Bank Mandiri Perkuat Komitmen Keuangan Berkelanjutan
Palembang, bidiksumsel.com – Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berperan sebagai agen perubahan, Bank Mandiri terus berkomitmen mendukung kampanye keberlanjutan di sektor keuangan. Komitmen ini diwujudkan dalam bentuk penyaluran portofolio berkelanjutan yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
Pertumbuhan Portofolio Hijau Bank Mandiri
Vice President Bank Mandiri Region 2 Palembang, Indra Gunawan, mengungkapkan bahwa hingga Desember 2024, portofolio berkelanjutan Bank Mandiri mengalami pertumbuhan sebesar 10,8% secara tahunan (year-on-year/yoy), mencapai Rp293 triliun. Dari jumlah tersebut, portofolio hijau mencatat lonjakan signifikan sebesar 15,2% menjadi Rp149 triliun. Kamis, 27 Februari 2025.
Penyaluran dana dalam portofolio hijau ini tersebar ke berbagai sektor strategis, di antaranya :
- Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati dan Penggunaan Lahan Berkelanjutan sebesar Rp111,4 triliun.
- Sektor Energi Terbarukan sebesar Rp11,8 triliun.
- Sektor Produk Ramah Lingkungan sebesar Rp10,6 triliun.
Keterlibatan aktif Bank Mandiri dalam pendanaan berkelanjutan menunjukkan peran strategisnya dalam mendorong ekonomi rendah karbon di Indonesia. Dengan mendukung industri yang lebih ramah lingkungan, perbankan dapat menjadi katalisator perubahan menuju pembangunan berkelanjutan.
Inisiatif Bank Mandiri dalam Mengurangi Jejak Karbon
Bank Mandiri secara aktif menjalankan berbagai strategi untuk mengurangi emisi karbon dalam operasionalnya. Salah satu target utama yang dicanangkan adalah mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2030. Upaya ini dilakukan dengan berbagai langkah strategis yang berhasil menurunkan emisi operasional secara signifikan.
Sepanjang 2024, Bank Mandiri mencatat penurunan total emisi operasional sebesar 33% dibandingkan dengan baseline tahun 2019. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, emisi operasional pada 2024 turun sebesar 19%, jauh melampaui target yang ditetapkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 9%.
Pencapaian ini didorong oleh sejumlah inisiatif strategis, antara lain :
- Penggunaan kendaraan listrik (EV) dan hybrid sebanyak 404 unit.
- Pemasangan charging station sebanyak 26 unit.
- Penambahan 3 gedung hijau yang telah tersertifikasi.
- Instalasi 870 panel surya sebagai sumber energi terbarukan.
Seluruh langkah ini mencerminkan keseriusan Bank Mandiri dalam mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon sekaligus meningkatkan portofolio aset ramah lingkungan.
Transformasi Digital untuk Mengurangi Emisi
Selain fokus pada pengurangan emisi operasional, Bank Mandiri juga berupaya mengurangi jejak karbon melalui transformasi digital. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah platform Livin’ dan Kopra, yang memungkinkan nasabah melakukan transaksi perbankan secara elektronik.
Transformasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi layanan, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan konsumsi sumber daya seperti kertas dan emisi karbon dari perjalanan nasabah ke kantor cabang.
Lebih lanjut, Bank Mandiri meluncurkan Livin’ Planet, sebuah fitur inovatif dalam aplikasi Livin’ SUKHA yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran nasabah terhadap jejak karbon mereka. Fitur ini memberikan informasi mengenai dampak emisi dari aktivitas sehari-hari nasabah serta menawarkan solusi konkret untuk menguranginya melalui program penanaman pohon.
Pada Desember 2024, Bank Mandiri berhasil merealisasikan program penanaman pohon di Desa Sidodadi, Jawa Timur, yang diproyeksikan mampu menyerap sekitar 8,2 ton CO2e dalam beberapa tahun ke depan. Inisiatif ini tidak hanya berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat melalui pemanfaatan pohon produktif.
Bank Mandiri dan Perdagangan Karbon Internasional
Komitmen Bank Mandiri terhadap keuangan hijau mendapatkan pengakuan dari berbagai pihak. Pada tahun 2024, Bank Mandiri menerima sertifikat dari IDXCarbon atas kontribusinya dalam peluncuran platform Perdagangan Karbon Internasional Indonesia.
Penghargaan ini semakin memperkuat posisi Bank Mandiri sebagai pemimpin dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon. Langkah strategis ini juga sejalan dengan target perusahaan untuk mencapai Net Zero Emission Operasional pada 2030.
Apresiasi tersebut diberikan menyusul partisipasi Bank Mandiri dalam membeli 5.000 tCO₂e kredit karbon yang dihasilkan dari proyek Conversion of Single Cycle to Combined Cycle on Power Plant. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pembangkit listrik dengan mengonversi sistem Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTG) menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap Gabungan (PLTGU).
Teknologi ini memungkinkan pemanfaatan kembali panas yang sebelumnya terbuang untuk menghasilkan uap tambahan, sehingga meningkatkan produksi listrik sekaligus mengurangi intensitas emisi per kWh. Proyek ini berlokasi di Segarajaya, Bekasi, Jawa Barat, dan telah divalidasi serta diverifikasi oleh pihak ketiga guna memastikan keandalan dan kredibilitasnya dalam mendukung pengurangan emisi karbon.
Dukungan ini juga sejalan dengan inisiatif pemerintah dalam melibatkan lebih banyak entitas internasional dalam perdagangan karbon melalui IDXCarbon, sekaligus memperkuat posisi Bank Mandiri sebagai pelopor dalam perbankan berkelanjutan. (dkd)












