Semarak UMKM Sriwijaya 2025 Dibuka, 39 Booth Hadir Dorong Ekonomi Kerakyatan Sumsel
Palembang, bidiksumsel.com – Upaya memperkuat peran sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai motor penggerak ekonomi terus bergulir di Sumatera Selatan. Hal itu tercermin dalam Opening Seremoni Semarak UMKM Sriwijaya 2025 yang digelar Kantor Perwakilan Provinsi Sumsel pada Sabtu, 25 Oktober 2025, di atrium Palembang Indah Mall (PIM).
Dengan mengusung tema “Sinergi dan Inovasi, Kunci Penguatan Peran UMKM sebagai Motor Penggerak Ekonomi Berkelanjutan,” acara tersebut menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah, perbankan, dan pelaku UMKM untuk bersatu menghadapi tantangan ekonomi global.
Sebanyak 39 booth UMKM unggulan memadati area pameran menampilkan beragam produk lokal Sumsel, termasuk kuliner khas, kopi, wastra daerah, serta kerajinan berbasis green economy yang kini menjadi tren pasar dunia.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel, Bambang Pramono, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk memperkuat pondasi ekonomi berbasis masyarakat.
“Kondisi ekonomi global saat ini penuh tantangan. Namun dengan inovasi dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, UMKM mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru,” tegasnya.
Ia menyebut Sumsel memiliki struktur ekonomi yang lengkap, mulai dari sumber daya alam hingga kualitas SDM yang mumpuni. Dengan demikian, target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang diarahkan Presiden RI sangat mungkin dicapai.
Bambang turut menekankan pentingnya penguatan branding kopi Sumsel dan pengembangan produk wastra, dua komoditas unggulan yang mendunia namun masih memiliki ruang peningkatan nilai tambah bagi petani dan pelaku UMKM.
“Selama ini potensi kopi Sumsel belum sepenuhnya dimanfaatkan. Kami siap mendukung peningkatan branding dan hilirisasi agar manfaatnya lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam pernyataannya, Bambang juga menyebut BI mendukung program “1.000 Sultan UMKM” gagasan Gubernur Sumsel Herman Deru.
Program tersebut dinilai menjadi simbol dorongan kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus langkah strategis mencetak UMKM unggul yang mampu menembus pasar luar negeri.
Sejalan dengan itu, BI juga menitikberatkan pada pengembangan produk ramah lingkungan.
“Negara maju bergerak menuju ekonomi hijau. Kami mendorong UMKM berbasis daur ulang dan bahan ramah lingkungan untuk menjawab tren global,” tambahnya.
Tak lupa, ia mengajak perbankan memperluas akses pembiayaan UMKM produktif melalui penyaluran kredit yang lebih inklusif dan inovatif.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada BI dan seluruh lembaga yang telah konsisten mendukung penguatan ekonomi kerakyatan.
“Pertumbuhan ekonomi Sumsel sebesar 5,42 persen adalah angka yang riil dan berkualitas. Ini tumbuh di masyarakat, bukan hanya dari sektor industri atau tambang,” tegasnya.
Herman Deru juga bangga melihat semakin banyak pelaku UMKM menjadi nasabah perbankan, menandai peningkatan literasi keuangan masyarakat.
“Kerja sama dengan BI, OJK, dan perbankan memungkinkan akses pembiayaan menjadi lebih mudah melalui KUR dan fasilitas lainnya. Ini harus terus kita dorong!” ujarnya.
Semarak UMKM Sriwijaya 2025 menjadi bukti bahwa pembangunan ekonomi kerakyatan di Sumsel tidak hanya sebatas wacana, tetapi sudah berjalan dengan arah yang jelas dan dukungan kuat dari berbagai pihak.
Acara ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas produk UMKM, memperluas jaringan pemasaran, serta mempertegas posisi UMKM sebagai tiang utama perekonomian daerah.
Gelaran ini juga membuka peluang besar bagi pelaku UMKM Sumsel untuk go global, merebut peluang pasar internasional yang kini semakin menuntut produk berkualitas dan berkelanjutan.
Dengan sinergi yang kuat, inovasi berkelanjutan, dan dukungan kebijakan yang tepat, Sumsel optimis melahirkan lebih banyak “Sultan UMKM” yang siap mendunia. (dkd)













