Bukan Sekadar Komunitas Motor, Mereka Kini Jadi Role Model Keselamatan Berkendara!

fhoto : ist

Palembang, bidiksumsel.com – Di tengah deru knalpot dan semangat solidaritas komunitas sepeda motor, ada misi yang lebih besar dari sekadar touring atau kumpul-kumpul. Pada Sabtu, 10 Mei 2025, halaman Main Dealer Astra Motor Plaju dipenuhi semangat baru : kesadaran akan keselamatan berkendara. Sebanyak 20 peserta dari berbagai komunitas sepeda motor Honda se-Sumsel berkumpul, bukan untuk balapan, tetapi untuk menjadi agen perubahan budaya berkendara dalam ajang Regional Community Safety Riding Advisor (CSRA) 2025.

Kompetisi ini bukan sekadar ajang unjuk keterampilan teknik mengendarai sepeda motor, melainkan juga panggung pencarian duta keselamatan berkendara. Tiga nama berhasil mencuri perhatian juri dan akan mewakili Sumatera Selatan ke tingkat nasional: Khafi dari Honda Mega Pro Club (HMPC), Febri dari Palembang CBR Club (PCC), dan Revi dari komunitas Motor Genio.

Sebelum memulai tantangan praktik di lapangan, para peserta terlebih dahulu menjalani sesi pembekalan teori safety riding, kuis interaktif, hingga pengarahan teknis terkait breaking, nerrowplank, dan low speed balance tiga tantangan yang menguji tidak hanya kemampuan, tapi juga ketenangan dan ketelitian dalam berkendara.

Di bawah pendampingan instruktur tersertifikasi dari Astra Motor Sumsel, para peserta diuji dalam kemampuan membaca situasi lalu lintas, mengontrol kendaraan dalam kecepatan rendah, hingga menjaga keseimbangan di lintasan sempit. Masing-masing aspek dirancang untuk merefleksikan situasi nyata di jalan raya.

“Kadang kita merasa sudah jago bawa motor, padahal belum tentu aman,” ujar Khafi, usai menyelesaikan sesi uji praktik. Ia mengaku tertarik ikut kompetisi ini bukan karena ingin menang, tapi karena sadar komunitas punya peran besar mengedukasi masyarakat luas.

Menurut Antofany Yusticia, Marketing Manager Astra Motor Sumsel, inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Honda dalam membangun budaya berkendara yang aman dan nyaman. Melalui program CSRA, mereka ingin mencetak role model keselamatan berkendara dari kalangan komunitas.

“Kami ingin mencetak role model dari komunitas yang dapat menjadi agen perubahan dan menginspirasi pengendara lain untuk selalu #Cari_Aman saat berkendara,” ujar Antofany.

Dalam komunitas yang kadang dicap ugal-ugalan di jalan, munculnya figur-figur seperti Khafi, Febri, dan Revi memberikan narasi positif dan alternatif baru: bahwa menjadi keren di jalan raya bukan soal kecepatan, tapi soal keselamatan.

Ketiga finalis CSRA 2025 tingkat regional Sumsel ini akan melaju ke kompetisi tingkat nasional yang mempertemukan wakil komunitas motor dari seluruh Indonesia. Di sana, tantangannya akan jauh lebih kompleks, baik dari sisi teknis maupun kapasitas mereka sebagai komunikator kampanye keselamatan.

Namun semangat mereka tak surut. “Kami bukan hanya mewakili komunitas kami, tapi juga Sumatera Selatan,” ujar Febri dengan bangga. Ia mengaku sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan berikutnya, termasuk memperdalam wawasan tentang keselamatan berkendara yang bisa ia bagikan ke komunitas dan masyarakat luas.

Program CSRA ini adalah wujud nyata kampanye #Cari_Aman yang digaungkan Honda beberapa tahun terakhir. Dari slogan sederhana, kini gerakan ini telah menjelma menjadi gaya hidup dan nilai bersama bagi komunitas motor, khususnya generasi muda.

Dengan semangat Sinergi Bagi Negeri, Astra Motor Sumsel berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan edukasi keselamatan berkendara, tidak hanya melalui program pelatihan, tetapi juga kompetisi, kampanye publik, dan kolaborasi dengan sekolah serta lembaga pendidikan. (dkd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *