Dari Kampus ke Kehidupan: Halal Bihalal FH UMP ’85, Ketika Nostalgia dan Kebersamaan Kembali Bertemu
Palembang, bidiksumsel.com – Langit Palembang sore itu tampak cerah, seolah turut menyambut tawa dan cerita yang memenuhi ruang pertemuan Hotel Swarna Dwipa. Kamis (17/04/2025) menjadi hari yang tak biasa bagi puluhan pria dan wanita paruh baya yang hadir dengan senyum hangat dan mata berkaca. Mereka adalah keluarga besar Alumni Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) Angkatan 1985 yang kembali berkumpul dalam acara Halal Bihalal yang penuh kehangatan.
Di tengah gelak tawa, pelukan hangat, dan saling tukar kabar, terselip kenangan masa muda yang kembali hidup. Nama-nama yang dulu akrab diabsen kuliah kini kembali dipanggil satu per satu, bukan oleh dosen, tapi oleh kenangan.
Ketua Pelaksana kegiatan, Misika Dasa Haprida, berdiri di depan podium, menyampaikan pesan yang menyentuh hati. Didampingi oleh Bendahara acara, Nelita, ia menekankan bahwa halal bihalal ini lebih dari sekadar temu kangen. Ini adalah perayaan hidup, perayaan persahabatan yang telah melewati ujian waktu.
“Silaturahmi itu memperpanjang usia, memperkuat batin, dan menjaga semangat kita agar tetap utuh. Persahabatan yang tulus seperti ini adalah anugerah yang harus terus dirawat,” ucap Misika.
Dari 800 alumni angkatan 1985—salah satu angkatan terbanyak sepanjang sejarah FH UMP banyak di antaranya telah menorehkan prestasi luar biasa. Ada yang kini menjadi pengusaha sukses, dosen ternama, aparatur pemerintahan, hingga pemimpin lembaga. Meski tidak semua bisa hadir karena kesibukan, kehadiran mereka tetap terasa dalam cerita dan doa yang dibagikan malam itu.
Reuni ini juga menjadi refleksi betapa ilmu hukum yang mereka pelajari di kampus, telah membawa mereka pada perjalanan hidup yang tidak selalu mudah, namun bermakna. Ada yang memulai karier dari bawah, ada pula yang meniti langkah sebagai praktisi hukum dengan segala tantangannya. Namun satu hal yang sama: prinsip keadilan, integritas, dan keberanian yang ditanamkan sejak masa kuliah, tetap mereka pegang hingga kini.
“Dunia hukum adalah dunia yang berat. Tapi ketika dijalani dengan hati, dengan nurani, maka akan membawa kita pada tempat yang terhormat,” kata Misika dalam pidatonya.
Hal itu dibuktikan oleh para alumni yang kini menjadi tulang punggung hukum di Sumatera Selatan. Ada pula yang aktif sebagai aktivis, memberikan pendampingan hukum untuk masyarakat yang terpinggirkan. Alumni UMP 1985 menjadi bukti bahwa kampus bukan hanya tempat belajar, tetapi tempat membangun karakter dan arah hidup.
Persahabatan yang Tak Pernah Tua
Halal bihalal ini bukan hanya tempat bertukar cerita sukses. Ada juga tawa mengenang momen-momen lucu di kampus: dosen killer, makan mie rebus bersama di kosan, atau mencontek saat ujian. Semua kisah itu melengkapi narasi indah tentang bagaimana persahabatan tumbuh dari kesederhanaan dan terus menguat seiring waktu.
“Siapa sangka, dulu kita berdesakan di ruang kuliah, sekarang bisa duduk bersama lagi dengan status dan cerita hidup masing-masing,” ujar salah satu alumni dengan senyum lebar.
Tak sedikit pula momen haru ketika beberapa nama disebutkan sebagai alumni yang telah berpulang. Doa pun dipanjatkan bersama, menjadi penanda bahwa meski raga tak lagi hadir, kenangan dan kebersamaan tetap abadi dalam hati.
Kenangan, Komitmen, dan Harapan
Acara ditutup dengan sesi foto bersama, tangis haru, dan janji untuk tak membiarkan waktu memisahkan lagi. Sebuah grup komunikasi alumni kembali diaktifkan, dan rencana kegiatan sosial bersama mulai dibicarakan. Alumni FH UMP 1985 ingin kontribusinya terus hidup, bukan hanya untuk diri mereka, tapi juga untuk masyarakat dan kampus tercinta.
Dalam ruang sederhana namun penuh cinta, para alumni membuktikan bahwa persahabatan tidak punya batas waktu. 40 tahun telah berlalu sejak mereka mengenakan jaket almamater biru tua, namun semangat kekeluargaan yang tumbuh dari masa-masa perjuangan di kampus masih membara.
Hari itu bukan hanya tentang temu kangen, tapi tentang menghargai perjalanan, mengenang masa lalu, dan membangun kembali jembatan-jembatan kebersamaan yang tak lekang oleh waktu.
Karena sejatinya, menjadi alumni bukan hanya soal pernah kuliah di tempat yang sama. Tapi soal memilih untuk tetap saling peduli selamanya. (dkd)













