap manajemen klub. Ia menilai, video viral yang menyerang manajemen SFC di salah satu akun publik Palembang tidak pantas dipercaya karena diduga kuat dibuat oleh pihak-pihak yang tidak memahami perjuangan klub.
“Viral itu di tribun Barat, kenapa harus didengarkan? Apakah dia berjuang seperti kami tiga suporter yang berdarah-darah tetap setia away kemana-mana, buang uang demi Sriwijaya FC?” kata Qusoi kepada wartawan.
Ia menambahkan, orang dalam video tersebut bahkan tidak memahami situasi dan regulasi terkini Liga 2.
“Dia pakai baju batik, bilang SFC cuma punya satu poin, padahal tidak tahu kalau transfer window baru dibuka Januari 2026,” ujarnya menegaskan.
Lebih jauh, Qusoi mengungkapkan bahwa para suporter inti Sriwijaya FC, Sriwijaya Mania, Ultras Palembang, dan Singa Mania selama ini tetap menjaga kondusivitas di setiap laga, meski hasil pertandingan belum sesuai harapan.
“Kami sudah aman dan tentram. Kemarin kami tidak melempar botol, tanpa red flare pun kami tetap kondusif dan bisa menerima kekalahan,” ucapnya.
Ia menuturkan, pihaknya berkomunikasi langsung dengan Muhammad David hampir setiap hari, dan memahami betul situasi yang sedang dihadapi klub berjuluk Elang Andalas itu.
“Sekarang pemain tidak bisa dibuang. Di Januari nanti baru kita bisa bergerak mengambil pemain bagus. Jadi sabar dulu, karena Pak David juga sudah punya rencana besar,” tambah Qusoi.
Dalam kesempatan itu, Qusoi juga mengingatkan kepada seluruh fans Sriwijaya FC untuk tidak mudah terpancing oleh narasi negatif di media sosial. Ia menegaskan bahwa Muhammad David memiliki kontribusi besar dalam menyelamatkan Sriwijaya FC dari ancaman degradasi musim lalu.
“Kalian harus tahu, Pak David sejak tahun kemarin punya peran penting dalam menyelamatkan SFC dari degradasi. Jadi, jangan asal menuduh atau termakan isu buzzer,” ujarnya.
Ia pun menyebutkan hasil diskusinya dengan manajemen bahwa akan ada perombakan besar-besaran pada putaran kedua nanti.
“Putaran pertama ini kita bertahan dulu. Janji Pak David, 70% pemain akan diganti di putaran kedua nanti. Jadi mohon dukungan semua fans,” jelasnya.
Ketua Sriwijaya Mania, Eddy Ismail, turut hadir dalam aksi dukungan tersebut. Ia menegaskan bahwa fans sejati harus tetap percaya pada proses dan niat baik manajemen klub.
“Kami menghimbau kepada semua fans Sriwijaya FC agar tetap percaya kepada Pak David. Kalau kalian tahu perjuangan beliau, pasti kalian akan paham betapa besar dedikasinya untuk klub ini,” ujarnya singkat namun tegas.
Aksi solidaritas ini menjadi bukti bahwa loyalitas suporter Sriwijaya FC masih kokoh, bahkan ketika tim tengah berada dalam masa sulit. Di tengah derasnya arus informasi dan opini liar di media sosial, mereka memilih berdiri tegak membela orang-orang yang selama ini bekerja di balik layar demi menjaga eksistensi klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan.
Dari balik bendera kuning-merah kebanggaan, gema dukungan terus menggema :
“Sriwijaya FC bukan hanya klub, tapi rumah kami. Dan rumah ini akan kami jaga bersama.” (bd)













