RS Bhayangkara Palembang Gelar Bakti Kesehatan! Ribuan Warga Terima Layanan Gratis

fhoto : ist

RS Bhayangkara Palembang Gelar Bakti Kesehatan, 570 Warga Terima Layanan Gratis

Palembang, bidiksumsel.com – Rumah Sakit Bhayangkara M Hasan Palembang terus menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat. Kali ini, mereka menggelar kegiatan bakti kesehatan yang diikuti oleh 570 warga, termasuk anak-anak yatim dan masyarakat kurang mampu.

Kegiatan ini berlangsung di PAUD Polrestabes Palembang, 8 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, dengan melibatkan tim dokter spesialis dari berbagai organisasi kesehatan, seperti PERHATI-KL, IDAI, PERDOSKI, dan IDI.

Dukungan 21 Dokter Spesialis dan 15 Dokter Umum

Tidak hanya melibatkan tenaga medis dari RS Bhayangkara, bakti kesehatan ini juga didukung oleh 21 dokter spesialis dan 15 dokter umum dari berbagai asosiasi dokter terkemuka di Sumatera Selatan dan Bangka Belitung.

Beberapa organisasi yang terlibat, antara lain :
– Perhati-Kl : Dokter spesialis Telinga, Hidung, Tenggorok, Bedah Kepala dan Leher.
– IDAI : Dokter spesialis anak yang menangani stunting.
– PERDOSKI : Dokter spesialis kulit.
– IDI : Ikatan Dokter Indonesia yang turut memberikan layanan kesehatan umum.

Selain itu, Bhayangkari Polda Sumsel juga turut serta dalam mendukung kegiatan ini.

Pelayanan Kesehatan Gratis untuk 570 Warga

Acara ini dipimpin langsung oleh Karumkit RS Bhayangkara M Hasan, Kombes Pol Dr. dr. Budi Susanto, SpBS, serta Kasubbid Yamendokpol, Kompol dr. Rakhmat Fajar Apriandi.

Sebanyak 570 warga menerima berbagai layanan kesehatan gratis, dengan rincian :
– 320 peserta dari Yayasan Yatim Mandiri
– 200 warga masyarakat umum
– 50 anak dari PAUD Mentari

Beberapa pemeriksaan kesehatan yang diberikan meliputi :
– Pemeriksaan tekanan darah dan laboratorium sederhana
– Skrining kesehatan telinga, hidung, dan tenggorokan (THT)
– Skrining stunting pada anak
– Skrining kesehatan kulit

Cegah Stunting dan Gangguan Pendengaran Sejak Dini

Menurut dr. Budi Susanto, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan, khususnya pada anak-anak.

“Dengan telinga yang sehat, anak-anak dapat berkomunikasi lebih baik, meningkatkan produktivitas, dan menghindari gangguan pendengaran seperti tuli atau infeksi telinga,” jelasnya.

Selain itu, RS Bhayangkara juga fokus pada pencegahan stunting, sebuah kondisi kekurangan gizi yang menyebabkan pertumbuhan anak terganggu.

“Stunting bukan hanya masalah tinggi badan di bawah standar usia, tetapi juga berdampak pada perkembangan kognitif dan meningkatkan risiko penyakit di masa depan,” tambah dr. Budi.

Jika ditemukan indikasi gangguan pendengaran atau stunting, warga akan dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut.

Harapan ke Depan : Layanan Kesehatan yang Lebih Luas

Ketua Yayasan Yatim Mandiri, Seto Yullyarmawan, mengapresiasi kegiatan ini dan berharap bisa terus berlanjut dengan cakupan yang lebih luas.

“Kami berharap ke depannya, cakupan pemeriksaan bisa ditambah, seperti pelayanan untuk disabilitas, pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis, pemeriksaan gigi, donor darah, operasi katarak, hingga khitanan massal,” ungkapnya.

Dengan adanya dukungan dari Kapolda Sumsel dan jajaran tenaga medis, diharapkan program bakti kesehatan ini dapat menjadi agenda rutin untuk membantu masyarakat, terutama mereka yang kurang mampu dan tinggal di daerah terpencil.

RS Bhayangkara M Hasan Palembang menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program kesehatan pemerintah, termasuk Promosi Kesehatan dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Kami ingin semua elemen masyarakat, termasuk tenaga kesehatan, ikut peduli terhadap kesehatan anak-anak dan warga kurang mampu, agar mereka bisa mendapatkan akses kesehatan yang lebih baik,” tutup dr. Budi Susanto.

Kesehatan adalah Investasi Masa Depan

Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Tidak hanya untuk anak-anak, tetapi juga bagi keluarga secara keseluruhan.

Bakti kesehatan ini membuktikan bahwa kolaborasi antara tenaga medis, pemerintah, dan masyarakat dapat menciptakan dampak positif yang besar bagi kesehatan publik. (dkd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *