Herman Deru Luncurkan Program Mulok Kemandirian Pangan : SMA–SMK Sumsel Siap Mandiri Produksi Pangan!

ist

Palembang, bidiksumsel.com – Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru secara resmi meluncurkan Program Muatan Lokal (Mulok) Kemandirian Pangan di tingkat SMA dan SMK se-Sumatera Selatan. Acara peluncuran berlangsung di Hotel Novotel Palembang, Kamis (23/10/2025), dan dihadiri oleh para kepala sekolah, perwakilan lembaga pendidikan, serta sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Sumsel.

Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru menegaskan bahwa program ini bukan sekadar tambahan mata pelajaran, tetapi merupakan gerakan strategis membentuk pola pikir generasi muda agar peduli dan mandiri dalam bidang pangan.

“Ini salah satu cara kita mengedukasi generasi penerus agar tidak hanya menjadi konsumen, tapi juga mampu memproduksi pangan. Ini penting demi keberlangsungan hidup masa depan,” ujar Herman Deru di hadapan ratusan peserta kegiatan.

Herman Deru menekankan bahwa pembelajaran kemandirian pangan di sekolah harus diarahkan pada praktik nyata, bukan hanya teori. Ia mengajak para guru dan kepala sekolah untuk menjadikan program ini sebagai wahana pembentukan karakter siswa yang kreatif, mandiri, dan peduli lingkungan.

“Saya berharap jangan hanya berhenti di seremoni. Perbanyak sosialisasi dan praktik nyata soal kemandirian pangan. Kita semua harus bertanggung jawab melihat bagaimana penerapannya di lapangan. Mari bersama-sama kita evaluasi dan kontrol implementasinya di sekolah,” tegasnya.

Menurut Gubernur, kemandirian pangan merupakan isu krusial yang menyangkut keberlanjutan generasi. Ia menilai pendidikan berbasis pangan lokal dapat menjadi solusi untuk menekan ketergantungan terhadap bahan pangan impor sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.

“Kita harus ubah mindset generasi muda, bahwa pertanian dan pangan bukan sektor kuno, tapi masa depan bangsa. Anak-anak kita harus bangga menanam, beternak, dan mengolah hasil pangan sendiri,” imbuhnya.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Mondiaboni, menjelaskan bahwa pihaknya telah menggandeng lembaga internasional ICRAF (World Agroforestry) dalam mengimplementasikan pelatihan dan program kemandirian pangan di sekolah.

“Kami akan berkolaborasi dengan ICRAF untuk melaksanakan pelatihan dan pendampingan di 997 SMA dan SMK se-Sumatera Selatan. Tujuannya agar peserta didik tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan menjaga ketahanan pangan, sesuai visi dan misi Bapak Gubernur: Sumsel Maju untuk Semua dan Mandiri Pangan,” jelas Mondiaboni.

Ia menambahkan, Dinas Pendidikan Sumsel juga tengah menyusun panduan kurikulum dan kegiatan praktis di sekolah, seperti pelatihan urban farming, hidroponik, pengolahan hasil tani, hingga kewirausahaan berbasis pangan lokal.

Direktur ICRAF, Andre Ekadinata, yang turut hadir dalam peluncuran tersebut, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah Pemerintah Provinsi Sumsel. Ia menilai program ini merupakan terobosan penting di sektor pendidikan dan lingkungan.

“Gerakan ini sangat perlu didukung karena menumbuhkan kesadaran akan pentingnya sumber pangan lokal. Melalui pembelajaran muatan lokal ini, kita menyiapkan masa depan yang tangguh dan berdaulat pangan,” ujar Andre.

Selain itu, dukungan juga datang dari Direktur Kurikulum Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Ibu Laksmi, yang menyebut bahwa inisiatif Sumsel ini sejalan dengan arah kebijakan nasional pendidikan berbasis kearifan lokal.

“Kurikulum muatan lokal seperti ini adalah upaya penting daerah untuk mempelajari budaya dan pangan lokal. Kami akan segera meluncurkan pendidikan pangan dan gizi di SMA dan SMK di seluruh Nusantara agar daerah-daerah dapat mengembangkan potensi pangan lokalnya,” ungkap Laksmi.

Peluncuran Program Mulok Kemandirian Pangan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah Kepala OPD Provinsi Sumsel, para kepala sekolah SMA dan SMK dari berbagai kabupaten/kota, serta perwakilan lembaga pendidikan dan dunia usaha.

Acara berlangsung hangat dan interaktif. Beberapa peserta bahkan menampilkan produk hasil olahan pangan lokal seperti beras analog, produk UMKM sekolah, dan sayuran hasil hidroponik siswa.

Gubernur Herman Deru pun memberikan apresiasi kepada sekolah-sekolah yang telah lebih dulu menerapkan praktik kemandirian pangan sebelum peluncuran resmi ini. Ia berharap, program ini dapat memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, masyarakat, dan pemerintah daerah dalam membangun ketahanan pangan berkelanjutan.

Dengan diluncurkannya program Muatan Lokal Kemandirian Pangan, Provinsi Sumatera Selatan resmi menjadi daerah pelopor pendidikan berbasis pangan lokal di Indonesia.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat visi “Sumsel Maju untuk Semua dan Mandiri Pangan” yang terus digaungkan oleh Gubernur Herman Deru sejak awal kepemimpinannya.

“Kita mulai dari sekolah, karena dari sanalah lahir generasi baru yang peduli, mandiri, dan berdaya. Jika anak-anak kita bisa menanam, mengolah, dan mencintai hasil bumi sendiri, maka kedaulatan pangan Indonesia bukan lagi cita-cita, tapi kenyataan,” pungkas Gubernur Herman Deru dengan penuh optimisme. (rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *