Palembang, bidiksumsel.com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sekaligus Ketua DPW Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Sumatera Selatan, Firdaus Hasbullah, SH, MH, memberikan pesan mendalam tentang makna sejati kepemimpinan mahasiswa dalam acara Pengukuhan BEM Nusantara yang digelar di Kampus Universitas IBA Palembang, Senin (3/11/2025).
Dalam sambutannya, Firdaus menegaskan bahwa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) bukan sekadar wadah organisasi dengan struktur dan program kerja, melainkan laboratorium kepemimpinan tempat mahasiswa belajar mengambil keputusan, mengelola konflik, mencari solusi, sekaligus menumbuhkan empati sosial.
“BEM sejatinya merupakan laboratorium kepemimpinan. Di sinilah mahasiswa belajar bagaimana menjadi pemimpin yang mampu berpikir, bertindak, dan berempati terhadap masyarakat,” ujarnya tegas di hadapan ratusan mahasiswa peserta pengukuhan.
Lebih jauh, Firdaus mengingatkan bahwa kampus sejatinya merupakan refleksi kecil dari Indonesia : beragam, tetapi satu dalam semangat kebangsaan.
“Di kampus boleh berbeda latar belakang, tetapi BEM Nusantara harus mampu menyatukan semuanya dalam semangat kebangsaan. Inilah miniatur Indonesia beragam tapi bersatu,” tuturnya disambut tepuk tangan mahasiswa.
Ia menekankan, organisasi mahasiswa seperti BEM bukan hanya ruang diskusi dan debat, melainkan tempat pembelajaran nyata tentang kehidupan sosial dan dinamika masyarakat.
“Kalau di kampus kita belajar teori, maka di BEM kita belajar realitas. Dan di tengah realitas itulah kita ditempa menjadi pemimpin yang tidak hanya pandai berbicara, tapi juga bisa bekerja, mendengar, dan melayani,” tambahnya dengan nada penuh keyakinan.
Dalam kesempatan yang sama, Firdaus Hasbullah turut memaparkan pentingnya peran generasi muda dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 sebuah cita-cita besar untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang berdaulat, maju, adil, dan makmur tepat satu abad setelah kemerdekaan.
“Visi Indonesia Emas bukan sekadar mimpi menjadi negara maju. Itu komitmen agar bangsa ini tidak hanya jadi pasar dunia, tapi pemain utama di dunia,” tegasnya.
Menurutnya, mahasiswa adalah kunci transformasi bangsa. Mereka bukan sekadar calon pemimpin masa depan, tetapi juga aktor perubahan yang harus inovatif, berintegritas, dan kolaboratif.
“Mahasiswa harus hadir sebagai generasi pembelajar yang tidak apatis. Kalianlah yang akan menentukan apakah bangsa ini melangkah maju atau justru tertinggal,” ujarnya menambahkan.
Di penghujung sambutannya, Firdaus mengajak seluruh pengurus dan anggota BEM Nusantara untuk memperkuat semangat kebersamaan serta menjaga idealisme mahasiswa agar tetap berpihak pada nilai-nilai kebangsaan.
“Kalau bukan kita yang meneguhkan kebangsaan, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Dan kalau bukan lewat gerakan mahasiswa, lewat apa lagi kita menjaga Indonesia?” pungkasnya disambut sorakan semangat mahasiswa yang memenuhi aula kampus.
Acara pengukuhan BEM Nusantara di Universitas IBA Palembang ini dihadiri oleh perwakilan kampus dari berbagai daerah di Sumatera Selatan, pengurus BEM lintas universitas, dan sejumlah tokoh muda. Kegiatan berlangsung penuh semangat kebersamaan, menandai komitmen mahasiswa untuk terus berperan aktif dalam pembangunan bangsa. (bd)













