Spektakuler! Marching Band Athidira Wirabhakti Polda Sumsel Pukau Gubernur Herman Deru di Griya Agung

fhoto : Penampilan 155 personel Marching Band Athidira Wirabhakti Polda Sumsel di Halaman Griya Agung Palembang, Minggu (17/08/2025)/ist

Palembang, bidiksumsel.com – Suasana peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Halaman Griya Agung Palembang, Minggu (17/08/2025) pagi, berlangsung meriah dengan penampilan spektakuler Marching Band Athidira Wirabhakti Polda Sumatera Selatan. Kehadiran 155 personel marching band ini menjadi magnet perhatian ribuan tamu undangan, Forkopimda, hingga masyarakat umum yang turut hadir.

Sorotan utama tertuju pada aksi atraktif sang Stikmaster yang beberapa kali melakukan gerakan kayang di tengah formasi. Gerakan unik ini sontak mengundang riuh tepuk tangan sekaligus membuat banyak tamu undangan mengabadikan momen dengan kamera ponsel mereka.

“Marching Band ini dibentuk saat kepemimpinan Kapolda Irjen Pol Prof. Dr. Eko Indra Heri, MM pada akhir tahun 2020, dengan tujuan menumbuhkan kebersamaan, semangat, kekompakan, serta kedisiplinan khususnya bagi anggota Polda Sumsel yang baru lulus dari pendidikan,” ungkap Karo SDM Polda Sumsel, Kombes Pol Sudrajad Hariwibowo, SIK, M.Si, saat ditemui usai penampilan.

Menurut Sudrajad, penampilan tahun ini melibatkan angkatan kelima Marching Band Athidira Wirabhakti, dengan seluruh personel merupakan lulusan Bintara SPN Betung. Proses pembentukan generasi baru setiap tahun membutuhkan waktu sekitar dua bulan.

“Tiap tahun, lulusan pendidikan SPN berikutnya akan dipilih dan dibentuk menggantikan angkatan sebelumnya. Jadi nantinya beberapa bulan mendatang, Marching Band ini juga akan tampil di SPN Betung untuk memberi inspirasi bagi adik-adik yang akan dilantik,” jelas Alumni Akpol 1996 itu.

Marching Band Athidira Wirabhakti terdiri dari beberapa bagian, mulai dari Stikmaster, Penabuh Drum, Field Commander, Perkusi, Terompet, hingga Saxophone. Pemilihan personel di tiap bagian dilakukan dengan seleksi ketat, termasuk postur tubuh, keterampilan, hingga kemampuan musikalitas.

“Misalnya, untuk penabuh drum dipilih anggota dengan postur tinggi dan tegap. Hal ini penting agar penampilan lebih berwibawa dan energik,” tambahnya.

Sejak terbentuk, Marching Band Athidira Wirabhakti tidak hanya membawakan lagu-lagu kebangsaan. Kini, mereka juga piawai memainkan 20 lagu kekinian yang dikuasai hanya dalam waktu 1–2 minggu berlatih. Untuk meningkatkan kualitas, Polda Sumsel bahkan mendatangkan pelatih profesional dari luar serta melibatkan alumni Akademi Kepolisian.

Tak heran bila penampilan dalam HUT RI ke-80 kali ini mendapat perhatian khusus dari Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru beserta jajaran Forkopimda. Usai acara, Herman Deru bersama rombongan bahkan menyempatkan diri berfoto bersama dengan para personel marching band sebagai bentuk apresiasi.

“Marching Band Athidira Wirabhakti bukan hanya kebanggaan Polda Sumsel, tetapi juga kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan. Penampilan mereka mampu membawa semangat nasionalisme sekaligus hiburan bagi masyarakat,” ujar Sudrajad.

Sebelumnya, Marching Band ini juga pernah tampil di berbagai ajang, seperti di kawasan Kambang Iwak, Benteng Kuto Besak (BKB), serta dalam penyambutan tamu dari Mabes Polri dan kegiatan yang digelar Pemprov Sumsel maupun stakeholder lain.

Dengan performa yang semakin matang, Marching Band Athidira Wirabhakti Polda Sumsel diyakini akan terus menjadi ikon kebanggaan dalam setiap momentum besar di Sumatera Selatan. (dkd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *