Palembang, bidiksumsel.com – Langit Palembang pagi itu cerah ketika puluhan mahasiswa hukum berseragam putih-hitam memenuhi ruang pelatihan di kantor PTPN 7, Jumat (7/11/2025). Suasana tampak hidup. tawa, semangat, dan diskusi menggema dalam kegiatan bertajuk “Youth Legal Liaison : Merawat Semangat Pemuda dan Representasi Menuju Kongres X Permahi.”
Tak sekadar pelatihan, kegiatan ini menandai dimulainya perjalanan besar : persiapan matang DPC Permahi Kota Palembang sebagai tuan rumah Kongres X Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi).
Acara ini menjadi langkah krusial menjelang pelaksanaan kongres yang dijadwalkan berlangsung 3–9 Desember 2025 di Jakabaring Sport City (JSC) kompleks olahraga bertaraf internasional yang pernah menjadi saksi Asian Games 2018. Palembang kembali bersiap menorehkan sejarah, kali ini di bidang intelektual dan hukum.
Bagi Dedeng Zawawi, S.H., M.H., salah satu pendiri dan penasihat Permahi Kota Palembang, organisasi ini bukan sekadar wadah diskusi. “Permahi lahir dari semangat mahasiswa hukum yang ingin memberi sumbangsih nyata bagi bangsa,” ujar Dedeng, mengenang perjalanan panjang organisasi yang berdiri sejak 1983 di Jakarta, sempat vakum, dan kembali aktif pada 2006.
Dedeng, yang kala itu turut hadir membawa nama Palembang dalam kebangkitan Permahi, menegaskan bahwa Permahi menjadi “sekolah nonformal” bagi calon penegak hukum masa depan.
“Setiap anggota dibekali kemampuan hukum praktis, teknik persidangan, hingga etika profesi. Dari sinilah lahir banyak hakim, jaksa, advokat, notaris, dan akademisi yang kini tersebar di seluruh Indonesia,” tuturnya bangga.
Kini, Permahi Kota Palembang memiliki lebih dari 1.000 anggota aktif dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Selatan mulai dari Universitas Sriwijaya (Unsri), STIHPADA Palembang, Universitas Terbuka, Universitas Tamansiswa, hingga kampus lainnya.
“Keragaman ini menunjukkan bahwa Permahi bukan milik satu kampus, melainkan milik semua mahasiswa hukum yang punya semangat perjuangan,” tambah Dedeng.
Di tengah euforia itu, Nathan Praevel, Ketua Pelaksana Liaison Officer Training, menjelaskan bahwa pelatihan ini menjadi “tahap pemanasan” menjelang gelaran nasional.
“Kami ingin seluruh panitia memahami peran dan tugasnya. Tak ada ruang untuk salah langkah, semua harus bekerja profesional,” kata Nathan penuh semangat.
Ia membeberkan, Kongres X Permahi akan dihadiri lebih dari 1.500 peserta dari 37 provinsi dan 58 DPC di Indonesia. Masing-masing DPC akan mengirim empat delegasi dua peserta forum dan dua peserta peninjau.
Besarnya skala kegiatan ini menuntut koordinasi lintas sektor, mulai dari transportasi, penginapan, keamanan, hingga kesehatan.
“Ini bukan hanya forum mahasiswa hukum, tapi juga ajang pembuktian bahwa Palembang mampu menyelenggarakan event nasional berskala besar,” tambahnya.
Bagi RM Taufiq, Ketua Umum DPC Permahi Kota Palembang, kongres ini tidak sekadar ajang akademik, melainkan juga momentum ekonomi daerah.
“Bayangkan, ribuan peserta datang dari luar daerah. Hotel penuh, transportasi ramai, UMKM hidup, dan kuliner lokal akan jadi incaran. Ini tentu berdampak langsung pada ekonomi Palembang,” jelasnya.
Menurutnya, kegiatan berskala nasional seperti ini bisa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta memperkuat citra Palembang sebagai kota konferensi dan pariwisata hukum.
Taufiq pun berharap dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumsel, Pemerintah Kota Palembang, Dinas Pariwisata, serta seluruh stakeholder, baik dari segi fasilitas, promosi, maupun keamanan.
“Ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan bahwa Palembang siap dan layak menjadi tuan rumah event nasional bergengsi,” tegasnya.
Persiapan yang dilakukan panitia tak main-main. Taufiq mengungkapkan bahwa panitia tengah berkoordinasi intensif dengan panitia pusat terkait daftar tamu penting nasional.
“InsyaAllah, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir dalam pembukaan Kongres X Permahi,” ungkapnya. Selain itu, jajaran Kementerian Hukum dan HAM, Wamenkumham, dan tokoh-tokoh hukum nasional juga dipastikan akan hadir memberikan materi dan inspirasi.
Tak hanya soal tamu besar, keamanan juga menjadi prioritas utama. Panitia telah menjalin komunikasi dengan Kapolda Sumsel, Kapolrestabes Palembang, dan Pangdam II/Sriwijaya untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif.
Lebih dari Sekadar Kongres : Ini Tentang Masa Depan Hukum Indonesia
Kongres X Permahi bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum penting bagi mahasiswa hukum untuk memperkuat posisi mereka sebagai agen perubahan di bidang hukum nasional.
Diskusi-diskusi yang akan digelar di forum nanti diharapkan mampu menghasilkan gagasan baru terkait reformasi hukum, penegakan keadilan, serta revitalisasi sistem hukum di Indonesia.
“Ini bukan hanya tentang siapa yang terpilih jadi ketua umum, tapi tentang arah baru peran mahasiswa hukum di masa depan,” tutup Taufiq.
Dan di balik semua kesibukan itu, semangat anak-anak muda Palembang kian membara. Mereka tak sekadar menyiapkan ruangan, banner, atau panggung, melainkan menyiapkan panggung sejarah, tempat di mana suara mahasiswa hukum dari seluruh Indonesia akan bergema dari Bumi Sriwijaya. (dkd)













