Mahasiswa Hukum Harus Meneladani Tokoh Muhammadiyah? Ini Pesan Tegas Wakil Ketua DPRD PALI!

ist

Palembang, bidiksumsel.com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Firdaus Hasbullah, SH., MH., memberikan pesan penting kepada mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) untuk meneladani nilai-nilai kepemimpinan tokoh Muhammadiyah dalam membangun karakter generasi hukum masa depan.

Pesan itu disampaikan Firdaus saat menjadi narasumber dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) Fakultas Hukum UMP yang digelar di Palembang, Kamis (27/11/2025).

Dalam penyampaiannya, Firdaus menegaskan bahwa mahasiswa hukum tidak hanya dituntut menjadi akademisi yang cerdas, tetapi juga harus memiliki karakter kuat, integritas tinggi, serta visi kepemimpinan yang membumi.

“Muhammadiyah dikenal sebagai organisasi besar yang melahirkan banyak tokoh inspiratif. Dari merekalah kita bisa belajar bagaimana kepemimpinan dibangun, dijaga, dan diwariskan,” ujarnya.

Firdaus kemudian menyebut sejumlah nama besar dalam sejarah Muhammadiyah yang menurutnya memiliki nilai penting sebagai rujukan moral dan intelektual bagi mahasiswa.

Pertama, ia menyinggung sosok KH Ahmad Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah. Menurutnya, Kiai Dahlan merupakan contoh pemimpin transformasional yang visioner dan mampu membawa pembaruan pemikiran Islam yang rasional dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

“Sikap berpikir maju, keterbukaan terhadap ilmu pengetahuan, kedisiplinan, serta keteguhan pada tujuan dakwahnya adalah pelajaran kepemimpinan yang masih relevan sampai hari ini,” terang Firdaus.

Kedua, ia menyebut nama Buya AR Fachruddin, salah satu Ketua PP Muhammadiyah paling berpengaruh yang memimpin dari 1968 hingga 1990. Menurut Firdaus, Buya dikenal sederhana tetapi memiliki wibawa moral tinggi, bersikap demokratis, santun dalam berkomunikasi, namun sangat tegas dalam prinsip.

“Beliau menunjukkan kepada kita bahwa pemimpin tidak harus berperilaku otoriter, tetapi harus mampu memengaruhi lewat teladan moral,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Firdaus juga menegaskan bahwa mahasiswa Fakultas Hukum memikul tanggung jawab moral yang jauh lebih besar dibanding mahasiswa pada bidang ilmu lainnya.

“Mahasiswa hukum adalah calon penegak keadilan. Maka dari itu, karakter, kejujuran, integritas, dan moralitas menjadi pondasi utama,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa kualitas pemimpin masa depan tidak ditentukan oleh gelar akademik semata, melainkan oleh kemampuan berpikir kritis, profesionalitas dalam tugas, dan tanggung jawab sosial.

Selain itu, Firdaus juga mengajak mahasiswa untuk mengimplementasikan ajaran dan nilai para tokoh Muhammadiyah dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya :

  • Integritas moral dalam setiap tindakan
  • Kemampuan berpikir kritis dan rasional dalam menyelesaikan persoalan
  • Disiplin dan profesional dalam menjalankan tanggung jawab
  • Kesadaran berperan sebagai agen perubahan dan penjaga keadilan

“Kepemimpinan bukan hanya tentang jabatan, tetapi bagaimana seseorang memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” tutup Firdaus. (bd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *