Karutan dan Kapolrestabes Palembang Bersatu! Ini Strategi Pengamanan Baru Rutan Kelas I

fhoto : ist

Karutan Palembang Audiensi dengan Kapolrestabes, Bahas Strategi Pengamanan Terpadu

Palembang, bidiksumsel.com – Dalam rangka memperkuat sinergi antarinstansi penegak hukum, Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) Kelas I Palembang, M. Rolan, melaksanakan audiensi strategis dengan Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Kapolrestabes) Palembang, Kombes Pol Harryo, pada Rabu, 11 Juni 2025. Pertemuan yang berlangsung di lingkungan Rutan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat koordinasi dan sistem pengamanan yang lebih solid di dalam maupun sekitar area tahanan.

Audiensi ini tidak hanya dimaknai sebagai ajang silaturahmi dua pimpinan lembaga penting di Kota Palembang, tetapi juga menjadi forum komunikasi intensif terkait upaya bersama menjaga stabilitas keamanan, khususnya di area yang tergolong rawan seperti rumah tahanan.

“Kami ingin memastikan bahwa Rutan Palembang tidak hanya aman dari dalam, tetapi juga memberi rasa tenang bagi warga sekitar. Untuk itu, sinergi dengan Polrestabes sangat kami butuhkan, terutama dalam mengantisipasi segala bentuk gangguan keamanan,” kata Karutan M. Rolan.

Dalam audiensi tersebut, beberapa poin penting dibahas, salah satunya adalah peningkatan kerja sama pengamanan antara petugas Rutan dan jajaran Polrestabes Palembang. Langkah ini dinilai krusial mengingat Rutan merupakan objek vital yang sangat rentan terhadap berbagai bentuk ancaman, mulai dari kerusuhan tahanan, upaya pelarian, hingga penyelundupan barang terlarang.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo menyambut baik niat Rutan untuk mempererat kerja sama keamanan. Ia menegaskan bahwa institusinya siap mendukung penuh segala bentuk langkah preventif maupun represif demi menjaga kondusifitas.

“Kami siap berkoordinasi secara intensif, baik lewat patroli gabungan, peningkatan komunikasi, hingga pemetaan risiko gangguan keamanan,” ujar Kapolrestabes Harryo.

Salah satu usulan inovatif yang muncul dalam pertemuan ini adalah pelaksanaan simulasi penanganan situasi darurat secara berkala. Simulasi ini akan melibatkan personel dari kedua institusi guna meningkatkan responsivitas dan kesiapsiagaan dalam menghadapi skenario ekstrem seperti kerusuhan massal atau upaya pembobolan tahanan.

Tak hanya itu, kedua belah pihak juga membahas penguatan sistem pengawasan digital, seperti pemasangan kamera CCTV di titik-titik rawan, serta pengembangan sistem monitoring gabungan yang dapat diakses secara terbatas oleh tim keamanan Rutan dan Polrestabes.

“Dengan memanfaatkan teknologi dan koordinasi yang baik, kami harap celah pengawasan dapat ditutup rapat. Jangan sampai ada ruang bagi oknum untuk beraksi,” tegas Rolan.

Aspek penting lainnya yang disepakati dalam audiensi ini adalah pertukaran informasi intelijen secara berkala antara Rutan dan kepolisian. Data dan analisa situasi yang akurat dinilai dapat menjadi senjata utama dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan sedini mungkin.

Kapolrestabes Harryo menyatakan bahwa kerja sama intelijen menjadi fondasi strategis dalam upaya bersama menekan tingkat kriminalitas dan menjaga stabilitas di kawasan pemasyarakatan.

“Kita tidak boleh lengah. Informasi cepat dan akurat itu kunci. Dengan berbagi data, kita bisa petakan risiko dan tindak sebelum masalah meledak,” katanya.

Kedua belah pihak berkomitmen untuk menjadikan audiensi ini sebagai awal dari penguatan sinergi berkelanjutan. Tak hanya untuk keamanan internal Rutan, tapi juga demi menciptakan iklim keamanan yang positif bagi masyarakat luas.

Karutan Rolan menegaskan bahwa pihaknya sangat terbuka terhadap kolaborasi dan evaluasi berkelanjutan untuk memastikan semua skenario keamanan tertangani secara optimal.

“Ini bukan kerja satu hari. Kami siap bekerja sama untuk jangka panjang. Karena keamanan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tapi tanggung jawab kita bersama,” tutup Rolan. (dkd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *