1.346 Lulusan Unsri Diwisuda dalam Sehari, Setengahnya Cum Laude!

fhoto : bidiksumsel.com/dkd

Kilau Kebanggaan di Wisuda Ke-177 Unsri: Ribuan Lulusan, Rekor Baru, dan Pesan Moral Sang Rektor

Indralaya, bidiksumsel.com – Matahari belum sampai ke puncaknya ketika satu per satu toga mulai menari tertiup angin di halaman Auditorium Universitas Sriwijaya. Hari itu, suasana haru dan bahagia menyelimuti ribuan wajah: mahasiswa, orang tua, dan para dosen yang turut hadir dalam Wisuda ke-177 Universitas Sriwijaya (Unsri) yang tercatat sebagai salah satu momen paling monumental dalam sejarah kampus berlogo pohon beringin tersebut.

Sebanyak 1.346 wisudawan resmi dikukuhkan dalam satu prosesi tunggal. Ya, hanya dalam satu hari, dan lebih mencengangkannya lagi, selesai sebelum tengah hari. Sesuatu yang sebelumnya belum pernah terjadi, bahkan ketika jumlah peserta wisuda menyentuh angka seribu sekalipun.

“Ini menjadi rekor tersendiri. Sebelumnya, bila jumlah peserta wisuda melebihi 1.000 orang, prosesi biasanya dibagi dalam dua hari. Namun kali ini, dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang baik, semuanya bisa diselesaikan sebelum pukul 12 siang,” ungkap Rektor Unsri, Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si., penuh bangga saat menyampaikan sambutan di podium.

Namun rekor bukanlah satu-satunya kabar menggembirakan dari wisuda kali ini.

Yang membuat momen ini makin istimewa adalah 765 wisudawan dinyatakan lulus dengan predikat cum laude—angka yang berarti lebih dari separuh total peserta wisuda. Sebagian besar dari mereka merupakan lulusan dari dua fakultas unggulan Unsri: Fakultas Kedokteran dan FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan).

Keduanya selama ini dikenal sebagai rumah bagi mahasiswa dengan kedisiplinan tinggi dan beban akademik yang tak ringan. Namun angka kelulusan cum laude ini menunjukkan bahwa mutu pendidikan di kedua fakultas tersebut terus meningkat dan berhasil mencetak lulusan yang unggul, baik secara kognitif maupun karakter.

Berikut rincian lulusan dari setiap fakultas:

  • Fakultas Kedokteran: 260 wisudawan
  • Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA): 210 wisudawan
  • FKIP: 164 wisudawan
  • FISIP: 159 wisudawan
  • Fakultas Pertanian: 118 wisudawan
  • Fakultas Hukum: 101 wisudawan
  • Fakultas Ekonomi: 91 wisudawan
  • Fakultas Teknik: 90 wisudawan
  • Fakultas Ilmu Komputer: 77 wisudawan
  • Fakultas Kesehatan Masyarakat: 72 wisudawan
  • Pascasarjana: 4 wisudawan

Distribusi ini menunjukkan bagaimana Unsri tumbuh sebagai universitas yang tidak hanya fokus pada satu bidang ilmu, tetapi berkembang secara menyeluruh.

Lebih dari Sekadar Toga dan Piagam

Namun, Prof. Taufiq tak ingin wisuda hanya menjadi perayaan simbolik. Di hadapan ratusan lulusan dan ribuan keluarga yang hadir, ia kembali menegaskan filosofi pendidikannya: membangun lulusan dengan keseimbangan antara kecakapan intelektual dan kekuatan moralitas.

“Saya selalu tanamkan bahwa lulusan Unsri tidak hanya harus pintar secara akademik, tapi juga harus punya integritas dan moralitas yang tinggi. Dua hal itu akan menjadi bekal utama mereka di dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat,” ujarnya penuh keyakinan.

Pesan tersebut menjadi semacam penyejuk di tengah hiruk pikuk selebrasi. Bahwa dunia kerja bukan hanya tentang nilai di atas kertas, tapi juga tentang bagaimana seseorang membawa diri, bersikap, dan menjunjung nilai-nilai etika di tengah masyarakat.

Di luar auditorium, suasana lebih emosional. Terlihat para orang tua memeluk anaknya sambil meneteskan air mata bahagia. Beberapa bahkan membawa spanduk kecil bertuliskan “Akhirnya Sarjana!” atau “Terima Kasih Mama & Papa.”

Dinda, lulusan Fakultas Kedokteran, mengaku terharu karena berhasil lulus cum laude setelah perjuangan panjang selama enam tahun. “Saya sempat ragu bisa lulus tepat waktu karena co-ass lumayan berat. Tapi hari ini semua perjuangan itu terbayar,” ujarnya sambil tersenyum diapit kedua orang tuanya.

Dengan prosesi yang efisien, rekor yang dicatat, serta pesan moral yang kuat dari pimpinan universitas, Wisuda ke-177 Unsri bukan hanya tentang lulusnya ribuan mahasiswa tapi juga tentang makna, harapan, dan arah masa depan.

Universitas Sriwijaya, yang pada usianya kini telah mencetak puluhan ribu alumni, kembali membuktikan bahwa pendidikan tinggi bukan sekadar soal angka kelulusan tetapi bagaimana membentuk manusia utuh. (dkd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *