Karawang, bidiksumsel.com — Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, melakukan inspeksi langsung pelaksanaan sistem one way nasional di KM 70 Tol Cikatama, Jawa Barat. Dalam kunjungannya, ia didampingi oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, serta Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho.
Inspeksi ini sekaligus menjadi momen evaluasi atas keberhasilan Operasi Ketupat 2025, yang mencatat penurunan signifikan dalam jumlah kecelakaan lalu lintas dan korban jiwa selama arus mudik dan balik Idulfitri.
“Saya senang sekali melihat data dari Polri: tahun 2024 ada 397 kecelakaan, sekarang turun jadi 220. Korban meninggal pun turun dari 193 orang menjadi 59 orang. Artinya, turun 69%. Ini prestasi luar biasa,” ungkap Menkes dengan penuh apresiasi.
Menurut Menkes, penurunan angka kecelakaan lalu lintas bukan hanya soal transportasi, tetapi berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat. Ia menyebut World Health Organization (WHO) menjadikan angka kecelakaan sebagai salah satu indikator penting dalam menilai kesehatan suatu negara.
“Karena kecelakaan itu menimbulkan kematian, ini menjadi indikator penting. Maka, dengan penurunan ini, kami di sektor kesehatan ikut bangga,” katanya.
Analisa Menkes: Jalur Lancar, Pengemudi Tidak Stres
Lebih lanjut, Menkes menganalisa bahwa kelancaran arus lalu lintas menjadi kunci utama turunnya angka kecelakaan. Ia menyebut pengemudi yang tidak mengalami kemacetan cenderung lebih tenang, tidak stres, dan tidak kelelahan, sehingga potensi kecelakaan menurun drastis.
Ia mengutip penjelasan dari Direktur Operasi Jasa Marga, Fitri, yang menyebut pengelolaan VC ratio atau volume-to-capacity ratio menjadi salah satu faktor keberhasilan.
“Kalau dulu VC ratio bisa di atas 1, sekarang saat menyentuh 0,7 saja sudah dialihkan ke Japek 2. Ini langkah cepat yang sangat membantu kelancaran,” ujarnya.
Kerja Sama Lintas Instansi Dinilai Berhasil
Menkes menekankan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari Polri, Kemenhub, Jasa Marga, hingga media massa yang terus mengedukasi pengendara.
“Saya berterima kasih kepada semua pihak, termasuk media yang terus mengingatkan pengemudi untuk hati-hati. Ini kerja kolektif yang patut diapresiasi,” tambahnya.
Kesehatan, Keselamatan, dan Transportasi Terintegrasi
Dengan keberhasilan Operasi Ketupat 2025, Menkes menilai pendekatan yang integratif antara sektor kesehatan, keselamatan, dan transportasi sudah berada di jalur yang benar. Ia berharap model seperti ini bisa terus dikembangkan di tahun-tahun berikutnya.
“Kita buktikan, keselamatan lalu lintas bisa jadi indikator keberhasilan pelayanan publik lintas sektor. Dan kami di sektor kesehatan akan terus mendukung,” tutupnya. (dkd)













