Barantin Lepas Ekspor 18,5 Ton Kopi Liberika, Sumsel Pamerkan Kualitas Unggul ke Malaysia

ist

Palembang, bidiksumsel.com – Sumatera Selatan kembali mencatat prestasi di sektor pertanian. Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Selatan (Karantina Sumsel) melepas ekspor 18,5 ton kopi liberika tujuan Malaysia, Senin (10/11/2025).

Pelepasan ekspor berlangsung meriah dan penuh semangat, ditandai dengan penyerahan Phytosanitary Certificate (PC) oleh Kepala Karantina Sumsel, Sri Endah Ekandari, kepada Bupati Lahat, Bursah Zarnubi selaku kepala daerah penghasil utama kopi tersebut. Sertifikat ini menjadi bukti sah bahwa komoditas telah memenuhi seluruh persyaratan kesehatan tumbuhan (plant health requirement) negara tujuan ekspor.

Kopi liberika yang diekspor kali ini berasal dari empat sentra utama penghasil kopi unggulan di Sumatera Selatan, yakni Jarai, Kikim, dan Tanjung Sirih di Kabupaten Lahat, serta Semendo di Kabupaten Muara Enim. Sebelum diberangkatkan, seluruh biji kopi telah menjalani pemeriksaan fisik dan pengujian laboratorium secara ketat untuk memastikan bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) dan memenuhi standar kualitas ekspor.

Dalam sambutannya, Sri Endah Ekandari menegaskan bahwa sertifikasi ekspor bukan sekadar prosedur administratif, melainkan bentuk nyata komitmen Karantina Sumsel dalam menjaga keamanan hayati dan mendukung kelancaran perdagangan internasional.

“Karantina memastikan setiap komoditas yang diekspor bebas dari OPTK dan sesuai dengan persyaratan negara tujuan. Sertifikat yang kami terbitkan menjadi jaminan bahwa produk tersebut aman, sehat, dan layak diterima di pasar global,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sri Endah menambahkan bahwa Karantina Sumsel terus bertransformasi menjadi lembaga pelayanan publik yang adaptif dan solutif. Pelaku usaha ekspor kini tidak hanya mendapatkan layanan pemeriksaan, tetapi juga pendampingan teknis dan administratif agar proses ekspor berjalan cepat dan efisien.

“Sinergi antara pelaku usaha, pemerintah daerah, dan Karantina menjadi kunci keberhasilan ekspor yang berdaya saing tinggi,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, yang hadir langsung dalam pelepasan ekspor, menyampaikan apresiasi atas dukungan Barantin dan Karantina Sumsel. Ia menilai kegiatan ekspor kopi liberika ini menjadi tonggak baru bagi Kabupaten Lahat dan daerah penghasil kopi lainnya di Sumatera Selatan untuk menembus pasar global.

“Dengan ekspor ini, artinya Lahat sudah mulai masuk pasar global dan mulai dikenal dunia. Ini capaian besar yang harus terus kita dorong agar kesejahteraan petani meningkat,” ujar Bursah.

Menurutnya, kopi liberika Sumsel memiliki keunikan cita rasa tersendiri yang berbeda dengan arabika maupun robusta. Keunggulan tersebut menjadi modal kuat untuk memperluas pasar ekspor, terutama ke negara-negara ASEAN yang tengah meningkatkan permintaan terhadap kopi bercita rasa khas nusantara.

Kegiatan ekspor 18,5 ton kopi liberika ini juga menjadi bukti besarnya potensi Sumatera Selatan sebagai daerah penghasil komoditas unggulan pertanian. Dengan dukungan sistem sertifikasi yang kredibel, jaringan logistik yang kian membaik, serta komitmen pemerintah dalam mendorong ekspor, kopi asal Sumsel kini makin diperhitungkan di pasar global.

Melalui ekspor ini, Barantin menegaskan peran strategisnya sebagai garda terdepan dalam perlindungan sumber daya hayati, fasilitasi perdagangan, dan penguatan daya saing ekspor nasional khususnya dari wilayah Sumatera Selatan.

“Kopi bukan hanya soal rasa, tapi juga soal jaminan mutu, kepercayaan, dan kebanggaan daerah. Kami ingin kopi liberika Sumsel menjadi duta produk unggulan Indonesia di dunia,” tutup Sri Endah. (bd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *