Heboh! Kepala SDN 01 Beringin Lubai Dituding Tutup WC, Ternyata Fakta Berbeda

Tampak salah satu WC di SD Negeri 01 Beringin Lubai, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim/(bidiksumsel.com/anggun)

Muara Enim, bidiksumsel.com – Isu miring sempat menerpa SD Negeri 01 Beringin Lubai, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim. Sejumlah wali murid melaporkan bahwa sekolah tersebut hanya memiliki 1 WC yang berfungsi untuk lebih dari 500 siswa, sementara fasilitas lainnya disebut-sebut dikunci oleh pihak sekolah.

Laporan tersebut segera ditindaklanjuti. Pada Rabu, 1 Oktober 2025, tim penyelidik turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan lapangan. Hasilnya cukup mengejutkan : tuduhan yang disampaikan wali murid tidak terbukti.

Dari penelusuran, diketahui bahwa SD Negeri 01 Beringin Lubai sebenarnya memiliki 16 WC yang tersedia. Sebanyak 12 unit digunakan sehari-hari oleh siswa, sementara 4 unit lainnya dikhususkan untuk kegiatan resmi yang kerap digelar di sekolah tersebut, baik dari tingkat kabupaten maupun kecamatan.

Kepala SD Negeri 01 Beringin Lubai, Harnayati, S.Pd, menegaskan bahwa isu tersebut adalah kesalahpahaman. Ia menyampaikan bahwa sekolahnya justru selalu mengutamakan kebersihan dan kenyamanan lingkungan, termasuk fasilitas sanitasi.

“Di sekolah ini, kami sering menjadi tuan rumah kegiatan Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) baik tingkat kecamatan maupun kabupaten. Karena itu, kami memang menyiapkan WC khusus tamu agar kenyamanan tetap terjaga,” ujar Harnayati saat diwawancara. Kamis, 2 Oktober 2025.

Tak hanya soal fasilitas, Harnayati juga menyoroti deretan prestasi yang telah diraih sekolahnya. SD Negeri 01 Beringin Lubai tercatat pernah meraih juara 3 Adiwiyata tingkat Kabupaten Muara Enim, juara 4 lomba perpustakaan tingkat kabupaten, serta juara 1 kebersihan tingkat kecamatan. Bahkan, siswa-siswinya juga menorehkan prestasi, salah satunya meraih juara 3 lomba bercerita rakyat tingkat kecamatan.

Saat ini, sekolah tersebut berstatus Terakreditasi B+ dengan nilai 97, hanya sedikit lagi menuju predikat unggul.

“Kami bangga dengan capaian sekolah ini. Kami selalu siap mendukung kegiatan mendadak baik dari kecamatan maupun kabupaten. Bagi kami, menjaga nama baik sekolah sama pentingnya dengan menjaga kenyamanan siswa dan tamu,” tegasnya.

Menanggapi hasil pemeriksaan, seluruh dewan guru turut menyayangkan adanya tuduhan yang ternyata tidak benar. Mereka berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran agar informasi yang beredar tidak langsung dipercaya sebelum ada klarifikasi resmi.

Ke depan, pihak sekolah berkomitmen untuk semakin meningkatkan kebersihan, kenyamanan, dan kualitas lingkungan sekolah, baik bagi siswa maupun bagi setiap tamu yang hadir dalam kegiatan resmi. (anggun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *