Ketua PGK Sumsel Serukan Tanggung Jawab Moral Warga Palembang untuk Bela Palestina
Palembang, bidiksumsel.com – Gelombang solidaritas untuk Palestina kembali bergema di Kota Palembang. Ratusan warga dari berbagai elemen masyarakat tumpah ruah mengikuti Aksi Bela Palestina Jilid V, Minggu (9/11/2025), dengan semangat yang membara di bawah teriknya matahari dan lantunan takbir yang menggema di udara.
Di tengah lautan massa yang membawa bendera Indonesia dan Palestina, Ketua DPW Perhimpunan Gerakan Kebangkitan (PGK) Sumatera Selatan, Firdaus Hasbullah, tampil penuh semangat menyuarakan pesan moral dan kemanusiaan. Ia menegaskan, bahwa perjuangan untuk Palestina bukan semata isu politik, melainkan panggilan nurani yang seharusnya dirasakan setiap manusia berakal sehat.
“Kita harus berdiri bersama Palestina, membela hak-hak mereka, dan menuntut kemerdekaan mereka. Palestina bukan hanya masalah regional, tapi masalah kemanusiaan,” tegas Firdaus dalam orasinya.
Dalam pidato yang disambut takbir bergemuruh itu, Firdaus Hasbullah menyampaikan kebanggaannya terhadap masyarakat Palembang dan Sumatera Selatan yang selama ini terus menunjukkan solidaritas tinggi terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Ia menilai, dukungan masyarakat bukanlah sesuatu yang tiba-tiba, melainkan warisan semangat juang yang telah mengakar kuat sejak masa perjuangan kemerdekaan bangsa.
“Sejak dahulu, orang Sumsel dikenal sebagai bangsa yang tidak tunduk pada ketidakadilan. Kita punya darah pejuang, semangat gotong royong, dan hati yang selalu berpihak pada kebenaran,” ujar Firdaus lantang.
Menurutnya, Palembang bukan sekadar kota sejarah, tetapi juga simbol kepedulian yang tak lekang oleh waktu. Dari masa ke masa, masyarakatnya selalu berdiri di sisi kemanusiaan, tanpa pandang agama, ras, atau bangsa.
Aksi Bela Palestina Jilid V ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wujud nyata dari solidaritas yang hidup di tengah masyarakat. Firdaus menyebut, setiap langkah kaki dan setiap doa yang dipanjatkan dalam aksi ini adalah bagian dari perlawanan terhadap kezaliman dan penjajahan.
“Bahwa suara dari bawah Jembatan Ampera akan menggema sampai ke Yerusalem. Bahwa setiap takbir yang kita lantunkan adalah janji: kita akan terus berdiri bersama Palestina sampai kemerdekaan itu benar-benar tiba,” serunya, disambut pekikan takbir para peserta aksi.
Aksi ini diisi dengan orasi kemanusiaan, doa bersama, penggalangan dana untuk korban di Gaza, dan pembacaan puisi solidaritas oleh sejumlah tokoh muda. Bendera Palestina berkibar berdampingan dengan Merah Putih simbol persaudaraan dan keberanian rakyat Indonesia dalam membela sesama manusia di mana pun berada.
Firdaus Hasbullah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga Sumatera Selatan, khususnya masyarakat Palembang, yang hadir dan menunjukkan kepedulian mendalam terhadap penderitaan rakyat Palestina.
“Saya ucapkan terima kasih atas kepedulian dan kehadiran saudara-saudara sekalian. Inilah bukti bahwa hati kita masih hidup. Kita mungkin jauh secara jarak, tapi hati kita dekat dengan Palestina,” ujarnya.
Ia juga mengirimkan pesan tegas kepada dunia internasional agar tidak menutup mata terhadap kekejaman yang menimpa warga sipil di Gaza.
“Dan kepada dunia internasional, dengarkan suara kami dari Palembang dari tanah yang jauh, namun hati yang dekat. Kami menolak kezaliman dan akan terus berdiri bersama Palestina,” pungkasnya.
Aksi Bela Palestina Jilid V di Palembang menjadi simbol bahwa kepedulian terhadap kemanusiaan tidak mengenal batas geografis. Bagi masyarakat Palembang, membela Palestina bukan hanya tentang politik luar negeri, tetapi juga tentang nilai kemanusiaan universal yang tertanam dalam jati diri bangsa Indonesia.
Dari bawah Jembatan Ampera hingga ke ujung bumi, semangat solidaritas itu terus menyala menjadi pengingat bahwa selama keadilan belum ditegakkan, suara rakyat Palembang akan terus menggema : “Palestina, kami bersama kalian!” (bd)













