Banyuasin, bidiksumsel.com – Kondisi jalan di Lorong Margo Mulyo (PU), Desa Sungai Pinang, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, semakin memprihatinkan. Akibat tak kunjung mendapat perhatian dari pemerintah, warga akhirnya mengambil langkah swadaya dengan menimbun jalan berlubang menggunakan koral seadanya demi memperlancar aktivitas sehari-hari.
Salah satu warga, EA (28), menuturkan bahwa perbaikan jalan tersebut dilakukan murni atas inisiatif masyarakat setempat tanpa dukungan dari pihak mana pun.
“Kami swadaya masyarakat, karena kalau menunggu pemerintah tidak pasti,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Kamis (6/11/2025).
Dari pantauan di lapangan, perbaikan dilakukan di beberapa titik yang paling parah rusaknya. Jalan ini merupakan akses utama warga menuju kawasan pemukiman, kebun, dan pasar tradisional. Hampir setiap hari, jalur ini dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat yang membawa hasil pertanian dan kebutuhan rumah tangga.
Namun, karena kondisi jalan yang berlubang dan tergenang air, aktivitas warga menjadi terhambat. Saat hujan, ruas jalan berubah menjadi kubangan lumpur, sementara saat panas, debu beterbangan menutupi rumah warga.
Ketua Forum Pemuda Kecamatan Rambutan, Muhammad Noto, menyesalkan minimnya perhatian dari pemerintah terhadap kondisi infrastruktur di wilayahnya. Menurutnya, masyarakat tidak seharusnya terus-menerus memperbaiki jalan dengan dana pribadi.
“Kami minta Dinas PU Banyuasin segera datang ke lokasi dan meninjau langsung kondisi jalan ini. Jangan hanya menunggu laporan tertulis, karena masyarakat sudah cukup lama merasakan dampaknya,” tegas Noto.
Ia menambahkan, kerusakan jalan di wilayah Kecamatan Rambutan bukan hanya terjadi di Lorong Margo Mulyo, tetapi juga di beberapa titik lain yang menjadi jalur penting bagi kegiatan ekonomi warga.
“Jalan ini akses vital bagi petani, pedagang, dan warga sekitar. Jika terus dibiarkan, aktivitas masyarakat akan terganggu, bahkan bisa membahayakan pengguna jalan,” tambahnya.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Banyuasin, khususnya Dinas Pekerjaan Umum (PU), segera menindaklanjuti laporan masyarakat dengan langkah nyata, bukan sekadar janji. Menurut mereka, perbaikan jalan bukan hanya soal kenyamanan berkendara, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kesejahteraan warga Desa Sungai Pinang.
Beberapa warga juga mengaku khawatir jika jalan dibiarkan rusak terlalu lama, harga hasil pertanian mereka bisa tertekan karena kendaraan pengangkut sulit masuk ke area perkebunan. Selain itu, mobilitas anak sekolah dan kendaraan darurat seperti ambulans juga ikut terdampak.
“Kalau musim hujan, mobil sayur atau pengangkut karet susah masuk. Kadang kami harus dorong motor untuk bisa lewat. Ini sudah lama terjadi, tapi belum ada tanggapan,” ujar seorang petani karet yang turut membantu penimbunan jalan.
Kondisi jalan Lorong Margo Mulyo kini menjadi simbol perjuangan warga yang tak menyerah menunggu perhatian pemerintah. Dengan alat seadanya, mereka berusaha memperbaiki infrastruktur yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara.
Masyarakat berharap agar Pemkab Banyuasin segera turun tangan dengan program perbaikan permanen, bukan lagi sekadar tambal sulam. Karena bagi warga Sungai Pinang, jalan yang layak bukan kemewahan melainkan kebutuhan dasar untuk hidup dan bekerja dengan layak di tanah sendiri. (np)










