Wisuda ke-40 Polsri : Ribuan Lulusan Siap Guncang Dunia Kerja!

fhoto : bidiksumsel.com/dkd

Politeknik Negeri Sriwijaya Gelar Wisuda ke-40 : Momen Bersejarah bagi 2.588 Alumni

Palembang, bidiksumsel.com – Pada Sabtu dan Minggu, 14-15 September 2024, Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) sukses menyelenggarakan Sidang Khusus Senat Terbuka dengan agenda tunggal Wisuda ke-40 yang diadakan di Dinning Hall, Jakabaring Sport City (JSC), Palembang.

Acara tersebut menjadi momen yang sangat berharga bagi 2.588 alumni yang resmi diwisuda dari berbagai program studi, meliputi Program Magister Terapan, Sarjana Terapan, dan Diploma 3.

Acara wisuda tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Senat Polsri, Dicky Seprianto, ST, MT, IPM, dan berlangsung selama dua hari dengan suasana yang khidmat dan penuh antusiasme.

Sebanyak 1.300 alumni mengikuti prosesi pada hari pertama, sedangkan 1.288 lainnya mengikuti pada hari kedua, sehingga total keseluruhan wisudawan yang dihasilkan mencapai 2.588 orang.

Menurut Plt. Direktur Polsri, Dr. Benny Bandanajaya, ST, MT, yang diwakili oleh Wakil Direktur Bidang Akademik, Carlos RS, ST, MT, jumlah alumni yang diwisuda ini terdiri dari 1.599 lulusan Program Diploma 3 (D3), 973 lulusan Program Sarjana Terapan (D4), dan 16 lulusan Program Magister Terapan (S2).

Angka ini menambah jumlah keseluruhan lulusan Polsri sejak wisuda pertama hingga saat ini menjadi 41.678 alumni, yang siap berkontribusi bagi bangsa dan negara.

Tahun 2024 menjadi tahun bersejarah bagi Polsri, karena untuk pertama kalinya kampus ini menerapkan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Program ini memberikan keleluasaan kepada mahasiswa untuk belajar secara mandiri dan mendapatkan pengalaman yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Carlos RS, ST, MT, menjelaskan bahwa penerapan MBKM memberikan hak kepada mahasiswa untuk mendapatkan kesempatan belajar di luar kampus dengan tujuan memperkaya pengalaman. Program ini diharapkan dapat mempersiapkan mahasiswa lebih baik dalam menghadapi dunia pascakampus yang penuh tantangan.

“Melalui MBKM, mahasiswa diberikan kebebasan untuk mengeksplorasi berbagai bidang yang relevan dengan studi mereka. Pengalaman ini akan sangat membantu mereka dalam menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif,” jelas Carlos.

Sejak 2023, Polsri juga telah mengubah sistem pengelolaan keuangannya menjadi Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU). Dengan pola ini, Polsri memiliki lebih banyak fleksibilitas dalam mengelola dana untuk kepentingan pendidikan dan pengembangan kampus. Pergantian sistem ini memungkinkan Polsri untuk lebih adaptif terhadap kebutuhan dunia pendidikan yang dinamis.

Carlos menambahkan bahwa perubahan ini memungkinkan kampus untuk melakukan berbagai inovasi dan kolaborasi dengan dunia industri serta masyarakat, terutama dalam menciptakan lulusan yang siap kerja dan berdaya saing tinggi.

Dalam sambutannya, Carlos RS, ST, MT, memberikan pesan penting kepada para alumni yang baru saja diwisuda. Ia menekankan pentingnya kolaborasi, inovasi, dan komunikasi yang baik dengan dunia industri maupun masyarakat.

Menurutnya, alumni Polsri harus terus berusaha menjaga hubungan baik dengan berbagai pihak untuk meningkatkan karier mereka.

“Kolaborasi dan inovasi adalah kunci keberhasilan di dunia kerja saat ini. Alumni Polsri harus terus berinovasi dan menjaga komunikasi yang baik dengan industri, agar bisa bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif,” ungkapnya.

Selain itu, Carlos juga menekankan pentingnya menjaga nama baik almamater. Ia menyebut bahwa tingkah laku dan perilaku para alumni akan mencerminkan citra Polsri di mata publik. Oleh karena itu, ia berharap para alumni dapat membawa nama baik Polsri ke mana pun mereka pergi.

“Perilaku Anda mencerminkan almamater. Jaga baik-baik nama Politeknik Negeri Sriwijaya, karena itu adalah tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.

Polsri juga terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan mengembangkan program Teaching Factory dan Teaching Industry. Program ini dirancang untuk mendekatkan mahasiswa dengan dunia industri, memberikan mereka pengalaman praktik langsung di lingkungan industri nyata.

Salah satu inovasi yang telah diterapkan adalah pemanfaatan material sisa konstruksi oleh mahasiswa Teknik Sipil untuk dijadikan produk knockdown. Produk ini bukan sekadar daur ulang, melainkan produk baru yang dapat dijual dan memberikan nilai ekonomi.

Inovasi ini merupakan bagian dari pengembangan teaching factory yang bertujuan untuk menciptakan peluang bagi mahasiswa dalam memahami alur produksi dan pemasaran di dunia industri.

“Kami tidak hanya mendidik mahasiswa secara teori, tapi juga memberikan pengalaman praktik langsung melalui teaching factory. Produk yang dihasilkan mahasiswa tidak hanya digunakan di kampus, tetapi juga dapat dijual dan memberikan manfaat ekonomi,” jelas Carlos.

Selain itu, Polsri juga tengah mengembangkan kampus kedua di Keramasan, Musi II, yang dirancang untuk mendukung program pembelajaran berbasis industri ini. Dengan fasilitas yang lebih modern dan sesuai kebutuhan industri, kampus kedua ini diharapkan dapat semakin memperkuat kualitas lulusan Polsri.

Pada kesempatan ini, Polsri juga memberikan penghargaan yang tinggi kepada seluruh dosen dan tenaga kependidikan yang telah berperan besar dalam mendidik dan membimbing mahasiswa hingga berhasil menyelesaikan studi mereka. Polsri saat ini memiliki 601 dosen, termasuk 3 Guru Besar, serta 191 tenaga kependidikan yang bekerja keras untuk memastikan proses pendidikan berjalan dengan baik.

“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh dosen dan tenaga kependidikan yang telah memberikan dedikasi mereka dalam mendidik mahasiswa. Keberhasilan hari ini tidak lepas dari kerja keras mereka,” ujar Carlos.

Dengan semakin dinamisnya dunia kerja dan tantangan global, Polsri berkomitmen untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pendidikan yang ditawarkan. Salah satu fokus utama ke depan adalah memperluas kerja sama dengan berbagai industri dan memperkuat program-program yang mendekatkan mahasiswa dengan dunia kerja.

Selain itu, Polsri juga berharap para alumni dapat terus menjaga semangat belajar dan berinovasi di mana pun mereka berada. Dengan keterampilan dan pengetahuan yang telah mereka dapatkan selama studi, para alumni diharapkan mampu berkontribusi lebih besar bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

“Kami berharap para alumni dapat terus berkolaborasi dan berinovasi, serta menjaga nama baik Polsri di mana pun mereka berada,” pungkas Carlos. (dkd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *